Chapter: Bab 15 - Biaya Roaming Yang MahalAndrea sebenarnya tidak terlalu ingin pindah ke Singapura. Tetapi tawaran pekerjaan di perusahaan IT ini sangat menarik baginya. Ia bisa bereksperimen dengan banyak platform dan mengembangkan berbagai perangkat keamanan digital yang sangat disukainya.Kesempatan seperti itu tidak ada di Indonesia. Ia juga memilih Singapura karena letaknya yang masih dekat dan ia bisa pulang seminggu sekali untuk menjenguk ibunya jika perlu.Wawancara terakhirnya dengan user yang akan menjadi manajernya, berlangsung sangat akrab. Keduanya langsung cocok membahas berbagai trend cyber security yang sedang ada.Joe adalah salah satu dari sedikit orang yang memegang sertifikasi keamanan CISSP, ISSAP, ISSMP, dan CSSLP dan ia menginspirasi Andrea untuk mengikuti jejaknya. Ia memuji Andrea sebagai genius dan berhasil meyakinkannya untuk segera mulai bekerja dan pindah ke Singapura secepatnya.Employment Pass Andrea segera diurus Perusahaan dan ia menerima konfirmasi tepat semingg
Last Updated: 2020-08-24
Chapter: Bab 14 - Kehabisan AlasanTiga hari kemudian Andrea mendapat SMS dari Ludwina. Saat itu ia sedang mengerjakan coding sebuah program software keamanan digital baru. Ia berhenti sejenak untuk membaca isi pesannya.[Fisioterapi pertama besok sore di RSCM. Kamu jemput aku ya.]Ia tersenyum simpul dan mengangguk. Andrea tak bisa melanjutkan pekerjaannya. Pikirannya melayang pada gadis imut yang sempat membikin heboh bandara tiga hari lalu.Ia tahu pasti, saat memegang tumit Ludwina bahwa terkilirnya tidak parah. Sekarang seharusnya sudah sembuh sama sekali. Tetapi dia tetap berkeras minta ditemani fisioterapi, pasti hanya alasan untuk bertemu Andrea. Mengingat ini Andrea tersenyum semakin lebar.Baik, mari kita lihat sampai berapa lama kamu bisa berpura-pura terkilir... pikirnya gemas.***Andrea mengantar Ludwina fisioterapi setiap hari Sabtu ke RSCM. Setiap kali mereka datang pandangan para terapis yang aneh sama sekali tidak mengganggu Ludwina yang cuek. Andrea yang sa
Last Updated: 2020-08-24
Chapter: Bab 13 - Makan Malam Dengan Keluarga LudwinaAndrea belum pernah makan malam dengan keluarga yang lengkap seperti ini. Sejak kecil hanya ada ia dan ibunya. Sewaktu masih muda dan bekerja di sebuah hotel di Bali, ibunya jatuh cinta kepada manajernya dari Italia yang segera minta dimutasi kembali ke Italia begitu mengetahui perempuan itu hamil, dan Andrea lahir tanpa pernah mengenal ayahnya.Ibunya belajar dari pengalaman, tidak pernah lagi mempercayai laki-laki dan ia mendidik Andrea agar tidak mengikuti jejak ayahnya yang brengsek. Andrea sangat menyayangi ibunya dan kehidupan mereka berdua saja sudah membuatnya bahagia.Ia tidak pernah merasa ada yang kurang....Hingga ketika ia duduk makan malam bersama Ludwina dan seisi keluarganya.Pak Kurniawan dan Bu Inggrid tampak saling mencintai, terlihat dari cara mereka saling memandang dan berbicara dengan satu sama lain, dan pura-pura menggerutu betapa anak-anaknya nakal dan keras kepala.Mereka pecinta musik klasik dan menamai ketiga anaknya ber
Last Updated: 2020-08-24
Chapter: Bab 12 - Ludwina Yang MenggemaskanMereka terpaksa harus menunggu setengah jam. Teh dan kue-kue disajikan sambil mereka menunggu, dan kepala bandara asyik mengobrol dengan Ludwina tentang perjalanannya."Aku baru pulang dari Hong Kong, Oom. Ayah membuka hotel baru di Kowloon, jadi aku mau sekalian coba menginap di sana dan mencari inspirasi menulis. Oom punya koran kompas hari sabtu kemarin nggak?""Ada. Kenapa?""Artikel perjalananku ke Italia sudah terbit...ahahaha... aku senang banget. Susah lho menulisnya."Andrea mengambil koran Kompas yang dimaksud dari tumpukan koran di atas meja lalu membuka-buka halamannya sambil mendengarkan obrolan kedua orang itu. Ia menemukan artikel yang dimaksud Ludwina, ia lalu membacanya."Ini dokumen yang bapak minta," kata sekretaris yang baru datang dengan setumpuk dokumen. Kepala bandara akhirnya segera mengambil satu formulir dan mengisi beberapa data dan memberi cap, lalu menyerahkannya kepada Ludwina."OK, sudah beres, kalian serahkan
Last Updated: 2020-08-24
Chapter: Bab 11 - Tubrukan Di BandaraAndrea membalikkan badan setelah memastikan gate penerbangannya di layar dan tidak menyadari seorang gadis berjalan dengan menundukkan kepala tepat menabrak dadanya.Gadis itu mungil sekali, hanya setinggi bahunya, dan karena dorongan tubuh Andrea yang besar ia pun terpelanting jatuh. Andrea kaget sekali dan buru-buru membantunya berdiri."Maafkan saya, saya tidak sengaja... Sini saya bantu berdiri.""Nggak usaaaahh... gue bisa sendiri!!" Gadis itu galak sekali menepis tangan Andrea. Akhirnya Andrea hanya bisa mengangkat bahu dan berlalu. Gadis itu mencoba berdiri tetapi ternyata hak stiletto-nya copot sebelah dan ia jatuh kembali. Ia meringis sambil memijit kaki kanannya yang terkilir, "Eh, kamu! Sini! Tanggung jawab, kamu. Gue ga bisa jalan, tauk!"Beberapa orang tampak mencoba membantunya tetapi dengan keras kepala ia mengebaskan tangan-tangan yang terulur. Andrea berbalik lalu sambil geleng-geleng kepala menggendong gadis itu ke bangku terdekat, lalu
Last Updated: 2020-08-24
Chapter: Bab 10 - Andrea & AdelinaAdelina balas mencium Andrea dengan penuh cinta, dan semua kekuatiran yang selama ini menggelayuti hati mereka tentang masa depan perlahan sirna. Andrea dan Adelina hanya memikirkan rencana pernikahan diam-diam mereka di Singapura tiga bulan lagi dan rasanya semesta turut berbahagia dengan keberanian sepasang pemuda itu mengambilkeputusan."Kita harus merayakan pertunangan kita!" Adelina mengeluarkan sebotol red wine dari tasnya dan menaruh di meja makan bersama makan malam yang telah siap dimasak."I cannot wait to spend the rest of my life with you."Malam itu adalah malam paling membahagiakan dalam hidup Andrea. Mereka merayakan cinta mereka yang sudah tumbuh sejak mereka berusia 16 tahun, d
Last Updated: 2020-08-22
Chapter: The Donor (Part 2)Over a month passed. Milena was aggrieved because she was unable to contact Andrew. She couldn't believe the man just left after sleeping with her and didn't give her a word.There must be a reason...Andy definitely isn't that kind of person... she bitterly thought.***In a beautiful house in a rural area in Surrey, a young man was reading in his begonia-adorned garden. A nurse came and prepared his food and medicines on a tray and put them on the table next to the young man."Mr. Linden has arrived. He is waiting for you in the living room, Sir," the nurse informed him after she finished arranging the tray.Andrew looked up from his book and frowned, "Who's Mr. Linden?""He is your best friend, Sir.""Oh..." Andrew nodded. He knew that his illness was already at the most advanced stage, and it was only a matter of time until he forgot everyone. He took his medicines and walked into the living room.There, a man in a n
Last Updated: 2020-08-21
Chapter: The Donor (Part 1)Andrew only had six months left to live. The doctor diagnosed him with a brain tumor that had reached the terminal stage. Not wanting to die in vain, he decided to donate his organs. But he had a condition. He wanted to choose the person who would receive his heart.Among several international waiting-list patients that matched him, Andrew found a girl who had been in and out of hospital all her life. He found that this was because she was born with congenital disease and had to get not only a heart transplant but also a new liver and kidneys, all of which matched his. Andrew finally decided to meet this girl to see what she was like.Milena was a fine art major student who studied while working in a bookstore and gave piano lessons. Her parents died in a traffic accident two years ago, so ever since then, she had to support herself. Because she didn't have the money, she never had any hope of getting a chance to have a transplant nor surgery.Realizing that she
Last Updated: 2020-08-21
Chapter: Bab 15 - Maria Akan DipingitArya tak kuasa menahan air mata yang pelan-pelan menetesi pipinya. Sekarang ia mengerti mengapa ibunya sangat sakit hati.Selama dua tahun terakhir ini ibunya telah menahan diri dan puncaknya ketika Ayah memilih mengorbankan diri untuk menyelamatkan Maria, seorang anak orang asing, dengan meninggalkan istri dan anaknya sendiri...Ibu merasa sangat terpukul dan terluka.Di sisi lain, ia bisa mengerti situasi dan kesedihan ayahnya yang terpaksa harus meninggalkan perempuan yang ia cintai dan anak mereka, demi berbakti kepada orang tuanya...Ia sangat membenci tradisi kolot masyarakatnya yang masih melakukan perjodohan seperti itu... Sungguh, sudah ada begitu banyak hati tersakiti dan menderita hanya karena keegoisan orang tua.Tiba-tiba kepalanya terasa sakit karena memikirkan sebentar lagi Maria juga akan kembali dijodohkan. Dan kini setelah ia mengetahui alasan kebencian Ibu terhadap Maria, Arya menyadari Ibu tidak akan pernah ada di pihaknya.***
Last Updated: 2020-08-24
Chapter: Bab 14 - Rasa Sakit Hati IbuSejak memenuhi undangan ibu Hermand waktu itu, baik Arya maupun Maria teratur menjadi tamu di istana Residen. Nyonya Residen sangat menyukai keduanya dan sering mengundang mereka datang ke rumahnya untuk sekadar bercakap-cakap.Kadang ia akan membawa Maria menemaninya berbelanja pakaian gaun bagus-bagus. Hermand tentu saja senang melihat perkembangan ini. Pelan-pelan Maria pun terlihat mulai membuka diri kepada keluarganya.Melihat Maria disukai oleh istri residen, Ibu tak kuasa memperlakukannya dengan buruk. Ia tak berani menyinggung istri residen bila Maria mengadu kepadanya."Arya... kamu jangan sering-sering membawa Maria ke Ciwidey atau membiarkan Maria berkunjung ke rumah residen terlalu sering," kata Ibu pada suatu hari. "Ibu mengerti kau ingin menjauhkan Maria dari Ibu karena kau takut Ibu akan memperlakukannya dengan buruk."Arya tertegun mendengar Ibu bicara tanpa tedeng aling-aling seperti itu. Ah, ibunya sangat mengenalnya."Uhm... aku
Last Updated: 2020-08-24
Chapter: Bab 13 - Persahabatan BertigaDemi Maria, Hermand dan Arya bersikap baik di depan satu sama lain. Sepulang sekolah Hermand mengajak mereka ke Gedung Sate dan mempersilakan keduanya memilih buku-buku yang ingin dibaca.Hermand bukan kutu buku seperti keduanya, tetapi ia senang melihat wajah kagum Arya saat melihat koleksi di perpustakaan tersebut dan pandangan Maria yang berseri-seri saat membuka lembar demi lembar buku ilmu pengetahuan yang ada di rak khusus.Karena Maria sering sibuk dengan dunianya sendiri, apalagi saat ia tengah khusyuk membaca, mau tak mau Hermand hanya bisa mengobrol dengan Arya. Ia mula-mula menanyakan kabar mereka setelah ditinggalkan ayahnya dan situasi di rumah. Ia tak dapat membayangkan bila ayahnya sendiri meninggal dan ia harus menjadi kepala keluarga di usia demikian muda.Kalaupun itu terjadi, Hermand masih mempunyai dua orang kakak, sehingga bagaimanapun ia tetap akan memiliki pengayom bila orang tuanya tiada."Hmm... tidak terlalu baik. Ibuku menyalahk
Last Updated: 2020-08-24
Chapter: Bab 12 - Kembali BersekolahSuasana di rumah Adinata tidak pernah sama lagi sejak Ayah meninggal. Maria mengurung diri selama berhari-hari dan Ibu tampak sangat terpukul. Yang paling membuat Arya sedih adalah kenyataan bahwa pelan-pelan Ibu menyalahkan Maria atas kematian Ayah."Kalau Maria waktu itu tidak menghilang, Ayah pasti masih hidup..." kata Ibu berulang kali saat air matanya kembali mengalir mengingat kepergian suaminya."Sshhh... Ibu, jangan berkata begitu. Nanti Maria dengar..." bisik Arya sambil geleng-geleng kepala, "Maria sudah cukup menyalahkan dirinya sendiri, dan dia sama kehilangannya dengan kita. Kenapa Ibu harus menambah luka yang sudah ada? Menyalahkan seseorang tidak akan membawa ayah kembali....""Tapi itu benar!" tukas Ibu dengan mata merah dan bengkak, "Seandainya ia tidak pernah masuk ke rumah ini, keluarga kita tidak akan ditimpa kemalangan.""Astaga...! Ibu, aku tahu ibu sedang sangat sedih... Tapi tolong jangan pernah berkata begitu lagi... Maria itu ana
Last Updated: 2020-08-24
Chapter: Bab 11 - Kesedihan MariaIbu tiba tidak lama kemudian dan jeritannya yang pilu membuat hati Arya teriris-iris. Ia tak bisa menangis walaupun ia merasakan kesedihan yang sama seperti ibunya dan Maria. Saat ini ia harus kuat demi mereka.Ia memeluk ibunya yang menangis pilu sambil membenamkan wajahnya di dada Ayah yang bidang, kini terbujur kaku. Arya bisa melihat betapa ibunya sangat mencintai Ayah, walaupun selama 20 tahun hidup bersama, ada kesenjangan pemikiran di antara mereka.Ibu mengabdikan hidupnya untuk melayani Ayah dan mengurus keluarga. Ia sangat mencintai Raden Panji. Walaupun mereka menikah karena dijodohkan, di dalam hatinya tidak ada pria lain selain suaminya.***Pemakaman berlangsung khimad dan digelayuti kesedihan yang teramat sangat. Raden Panji adalah jaksa yang sangat dihormati dan rekan kerjanya banyak yang merasa kehilangan. Terlebih ia adalah menantu mantan bupati, sehingga sangat banyak pejabat dan bangsawan yang melayat ke acara pemakaman. Bahkan residen
Last Updated: 2020-08-24
Chapter: Bab 10 - Kabar BurukSaat mereka tiba di tempat itu 5 menit kemudian sudah banyak kerumunan orang dan beberapa mobil polisi. Arya yang panik segera melompat turun sebelum mobil berhenti sempurna. Ia berusaha berlari menerobos penjagaan polisi tetapi berhasil ditahan oleh beberapa petugas yang ada di sana.Untunglah Kapten Jannsen segera tiba dan memberi tanda agar mereka melepaskannya. Hermand mengikuti langkah Arya masuk ke dalam gudang gelap itu, polisi telah membawa obor dan menaruhnya di beberapa tempat sehingga pelan-pelan mereka bisa melihat apa yang terjadi.Di sebuah sudut mereka melihat Maria berlinangan air mata sedang memeluk ayahnya. Raden Panji terkulai tak bergerak dalam dekapan Maria yang terlihat kusut dan semrawut. Darah terlihat mengalir mengotori pakaiannya dan lantai tanah di bawah tubuhnya."Maria...." Arya cepat menghampiri Maria dan memeluknya. Di dalam kepalanya ia segera dapat memperkirakan apa yang terjadi. Maria diculik penjahat dan mereka mengirim surat k
Last Updated: 2020-08-24