Tarjo & Sukinah
Tarjo bertemu Sukinah pertama kali pada kelas empat sekolah dasar. Pertemuan itu membuat mereka bersahabat erat. Sukinah lalu pindah sekolah tanpa memberi kabar kepada Tarjo, mereka tak pernah bertemu lagi. Kepindahan Sukinah itu menjadi misteri bagi Tarjo setelah dia mendapati rumah Sukinah dipenuhi garis polisi. Misteri itu terkuak ketika mereka dipertemukan lagi di SMA yang sama.
Sukinah adalah buah dari pernikahan yang tak direstui oleh adat. Ayah Sukinah adalah pemuda dari sebuah desa di pesisir pantai Pariaman. Ibu Sukinah adalah kembang desa idaman. Perbedaan adat pernikahan di Pariaman dan ketidaksanggupan secara ekonomi telah membuat mereka nekat menikah tanpa direstui oleh ninik mamak masing-masing. Pernikahan yang dilandasi cinta yang suci itu ternyata tidak memberikan kebahagiaan namun memberikan petaka kepada mereka. Ibu Sukinah diperkosa, mati dibunuh dan dihanyutkan ke sungai. Pembunuh ibu Sukinah adalah ayah dari Akhdan, teman sekelasnya ketika di sekolah dasar. Ayah Akhdan kemudian dibunuh oleh Ayah Sukinah, peristiwa itu membuatnya masuk ke dalam penjara. Sukinah menjadi sebatang kara.
Setelah mengetahui misteri dan mirisnya hidup Sukinah, membuat Tarjo mematrikan diri untuk tidak membuat hati Sukinah yang rapuh itu tidak terluka lagi. Namun petaka belum selesai. Akhdan masih menyimpan dendam atas kematian ayahnya. Hidup Akhdan kalap, ayah mati terbunuh dan ibu kawin lagi telah mengantarkannya ke gemerlap dunia malam dan dendam yang semakin menjadi-jadi kepada Sukinah. Pada satu kesempatan ketika tak ada Tarjo di samping Sukinah, Akhdan yang sedang mabuk menculik sukinah dan mencoba membunuhnya. Kejadian itu segera diketahui oleh orang-orang. Sukinah berhasil diselamatkan, namun Akhdan meninggal karena kecelakaan ketika mencoba melarikan diri dari kejaran massa.
Setelah semua peristiwa yang mengiris hati itu, Tarjo yang mencintai Sukinah dalam diam sejak SMA dulu, mengungkapkannya melalui sebuah prosesi lamaran pernikahan. Sukinah juga menyimpan cinta kepada Tarjo dan menerima lamaran tersebut. Setiap orang merestui pernikahan mereka. Petaka kemudian berhenti dan digantikan oleh sebuah kebahagiaan.