Chapter: Cerita 8 - Gara-Gara Tuan PutriLemah.Dalam waktu singkat, aku berhasil mengalahkan dua orang lagi. Tidak kuduga peserta yang mengikui battle royale bisa selemah ini. Kalau ini dibandingkan dengan petarung pasar dunia gelap, mereka hanyalah petarung biasa, bukan petarung yang hebat.Kalau aku harus memberikan penilaian, mungkin kuda-kuda dan gerakan mereka cukup bagus, kalau menggunakan standar sekolah kesatria atau semacamnya. Namun kalau menggunakan standar praktis di lapangan dan pertarungan, mereka payah. Mereka benar-benar melekat pada buku "bagaimana cara bertarung sebagai kesatria". Dengan kata lain, mereka terbiasa berlatih melawan orang yang juga dari sekolah kesatria. Mereka kurang atau bahkan tidak memiliki pengalaman melawan seseorang yang tidak berasal dari sekolah kesatira. Yah, setidaknya aku sudah membuktikan satu rumor.
Last Updated: 2020-10-01
Chapter: Cerita 7 - Calon Sang Tuan Putri?~Emir POV~Akhirnya, momen untukku berpartisipasi dalam battle royale telah datang. Dengan bantuan Lugalgin, aku yakin aku bisa menang. Seandainya saja aku boleh berpartisipasi sendiri, pasti aku sudah berpartisipasi dari dulu. Sayangnya ayah tidak memperbolehkannya.[Dan peserta terakhir kita, Lugalgin Alhold, adalah peserta yang mewakili Tuan Putri Emir Falch Exequoer. Lugalgin Alhold adalah seorang lulusan SMA Eksas dan memiliki nilai ujian teori tertinggi di Kerajaan Bana'an. Tapi dia lain pihak, dia adalah seorang inkompeten. Di lain cerita, ini adalah pertama kalinya Tuan Putri Emir Falch Exequoer berpartisipasi dalam Battle Royale. Apakah yang Tuan Putri Emir lihat dari partisipan Lugalgin Alhold ini? Mari kita saksikan bersama.]Eh, kok singkat sekali? Apa tidak ada hal yang la
Last Updated: 2020-09-30
Chapter: Cerita 6 - Mengenal Tuan Putri"Wah, kakak benar-benar berpartisipasi sebagai Regal Knight tuan putri Emir.""Ibu tidak menyangka kamu mengenal tuan putri Emir, gin.""Wah, putra ayah diam-diam ternyata hebat juga ya."Ninlil, ibu, dan ayah datang ke ruang tunggu yang disediakan untuk para Regal Knight. Ruangan ini cukup mewah. Sebuah sofa panjang, proyeksi tv yang cukup besar di ujung ruangan, mesin pembuat kopi, teh, dan minuman lainnya.Ninlil Alhold, adikku, adalah perempuan yang lebih mudah empat tahun dariku. Berbeda denganku yang memiliki rambut coklat seperti ibu, dia menuruni rambut hitam berkilau ayah. Rambut panjangnya dikuncir dengan sebuah pita biru muda yang senada dengan gaun pestanya. Warna matanya juga menuruni ayah, hijau kebiruan. Dari matanya ya
Last Updated: 2020-09-29
Chapter: Cerita 5 - Saling Mengancam dengan Tuan PutriAkhirnya ayah, ibu, dan Ninlil sudah berangkat untuk menghadiri acara di istana. Meski semalam aku pulang larut, mungkin lebih tepatnya pagi, ibu tidak mengomel. Mungkin ibu berpikir setelah pulang dari pesta di sekolah, aku menghadiri pesta lain di rumah teman.Dan lalu, aku, dengan menggunakan alasan kecapekan karena pesta, berhasil menetap di rumah untuk tidur tanpa perlu melakukan kegiatan apapun. Yah, itu rencana awalnya. Namun karena ada pekerjaan tambahan dari Emir, aku terpaksa menyisihkan jadwal yang itu. Sekarang, aku mencari cara mencuci pakaian di internet.Aku menggunakan komputer di atas meja belajar. Komputer ini bukanlah komputer antik, melainkan komputer normal yang biasa ditemui. Sebuah kotak seukuran bungkus rokok yang menampilkan proyeksi ke dinding untuk layar. Keyboardnya juga proyeksi di atas meja.
Last Updated: 2020-09-28
Chapter: Cerita 4 - Citra Tuan Putri"Baiklah, sebelum aku menjelaskan mengenai kemampuanku, aku ingin bertanya satu hal.""Apa itu?"Tuan Putri Emir membalasku dengan posisi masih tiduran di atas jalan. Aku? Masih duduk di sebelahnya."Bagaimana kita akan pergi dari sini? Tidak, biar aku ganti pertanyaanku. Bagaimana aku bisa pergi dari sini? Jalannya sudah hancur. Aku berani bertaruh di depan sana jalanan pasti juga sudah hancur kan?.""Ah, iya. Kamu benar juga. Dan lagi,"Tuan putri Emir kembali melihat ke celananya. Ketika melihatnya, dia berusaha menahan agar air matanya tidak keluar lagi."Lugalgin, apakah di rumahmu ada orang?"
Last Updated: 2020-09-27
Chapter: Cerita 3 - Tuan Putri Palsu?"A, apa maksudmu? Ini aku, Emir! Emir Falch Exequeror! Putri dari Raja Fahren Falch Exequeror! Salah satu klienmu!""Tidak mungkin!" aku menolak mentah-mentah. "Tuan Putri Emir seharusnya berada di ruangannya saat ini, tertidur lelap karena besok dia harus menghadiri battle royale.""I, itu ...."Aku mengeluarkan sebuah informasi. Besok Tuan Putri Emir, sebagai keluarga kerajaan, harus menghadiri battle royale, acara terpenting kerajaan yang diadakan tiga tahun sekali. Tidak mungkin seorang tuan putri yang harus hadir pada acara sepenting itu keesokan hari berada di tengah medan perang pada malam sebelumnya."Jawab! Siapa kau? Dan apa tujuanmu menyamar menjadi Tuan Putri Emir?""Apa
Last Updated: 2020-09-27