Chapter: Bagian 2Kuhempaskan tubuhku di ranjangku, sesekali kulirik telepon genggam kesanyanganku yang tak kunjung ada pesan atau panggilan masuk, yaa telepon genggam oppo A71 2018, dan itu sudah ketinggalan zaman tapi itu takkan terganti karna itu adalah telepon genggam yang baru pertama kali ku beli dari hasil keringatku sendiri. Tringgg.... Tringgg... Ya itu bunyi hp ku, dan itu adalah panggilan dari kekasihku Riko. Kami terpisahkan jarak karena tuntutan kerja, dan bagiku itu tidak masalah supaya kami bisa mengumpulkan uang untuk pernikahan kami. Oh hayalanku yang begitu jauh, hehe. "Halo sayang, baru pulang kerja ya?" Tanyanya sambil tersenyum, dan itu sudah bisa membuatku merona, aku sungguh lebay bukan, haha. "Ah iya, dan hari ini aku sangat lelah dan kesal" kataku sambil memajukan bibirku. "
Last Updated: 2020-11-03
Chapter: Bagian 1Yona yang baru saja di pindahkan ke tempat kerjanya yang baru, harus mengadaptasikan dirinya dengan suasana dan teman yang baru. Bagi seorang Yona yang pandai bergaul dan humoris, bukan hal yang sulit untuk mendapatkan teman. Sudah sebulan Yona bekerja di tempat yang baru, dan dia nyaman bekerja disana. Yona berlari menghampiri teman-temannya yang sudah lebih dulu tiba. "Hai gays, apa kalian merindukanku?" Kata Yona mengejutkan temannya, karna mereka libur sabtu minggu. "Siapa juga yang merindukan orang gila sepertimu, malah enggak ada kamu lebih menyenangkan dan damai" canda Sarah salah datu teman Yona. Sarah belum sempat membuat ancang-ancang, Yona langsung mendaratkan jitakan andalannya di jidat sarah. "Hei manusia purba, jangan bilang kau tidak merindukanku, tanpaku hidupmu terasa hampa, karena jika tidak ad
Last Updated: 2020-11-02