Chapter: PROLOG Terre menggores telapak tangan kirinya menggunakan belati. Darah segar yang keluar pun, sengaja ia biarkan menetesi bagian inti dari gambar spell di tanah.Sementara sosok lelaki yang kini terbaring lemah dengan luka di beberapa bagian tubuh itu, berusaha bergerak mendekati kekasihnya, Terre. Sebisa mungkin ia harus menggagalkan rencana Terre."Terre, kau tidak bisa melakukan ini," ujarnya lemah."Aku tidak bisa membiarkanmu mati dengan cara seperti ini, Lean!" Terre menunduk, lalu menggeleng pelan. "Tidak dengan anak dalam perutku juga."Napas Lean kian mengikis. Tubuhnya tak kuat lagi untuk bertahan. Hanya air mata yang mengalir sebagai bentuk dari luapan emosinya saat itu."Ke-kenapa se-seka-rang ...," kata-katanya terpotong. Lean menahan rasa sakit yang terus menyerang tanpa jeda. "A-anakku ....""Aku ingin dia hidup dan tumbuh dengan baik, Lean. Dan jika kau tidak ada di sisinya, dia pasti akan mati di tang
Last Updated: 2020-11-02