LOGIN18+ Ini kisah tentang Putri, yang memiliki nama panjang Putrisya Rahayu. Gadis barbar berparas cantik yang harus hidup dijalanan sebagai seorang pencopet. Ini juga kisah tentang Azka. Jangan tanya nama panjangnya siapa, nanti dia marah. Pria berhati dingin dengan sikap arogannya.Bercerita tentang perjuangan Putri untuk mendapatkan cinta seorang Azka yang mencintai kakak sepupunya. Putri tak pernah gentar meruntuhkan dingin dan kokohnya tembok pertahanan hati Azka yang masih di singgahi oleh Rubbi.Sikap dingin dan penolakan Azka berkali-kali tak membuat Putri menyerah. Bagi Putri selama Azka masih suaminya, selama Azka tidak menceraikannya, Putri akan terus berjuang mempertahankan rumah tangga nya.Siapkan hati yang mandiri untuk membaca cerita ini. Hati-hati jantung Anda, mohon selalu dijaga. Serangan baper, kesal, gondok akan terus menyerang tanpa henti.
View MoreAzka Rain Pratama
Aku tertarik pada putra sulung om Salman rekan kerja ayahku, Rubbi namanya. Kupikir Rubbi lah yang akan dijodohkan denganku. Bukan gadis pencopet yang dengan tiba-tiba datang dikehidupanku yang tenang ini. Di malam perjodohan kami saja dia sudah berani meninju perutku. Ahhk sial!
Putrisya rahayu
Aku terkejut dijodohkan dengan azka, aku tahu dengan jelas jika Azka tertarik dengan putri sulung om Salman bukan padaku, dan aku sadar Rubbi memang jauh lebih cantik dariku. Aku hanya berandal jalanan yang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Rubbi, aku sadar itu. Jadi, apa dia harus mengataiku? Mengataiku gadis pencopet. Selalu membanding-bandingkan ku dengan Rubbi dalam segala hal. Membuatku kesal saja! Ya.. Walaupun aku sempat terpesona dengan ketampanannya.
PoV. AuthorMalam ini Azka sangat kelsal, sudah beberapa hari ini Putri tak mau lagi sekamar dengannya, entah apa penyebabnya. Gadis itu ternyata lebih memilih tidur di sofa daripada dikamar bersamanya. "tidur didalam,"Azka berujar sembari lewat ke pantry. "nggak mau. "Kata Putri yang tak memutuskan pusat perhatiaanya pada layar televisi di depannya." hampir seminggu kamu nggak mau tidur lagi di kamar, kenapa si? Udah mulai nggak sabaran aku sama kamu," Azka mearik paksa Putri dari berbaring sampai terduduk."kamu tuh ya.. harusnya kamu tuh senang aku balik ke sini kan kamu jadi leluasa tuh tidur di... AAAaaa" Putri meronta-ronta saat Azka membopongnya kea rah kamar dan melemparnya ke atas Kasur seperti sekarung beras. Akibatnya baju tidur Putri terangkat dan memperlihatkan setengah perutnya serta celana dalamnya.Azka seketika terdiam merasakan sentuhan kulit paha Putri di lengannya. Sat
PoV. AuthorSemua karyawan perempuan hari ini terlihat sangat aneh, mereka menatap Putri sinis. Beberapa orang bahkan mencibirnya seolah ia telah melakukan kesalahan yang fatal. Apalagi, saat ia melewati gerombolan Ani dan kawan-kawan. Tak lama Aji ikut bergabung, duduk di meja yang sama dengan Putri dan Mitha. Jangan tanya lagi kenapa Aji masih tetap bekerja, Azka sudah membatalkannya beberapa hari lalu, dengan syarat tentunya Aji tidak boleh mangkir dan menggoda karyawan lain. Meski yang tersirat sebenarnya adalah jangan pernah mendekati Putri.Dan... Akhirnya pertanyaan di otaknya tentang tatapan sini itu terjawab setelah Aji mengatakan bahwa tersebar gosip tentang Azka dan Putri mesra-mesraan di ruangan bos mereka itu. Putri melongo mendengarnya. Mulutnya berbentuk huruf 0. Secepat itukah kabar itu beredar? Dasar wanita bermulut ember!, Umpat Putri dalam hati.
PoV. AuthorDua hari berlalu setelah Azka pulih, mereka kembali ke rutinitas biasanya yaitu pergi kekantor. Malam itu, tidak terjadi apapun. Putri menolak Azka dengan alasan kesehatan Azka yang tidak memungkinkan untuk melakukan itu. Walaupun alasan yang membuat Putri menolak sebenarnya adalah kemungkinan perceraian mereka akan terjadi cepat ataupun lambat, jelas ia tidak mau menjadi pihak yang banyak di rugikan. Logika saja.Setelah makan siang hari ini, Putri dan Mitha mengobrol dengan salah satu teman mereka yang bernama Aji. Pria itu terus saja menggombali Putri terang-terangan. Sejak tadi Putri dan Mitha tak henti-hentinya tertawa mendengarnya."Ehem.. jam makan siang sudah habis, ngapain masih cekikikan disini?" Tanya Azka dingin."Iya nih pak, ini karen
PoV. AuthorAzka meremas rambutnya. Jawaban dari Putri tadi benar-benar mengganggu benaknya. Bahkan rasa tidak terima menggerogoti hatinya, miliknya telah direnggut orang lain."Ka?" Adit menghampiri Azka yang tadi menelponnya untuk menemaninya minum, ia merasa ada yang tidak beres dengan sahabatnya satu itu. Azka bukan tipe pria yang suka minum minuman keras, hanya masalah berat yang mampu membawanya ketempat seperti itu."Ada apa, Ka?" Azka duduk di depan Azka sambil menatap penuh tanya. Azka terlihat sangat kacau."Dia..." Azka terus meminum minuman nya lagi dan lagi sambil meracau tak jelas."Udah, Stop!" Adit merampas gelas dan botol itu, lalu memanggil bartender untuk membawa botol dan gelas itu menjauh."Sebenarnya kenapa, ha?" Tanya Adit lagi.