Mag-log inDemi sebuah janji akan kesetiaan, untuk kesekian kalinya Irish terluka. Janji tinggal janji, nyatanya, janji semanis madu itu berubah sepahit empedu. Penantian Irish selama 4 tahun, berakhir sia-sia. Kekasih yang telah menjanjikan hal manis padanya, memilih memadu kasih dengan wanita lain, meninggalkan Irish dengan sakit hatinya dan menunggu janji yang telanjur berucap.Akhirnya, Irish nekat, demi janji, demi cinta, demi masa depan. Irish menjadi 'pelakor' di hidup Galen dan istrinya.Iris bertekad Galen kembali menjadi miliknya!Bisakah Galen kembali, atau perjuangan Irish akan sia-sia?
view moreSeharusnya Irish membenci Galen. Karena ia hanya dijadikan lelaki ini, buat menampung buangan alias menampung spermanya saja.Dan mulai sekarang, Irish bertekad tak terpengaruh atau terhasut semua bualan gila Galen. Biarkan saja, toh Galen juga sudah punya hidup sendiri, sudah punya istri. Harusnya Galen lebih memprioritaskan kehidupannya, bukan harus flashback. Ikhlas tak ikhlas, Irish harus menerima jika ia dan Galen memang tak ditakdirkan bersama. Semua cerita mereka, hanya menjadi kisah manis saat menjalani masa putih abu-abu yang penuh huru-hara.Pagi ini, Irish bertekad akan mengabaikan Galen dan tidak akan mengubrisnya. Gadis itu akan menjalani hidup normal dan mulai hidup dengan tenang. Tak perlu terlalu mengurusi masa lalu yang hanya akan merugikan dirinya. Tak ada untung sama sekali."Kebiasaan lu ye pagi melamun, siang melamun, boker melamun, makan melamun." Irish hanya memandang Welly malas."T
Irish yang masih menunduk, tiba-tiba merasakan seseorang memakaikan syal yang ia pakai, untuk menutupi dosanya. Irish berbalik, air mata sudah mengenang di pelupuk matanya."Bubar!" suara Declan menggelegar. Kumpulan yang melingkar, langsung berhamburan seperti semut.Gadis itu berbalik, dan melihat Galen tersenyum hangat padanya, dan menepuk-nepuk belakang Irish."Fuck you!" Emery bangun, dan mendekati Irish dan sempat menarik rambut gadis yang sedang terguncang hebat.Declan dan Galen dengan cepat memisahkan Emery yang sedang mengamuk, seperti gajah dan Irish yang sangat pasrah. Niat hati, mau balas ke Emery, malah Irish yang kena batu kerikilnya.Irish masih menunduk, ketika ia masih mendengar suara teriakan Emery yang menyumpahinya."Fucking slut! We never ever be friends." kata-kata Emery membuat tubuh Irish merinding. Ia akan merusak hubungan rumah tangga Emery, atau
Irish menyatukan kedua tangannya, sambil meremas pelan. Dan menggosok-gosokan tangannya seolah ia sedang berada di cuaca dingin yang ekstrim.Untuk menutupi semua dosa-dosanya, Irish memakai syal, dan harus berpura-pura pilek, agar bisa mengelabuhi yang lain dan berkata sakit, sehingga tak ada yang melihat lehernya yang terdapat banyak ukiran Galen.Menarik napas panjang, akhirnya Irish mengetuk pintu bos besar dan membukanya. Irish menelan salivanya, pose Declan yang duduk di kursi kebesaran sambil serius melihat laporan di kertas berjilid hijau tersebut menambah kesan dan aura yang begitu menarik, menandakan lelaki pekerja keras dan penyanyang keluarga. Andai, Declan masih muda Irish tak segan melabuhkan hatinya, walau ia sadar ia hanya seorang gadis miskin, dan tak bisa melupakan cinta pertamanya begitu saja. Cinta pertama yang akan ia lakukan apa saja, agar Galen kembali ke pelukannya.Semalam, saat Galen pulang, Irish terus berpiki
Terdiam. Galen terdiam di samping Irish yang terisak. Nasi telah menjadi bubur sum-sum, bahkan jika ditambah gula merah sebagai pemanis Irish menjamin rasanya berubah hambar bahkan pahit. Gadis itu hanya mampu terisak. Dan Galen hanya duduk berjongkok di samping Irish tak tahu harus berbuat apa. Mereka yang sudah siap penetrasi dan mengarungi kenikmatan bersama, malah menghentikan semuanya. Galen dan Irish sama-sama sadar, ini salah. Nafsu tak boleh melemahkan akal sehat. Jadilah, keduanya terduduk sambil terdiam dengan posisi yang sama-sama bugil. Keduanya tak ada yang berinisiatif untuk sekedar memakai kembali pakaian keduanya. Dan Irish hanya terisak, ia hampir kelepasan, dan baru sadar ia akan menyerahkan harga dirinya sia-sia yang akan membuatnya menyesal seumur hidup. Galen merapatkan tubuhnya ke arah Irish dan memeluknya dari samping. Ia mencintai Irish, ia tak ingin merusak Irish, cukup tanda merah di bagian