MasukTruth or Dare. Syila pilih Dare. Tantangannya; Syila harus mencium orang pertama yang ia lihat begitu keluar dari toilet. Jaguar Adytama, laki-laki yang mendapat ciuman Syila, sekaligus menjadi pria pertama Syila. Jake si aktor tampan yang terkenal dengan skandalnya bersama ratusan wanita.
Lihat lebih banyakKOSONG.Tidak ada Syila di kamar itu."Lo yakin, ini tempatnya?" tanyanya pada seorang laki-laki bermantel hitam panjang yang menyembunyikan kedua tangannya ke saku celana.Evan hanya diam, dia melangkah masuk dan menemukan sebuah ponsel yang ia ketahui pasti sebagai ponsel adik sepupunya."Cerdik," komentarnya seraya menyalakan ponsel itu dan melihat langsung video berdurasi tiga puluh detik yang dimainkan adik sepupunya dengan aktor papan atas Indonesia."Itu punya Syila, kan? Terus ke mana anaknya?"Evan hanya diam saja, dia menatap satu pesan yang belum dibaca di ponsel Syila. Sedangkan Rein mulai menghubungi seseorang di seberang sana.Evan tidak memedulikannya. Dia menatap pesan itu dengan ekspresi tak terbaca."Batalin pertunangan kalian, kalau lo mau dia balik ke lo, Rein!"
"DI mana dia?" tanyanya pada seorang laki-laki berseragam pelayan yang kini menunduk hormat seraya menunjuk pintu toilet wanita. "Ada orang lain di dalam?""Tidak ada, Tuan."Jake mengangguk puas. "Mana obatnya?"Pelayan itu menyerahkan dua buah botol pada Jake yang diterima tanpa banyak tanya. Jake tahu botol-botol apa yang diberikan pelayan itu padanya.Dia sudah pernah bercerita, bukan? Ada keluarga Adytama yang bergerak sebagai mafia, pengedar narkoba, bahkan penjual obat-obatan haram. Jake jelas memahami obat apa saja yang mereka jual. Itu mengapa, Jake juga berani menggunakannya.Satu; obat bius.Dan yang satunya lagi; obat perangsang.Bukan salah gue, kalau gue sampai makai obat-obat ini cuma buat dapatin lo, Syila!***
KELAB menjadi tempat yang membuat Syila sedikit waspada. Mengingat kesialan pertama yang membawanya mengenal Jake berasal dari tempat ini. Kali ini ia harus waspada, kalau kejadian seperti dulu tidak mau terulang kembali.Walau seharusnya dia bisa sedikit lega. Ada Rein yang sejak tadi mengawasinya dari sana, laki-laki itu walau kadang terkesan tak acuh, tapi dia sebenarnya sangat peduli pada Syila."Mau main ToD lagi, Syil?" Pertanyaan Diandra dibalas dengan gelengan panik.Rein yang sejak tadi menyimak tersenyum miring. "Dia payah, pasti milih Truth daripada Dare.""Eh, iya?" Diandra mengamati wajah Syila. "Bukannya dulu lo milih Dare, ya?"Rein mendelik. "Dare-nya disuruh apa?"Diandra tampak berpikir sejenak sebelum menjawab, "Nyium orang pertama yang dia lihat waktu keluar toilet." Diandra nyengir kuda. "Yang lo cium dulu c
"KALIAN berdua lama banget, abis ngapain aja, tuh?" Dengan nada curiga, Diandra mendelik ke arah Syila dan Rizki yang tertawa hambar mendengar kalimatnya."Ki, bukannya lo udah punya pacar, ya?" tanya Adam tiba-tiba.Rizki menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya. "Iya.""Hah? Terus, ngapain aja lo sama Syila tadi, ha? Lo grepe-grepe dia, ya?" tuduh Diandra, masih tak mau menyerah juga.Seseorang yang sejak tadi diam, kini berdeham cukup keras untuk menarik perhatian. Terutama perhatian Syila.Syila berjengit, dia menatap laki-laki itu dengan ekspresi horor. "Sini," titahnya dengan suara tertahan yang membuat Syila menghela napas kasar.Syila mendekati laki-laki itu, lalu duduk di sebelahnya. Diandra yang melihat mengernyitkan dahinya curiga."Lo kenal sama dia, Syil?" tanyanya, dengan ekspresi bego yang membuat laki-laki itu memamerkan senyum y