FAZER LOGINKetika suami tak mampu lagi memberikan kepuasan, apa yang akan dilakukan istrinya di belakang? Benarkan jusdtru orang-orang terdekat suaminyalah yang akan menggantikan posisinya sebagai pemuas di ranjang?
Ver mais"Bu Adit, jangan tanya pesanan saya ya. Ini sengaja tidak saya tawarkan pada Ibu. Ini surprise dari saya untuk Ibu karena Ibu sangat cantik malam ini, eh, sore ini,” dan tanpa ragu, tangannya yang berbulu lebat itu meraih tanganku dan meremasnya. Ah.., Bapak ini PD-nya kelewatan, begitu bathinku."Dan maaf, saya telah merepotkan Bu Adit,” lanjutnya berkaitan dengan pemerasan lewat telepon yang dia lakukan sore tadi padaku.Dia perhatikan aku sepenuh mata dan hatinya. Dia juga perhatikan aku sepenuh laparnya seekor serigala lapar. Aku merasa seakan hendak dikunyah-kunyahnya. Seakan hendak dia telan bulat-bulat. Aku merasa dia seakan mendapatkan makanan yang terlezat dengan mendapatkanku sekarang ini. Kurasa air liurnya tak lagi tertahankan untuk mulai merobek-robek diriku.Aku berusaha tenang, walaupun sesungguhnyalah aku merasa "nervous,” agak takut, agak gemetar. Tetapi, t
Ini merupakan acara rutinku dalam rangka mengisi kegiatan di rumah. Sekitar pukul 12 siang, setelah mengurus tanaman, terasa perutku sangat lapar. Dari lemari es kuambil persediaan sirloin steak 200 gram di chiller. Dalam 20 menit aku sudah menghadapi seporsi besar steak lengkap dengan tumis buncis dan kentang goreng. Dengan penutup orange juice dan segelas besar air mineral, aku makan besar siang ini hingga kekenyangan. Kubaca koran pagi yang belum sempat kubuka lembaran-lembarannya.Pukul 3 siang, tetanggaku, Bu Tommy mampir ke rumahku untuk meminjam alat pemotong bunga. Di halaman, kami mengobrol tentang berbagai tanaman yang kurawat hingga selalu nampak sehat dan berbunga indah. Pada pukul 4 sore terdengar dering teleponku. Bu Tommy pamit, kemudian aku masuk mengangkat telepon itu."Selamat sore, Bu Adit,” kudengar suara bariton di ujung telepon."Masih ingat saya..,?"
Aku cepat meraih kontolnya yang sebesar pentungan satpamnya. Kuelus dengan jari-jariku dan kulihat wajahnya. Dia menutup matanya menikmati sentuhan jari-jari lembutku. Aku senang dia menutup matanya itu. Bibirku mendekat, kuulurkan lidahku ke belahan lubang kencingnya. Kurasakan, lidahku merasakan sebagian air kencingnya yang masih tertinggal di belahan lubang itu. Aromanya mendekati bir yang baru terbuka botolnya. Keras dan ada sedikit pesingnya. Kujilati hingga bersih dari sisa-sisa tetesan air kencingnya. Aku sangat menikmati kesempatan langka ini.Kulihat kembali wajahnya. Ternyata dia telah membuka matanya dan memperhatikan lidahku yang sedang menjilat-jilat."Bu Adit, enak banget ketika bibir Bu Adit menyentuh kontol saya. Dan ketika lidah Ibu menjilat.. aku tidak pernah membayangkan ada wanita secantik Ibu mau menjilat kontol saya. Bahkan sisa-sisa kencing saya, Bu,” kata Basri sambil tangannya mengelus
Terus terang aku jadi sangat bernafsu menjalani sandiwara ini. Ini merupakan skandal terbesar sejak aku selingkuh dengan Randy. Ini merupakan pertaruhan dengan risiko terbesar selama aku berani berkhianat pada Mas Adit, suamiku. Darahku terasa menggelegak.Jantungku berdegup keras. Aku gemetar sejadi-jadinya. Perasaan birahi yang menggelegak campur aduk dengan rasa takut tertangkap orang di kampungku, bercampur aduk."Bu Adit, kita keluar yuk.”"Nggak, ah. Di sini saja. Aman, deh. Tenang saja..,” aku menjawab sambil tersenyum dan mendekatkan bibirku ke bibirnya.Kami berpagutan dengan penuh nafsu. Aku sudah tidak tahan untuk tidak meraba selangkangannya. Aku mendesah. Tangan kiri Basri memeluk pinggangku, sementara tangan kanannya mulai bermain meremas-remas payudaraku yang masih terbungkus dalam blusku. Kuraba selangkangan itu."





