MasukWerren masih saja mengelus perut Ana, bahkan telapak tangannya sering naik dan meremas gundukan lembut milik gadis itu. Ana tidak fokus menonton akibat perbuatan Werren.
Werren duduk setelah pria yang menemaninya, Anton… masuk di damping oleh seorang perempuan lain yang membawa tiga cangkir teh panas untuk mereka. Dia sering bertemu dengan wanita seperti Rose. Hanya saja, yang membedakan Rose dengan wanita lain adalah profesinya. “Jadi, langsung saja. Apa yang ingin kau bicarakan tentang mantan atasanku itu?” tanya Rose tertarik.
Werren dan Ana tidak perlu membawa banyak barang, dia tidak ingin membawa pakaian Ana dari vila itu. Untuk menyamarkan jejak bahwa mereka akan pergi, Werren tidak percaya jika mereka tidak akan kembali untuk masuk lagi ke dalam vila ini.Ana sedang membuat sarapan untuknya dan Werren, kali ini dia hanya membuat wafel di siram dengan madu serta teh panas untuk mengisi perut mereka sebelum pergi.
Werren langsung menghubungi Ana ketika menderima pesan itu, dia juga langsung berlari meninggalkan ruangan kerjanya dan langsung naik lift menuju tempat parkir. Tanpa pengawalan, Werren langsung mengemudi menuju vila miliknya. Ana masih tidak mengangkat panggilannya dan itu membuatnya semakin khawatir. Dia mengemudi sangat kencang sampai di peringati oleh petugas kepolisian.
Werren sedang dalam perjalanan, dia baru saja meninggalkan vila miliknya. Dengan airpods terpasang di telinganya, dia akan membiarkan Ana mendengarkan apa yang dia bicarakan selama di perjalanan atau ketika sampai di tempat pertemuan mereka.Dari keterangan Ana, tempat yang di atuju sekarang adalah markas pusat mereka. Maka dari itu, Werren membawa pengawal dan senjata api untuk berjaga-jaga, walaupun dia tahu kecil kemungkinan Burke akan melakukan sesuatu yang merugikannya.
Sesampainya di Washington, Werren langsung pergi ke vila miliknya. Dia memperhatikan pemandang di sekeliling ketika perjalanan pulang. Werren menemukan beberapa mobil van berwarna hitam yang terparkir cukup aneh.Semuanya memiliki kaca sangat gelap sampai dia tidak bisa melihat pemandangan di dalam. Itu cukup aneh untuk mobil yang berada jauh dari tengah kota karena rata-rata orang di sini memiliki kaca mobil nyaris transparent karena mereka suka menyapa satu sama lain ketika bertemu.
Malam yang sama sejak dia ditinggal oleh Werren, Ana tiba-tiba terbangun. Walaupun dia mendengar suara yang sangat kecil, Ana langsung waspada. Dia langsung merapihkan tempat tidurnya dan membersihkan jejaknya dari dalam kamar itu. Dia langsung berjalan pelan menuju ruangan CCTV tetapi tidak menemukan apapun di sana.Suara aneh itu masih terus saja terdengar, dia mendengar seperti suara langkah aneh tetapi setahunya rumah Werren memiliki keamanan tinggi tidak mungkin ada yang bisa masuk tanpa alarm berbunyi sedikitpun