Share

My Ex-Boyfriend
My Ex-Boyfriend
Author: keynaazura

Prolog

Author: keynaazura
last update Petsa ng paglalathala: 2020-08-01 19:27:46
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • My Ex-Boyfriend   13. Peduli Tidak Peduli

    Elang terdiam beberapa saat. Tidak langsung percaya apa yang dikatakan oleh Alea. Dia mengedipkan mata berkali-kali kemudian mengusap telinga hingga terkesan memaksa."Lo ayan?" Kali ini alea yang bertanya. Cewek itu terus melihat tingkah aneh pacar barunya. "Mau dibawa ke RSJ?""THT." Tukas Elang. Matanya memandang Alea dengan jiwa setengah gila, "Bawa gue ke dokter THT."Apa gitaris Blue Band nasi goreng itu sudah tidak waras? Kenapa malah minta periksa kuping? Seharusnya dia dibawa ke rumah sakit jiwa karena kewarasannya yang meragukan. Cowok itu seperti linglung setelah Alea mengucapkan maksudnya.Alis Alea berkedut. Cewek itu percaya bahwa saat ini ada yang sedang membicarakannya, dia bergumam, "Pasti dukun beranak lima.""Kenapa malah dukun?" Elang menjawab lagi. Dia sekarang sadar bahwa yang barusan di dengar itu benar. "Coba bilang sekali lagi.""Apaan?"

  • My Ex-Boyfriend   12. Jadian

    Benar-benar hari yang melelahkan. Sejak pagi Alea bermain kucing-kucingan karena terus menghindar dari cowok tengil yang mengaku sebagai pacar sepihaknya. Sejak memutuskan bahwa Alea pacarnya Elang selalu ngintil seperti anak kehilangan induknya. Membuat Alea merasa sebal setengah mati.Seperti saat ini. Cewek itu menahan napas saat Elang berdiri sambil mengedarkan pandangan—mencarinya. Alea berjongkok di bawah bangku taman menutup hidung. Benar-benar takut sampai tak sadar sudah memperlakukan Elang seperti vampir yang akan tau hanya dengan mendengar deru napasnya.Celingak-celinguk, Alea bernapas lega saat matanya tak menangkap keberadaan Elang lagi. Dia berdiri, mengelus dada berkali-kali kemudian berbalik, hendak menyusul Rista ke kantin sekolah."Untung gak ketahuan.""Ketahuan siapa?" Baritone itu mengejutkan. Alea melotot saat Elang sudah berada di depan wajahnya sambil menyeringai setan. "Kok

  • My Ex-Boyfriend   11. Status Sepihak

    Tidak bisa diungkapkan segugup apa Alea sekarang. Berdiri di atas panggung dengan balutan dress selutut yang menggelembung di bagian bawah. Parasnya kian cantik saat di make up kilat sebelum persiapan manggung.Jantungnya berdebar gila. Tungkai kakinya terasa lemas untuk alasan yang dia ketahui–malu. Ini adalah kali pertama Alea tampil di depan umum. Terus merutuk kenapa harus dia yang jadi korban ketidak adilan ini."Semangat, Al!" Aldi yang berdiri di bawah panggung berseru heboh. Alea ingin menyumpal mulutnya saat Denis yang sedang berjalan di sisi lapangan mengalihkan atensi padanya.Mati.Mati.Mati.Alea merutuk. Menyerapah siapapun penonton yang memujinya cantik. Rista di belakangnya memegang bass. Dia ditugaskan pura-pura memainkannya walau sebenarnya tidak bisa apa-apa."Sst," Alea mendesis. Rista menoleh menatap bingung pada wajah cemas sang sahabat, "Gantiin gue dong."

  • My Ex-Boyfriend   10. Class Meeting Sekolah

    Hari yang ditunggu sudah tiba. Hari ini SMA Garuda sedang melaksanakan kegiatan tahunan yang selalu berhasil menarik perhatian calon siswa baru. Yaitu kegiatan class meeting sekolah.Kali ini acara class meeting sekolah jauh lebih meriah. Di bawah kepimimpinan Denis, acara semakin riuh dengan tambahan berbagai kegiatan sosial lainnya.Macam-macam penjual bazar berjejer rapi. Menawarkan berbagai macam barang dan juga pernak-pernik murah bagi para siswa lokal maupun yang datang dari sekolah lain. Halaman sekolah disulap sedemikian rupa hingga terlihat cerah dan meriah. Sementara itu ratusan manusia bersiap di setiap tempat untuk menunggu persiapan beberapa lomba yang akan dilangsungkan.Panggung megah dibangun di tengah-tengah halaman. Siap dengan semua peralatan musik dan tertata apik karena sudah dipersiapkan

  • My Ex-Boyfriend   9. Masalah

    "Itu Alea mantan pacarnya ketua Osis, kan?""Kok cantik banget, ya?""Denis pasti nyesel.""Gak tau malu, abis putus langsung potong rambut."Tidak mendengarkan. Alea tetap menatap lurus sambil mengayunkan kaki ke ruang kelas. Efek ketua Osis besar sekali, hanya dalam beberapa hari dia diputus, gunjingan sudah mengudara kemana-mana."Hai, Al." Mia menyapa dengan wajah ramah. Alea berhenti saat kaki kanannya tiba-tiba dicegat di depan perpus sekolah, "Tampilan lo beda, ya?"Berusaha mengalihkan pandangan, Alea sekuat tenaga menahan sakit yang masih bersisa. Kenapa coba, pagi-pagi dia h

  • My Ex-Boyfriend   8. Rambut Baru

    "Al, ngapain?" Cewek itu tersentak kemudian membalik badan. Rista mengernyitkat dahi melihat kelakuan sang sahabat yang semakin hari semakin aneh tingkah lakunya."Gak papa." Jawab Alea pura-pura tenang. "Udah jam pulang sekolah, 'kan?"Rista mendengus. Dia melemparkan tas slempang biru yang langsung ditangkap Alea ke pelukannya. "Udah dari tadi. Ya ampun Lele, bisa gak, sih gak usah kabur-kabur segala. Gue capek nyari kemana-mana."Alea menunduk, merasa bersalah sudah banyak merepotkan, dia bergumam, "Sorry.""Udah gue bilang, kan? Denis emang kurang ajar! Udah seharusnya lo lupain dia." Rista kembali menjelaskan. Dia terlihat emosi melihat sahabatnya hancur hanya karna seorang cowok saja, "Move on!""Hm." Alea mengangguk pelan. Sesaat Rista terpana oleh apa yang baru saja dia lihat. "Gue bakal coba ngelepasin dia."Tubuh kecil itu dia ren

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status