LOGIN
Kebahagiaan terpancar dari wajah Lynelle dan Brave, karena waktu yang mereka tunggu-tunggu telah tiba. Waktu pengumuman para mahasiswa yang bisa di wisuda dan lulus dalam predikat cumlaude. Lynelle dan Brave tidak menyangka bahwasanya mereka berdua menjadi lulusan terbaik. Masing-masing fakultas. Brave yang menjadi lulusan terbaik di fakultas bisnis, dan Lynelle menjadi lulusan terbaik di Fakultas Hukum. Para mahasiswa berdecak kagum dengan pencapaian yang didapat Lynelle dan Brave.
Hari ini adalah hari dimana Brave dan Lynelle sedang melaksanakan sidang skripsinya. Persiapan demi persiapan benar-benar di siapkan oleh Brave dan Lynelle, mulai dari macam-macam buku penunjang, sampai hasil-hasil riset yang di dapat dari penelitian yang dilakukannya selama ini. Semuanya lengkap mereka bawa menuju ke tempat diadakannya sidang skripsi setiap jurusan masing-masing
Setelah makan, Brave memutuskan untuk bersantai di ruang keluarga sambil menonton televisi. Menikmati waktu santainya, tanpa harus memikirkan kekasih. Karena Brave dengan sengaja mematikan ponselnya, supaya ia tidak diganggu oleh sang kekasih. Untuk saat ini Brave Cuma ingin bersama dengan Lynelle, menikmati waktu berdua. 
Kegundahan yang tidak menentu membuat Brave tidak bisa berfikir dengan baik, perasaannya pada Lynelle begitu besar, melebihi perasaannya pada kekasihnya Rebeca. Brave sangat menyayangi Lynelle, bagi Brave, Lynelle adalah segalanya. Sosok sahabat yang tidak akan pernah bisa tergan
University of Oxford, Inggris Udara pagi yang sejuk dengan hamparan pepohonan hijau berjajar di pinggiran jalan, membuat kota Inggris semakin terlihat indah. Seperti sekarang Brave dan Lynelle menikmati perjalanan mereka menuju kampus Oxford tempat mereka berdua menuntut ilmu. Meskipun terlahir dari keluarga kaya, mereka berdua diterima kuliah di Universitas terbaik di dunia dengan hasil kerja keras mereka sendiri. Brave dan Lynelle harus rela melakukan seleksi ketat masuk Universitas. Dengan jumlah pesaing terbanyak dari berbagai Negara. Karena diberkati otak yang encer, Brave dan Lynelle bisa melewati proses seleksi dan sampai akhirnya diterima di Oxford University dengan has
Malam semakin larut, Lynelle masih belum pulang jalan bersama pacarnya. Brave yang sudah sampai ke apartemen dan melihat apartemen lampunya masih padam bertanya-tanya dalam benaknya.“Kemana itu anak sudah malam masih belum pulang juga,” Batin Brave masuk ke kamarnya. Tiba-tiba ponsel Brave berbunyi, saat melihat siapa yang memanggilnya. Brave segera mengangkat telphonenya