LOGINJocelyn Cele Lington adalah istri dari CEO pengusaha multinasional kenamaan di Italy, suaminya Liam Vyle Linton merupakan pengusaha yang sukses dan idaman para wanita. Joly sangat beruntung karena memiliki Liam sebagai suaminya yang sangat mencintainya, menurut Joly Liam adalah lelaki sempurna seperti seorang pengeran di negeri dongeng. hingga suatu hari Joly mulai mngetahui alasan sikap Liam yang bagai pangeran kepada putri selama terhadap dirinya, membuat hari-hari bak putri Joly perlahan berunbah menjadi wanita yang penuh dengan air mata dan kesedihan. bagaimakah Joly menghadapi Liam yang selama ini bukan seperti yang ia kenal? bisakah pernikahan kedua nya bertahan?
View MoreMalam ini Alex datang mengunjungi orang tuanya, mereka menghabiskan waktu makan malam bersama. Seperti biasa mommy Alex akan sangat bahagia dan sesekali merecoki Alex dengan pertanyaan-pertanyaan tentang pasangannya. Untuk masalah itu daddy nya tidak ikut campur karena semua sudah menjadi urusan Alex, cukup Alex mengelola perusahaan dengan baik. Dan tentu s
Liam menatap layar kaca persegi empat yang berada digengamannya, sudah beberapa kali ia menghubungi istrinya dalam bebera jam ini, namun belum ada respon dari wanita yang membuatnya kawatir tesebut. “Hei, kenapa kau terus diam dan tidak menikmati musiknya?!” Tanya Toni yang duduk di sampingnya, karena suara musik yang keras membuat ia berteriak.
Joly mengikuti langkah kaki seorang pelayan wanita yang akan mengantarkannya untuk menemui penanggung jawab proyek iklan hotel yang sedang perusahaannya tangani, setiap langkah yang ia lewati Joly sudah mempersiapkan berbagai pertanyaan dan juga keluhan kepada kliennya itu. Langkah kaki pelayan itu berhenti di sebuah pintu berwarna coklat tua dengan desain ukiran kayu yang khas, Joly tahu ukiran kayu ini adalah kayu jati seperti milik Liam di apar
Joly memeriksa semua laporan yang diberikan Lea kepadanya tentang proyek yang diminta oleh sebuah perusahaan real estat untuk memakai jasa pengiklan mereka sebagai media mempromosikan hotel mewah di pantai Positano.“Ada apa dengan mereka? Kenapa mereka selalu mengkomplain pekerjaan kita?” Tanya Joly kesal.