LOGINRiana Seorang gadis yang menikah dengan mantan pejabat di pulau Jawa, mereka bertemu lewat chating di akun media sosial. Hingga mereka berdua jatuh cinta. Riana dan Amran, Dua orang yang awalnya memadu kasih namun tidak di sangka ternyata Amran memiliki maksud lain terhadap Riana. Riana yang dianggap memiliki kekuatan mistis untuk mempengaruhi orang lain di manfaatkan oleh Amran dengan menikahinya. Bahkan Amran tega menyebut Riana seorang PELAKOR. Lambat laun Riana mengetahui hal itu melalui pesan singkat Amran yang di tulis di whatsapp istri pertamanya. Riana marah, Riana kecewa. Hingga Riana membuat rencana untuk membuktikan bahwa dia bukan Pelakor.
View MoreSudah tiga kali panen.Sebuah angka yang fantastis yang terjadi di kebun lombok Riana.Pagi ini Riana bermaksud mengunjungi kebunnya, hari ini kebun itu harus di pupuk.Riana bersiap berangkat.Di luar dugaan, perutnya terasa sakit ada sakit yang melilit. Riana berteriak.Pembantu pun datang melihat kondisi Riana.Semua panik, sesegera mungkin memanggil tetangga untuk membantu.Riana mengalami pendarahan hebat. Sepertinya sudah waktunya melahirkan.Beruntung beberapa tetangga datang menolong. Riana nampak kesakitan, kasihan sekali."Di bawa kemana ini ?" tanya seorang tetangga yang membantu mengangkat tubuh Riana."Langsung ke mobil, pak." Teriak yang lain.Riana di masukkan ke dalam mobil tetangganya, mereka membawa Riana ke rumah sakit.Riana di letakkan di tengah di atas pangkuan Sri pembantunya."Ya Tuhan"Suara Riana merintih."Sabar bu, tenang bu."Hanya itu ya
Tiga bulan kemudian, saat pohon pohon cabe yang ditanam oleh Riana bersama beberapa warga sekitar mulai berbuah. Sebagian sudah mulai memerah sebagian yang lain belum. Riana memandang dengan sangat bahagia juga bangga.Usahanya selama ini tidak sia-sia. Pagi hingga petang nya demikian bermanfaat. Hari-hari yang ia gunakan untuk menabur kebaikan di ladang itu kini menampakkan secercah harapan.Pupuk organik yang ia racik sendiri yang terbuat dari campuran tape singkong dan gula ternyata banyak membawa manfaat pada tanaman-tanamannya."Melamun lagi, Ri." Suara yang sudah ia kenal itu muncul."Oh, iya. Tumben pagi-pagi sudah kemari, Andini nggak marah nanti." tanya Riana pada Yos sahabatnya. Yang juga pemilik tanah ini."Pasti marah Ri, dia kan tahunya hanya marah saja.""Nggak baik pada istri sendiri ngomong begitu. " Riana mengingatkan Yos yang sepertinya mulai bosan terhadap Andini dan ceramahnya."Jangan-jangan Andini
Saat Riana asyik membaca buku yang ia pinjam dari teman sekolahnya, Riana melihat seorang melintas dengan motor hitamnya. Berdiri tepat di penjual nasi goreng depan rumahnya. Ia seperti mengenal lelaki itu.Tiba-tiba lelaki itu menatap Riana, sejenak mereka saling menatap kemudian tersenyum.Lelaki itu setengah berlari merapatkan diri ke tempat Riana duduk. Riana masih tetap bersandar di kursi hitamnya."Riana kah ?""Iya, kamu Yos kan ?""betul, ""Kamu tinggal disini ?""Iya, ""Dengan siapa ?""Dengan pembantu, Yos.""Ayah bayi mu ?" Yos menggantung tanya nya kemudian berbicara lagi."Oh, maaf, sudah tak usah kau ceritakan. "Riana tersenyum kecut."Kita bicara di alun-alun yuk.""Nggak papa Yos ?""Nggak papa lah Riana,santai saja.""Bagaimana bila istrimu tahu. ""Aku yang akan menjelaskan pada nya nanti.""Ayo Riana,"Riana bangkit dari duduknya kemudian berjalan b
Sore itu Riana diantar pembantunya menuju klinik dokter Samsudin, dengan mengendarai mobil online mereka berangkat, ini sudah bulan ke tujuh kehamilannya. Ia sama sekali belum pernah memeriksakan kandungannya ke dokter spesialis. Bukan karena tak ada uang namun lebih pada rasa malas yang menggelayut di sepanjang hari-harinya.Namun pagi tadi ia memutuskan untuk membawa kandungannya ke dokter karena ada kontraksi hebat berkali-kali dalam perutnya. Ia khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Belum lagi ia merasa terus menerus ingin buang air kecil. Ia mulai resah.Beruntung pembantunya berkenan untuk menemaninya ke dokter. Mereka sudah seperti saudara.Sesampainya di ruangan dokter Samsudin, beberpa pasangan datang bersama suaminya. Mereka nampak bahagia menunggu kelahiran putra mereka, calon manusia baru yang sengaja dikirim Tuhan sebagai hadiah pasangan yang telah menikah.Tapi tidak dengan Riana, ia datang tanpa suami, tanpa lelaki yang mengirim benih





