LOGINApa yang sudah ia miliki, tidak boleh jatuh ke tangan orang lain. Begitu pun dengan Lea Khalilea.Dibuang oleh calon tunangannya sendiri, membuat Lea merasa tidak adil dan akhirnya rela menjadi orang ketiga dalam rumah tangga Varell Damington.Bukan hanya puas menjadi orang ketiga, Lea akhirnya menyadari satu hal keji dalam kehidupan Varell. Hal apa itu? Kamu pasti tidak bisa membayangkannya.
View More****Malam itu, Bella akhirnya angkat kaki dari kediaman serba mewah milik Varrell Damington. Wanita itu tidak cukup mengerti apa yang tengah menimpanya kini. Kesabaran yang selama ini coba ia tanam kini akhirnya runtuh sudah. Baginya, jika tidak ada Lea Khalilea maka Varrell tidak akan berubah sedrastis ini. Wanita bermata cokelat itu belum juga mengerti bahwasanya Varell memang sedari dulu tidak pernah mencintainya.Dengan ditemani sang sopir, Bella mengubah haluannya yang semula ingin pulang ke kediaman Brandon menjadi ke kediaman si wanita jalang yang selama ini telah mempengaruhi suaminya. Dengan kemarahan tak kalah menggebu, ia berharap kali ini bisa membabat habis parasit yang selama ini menggerogoti jalinan rumah tangganya."Nyonya, malam ini kita mau kemana? Apakah tidak sebaiknya besok pagi saja?" saran John, sang supir pribadi Bella Brandon.Sembari menghapus air mata kekecewaan, Bella menatap luar jendela mobi
****"Maaf jika aku melakukan kekerasan padamu. Aku tidak bermaksud demikian," bisik Varell dengan nada penuh sesal.Pria itu menjauhkan tubuhnya dari jangkauan Lea Khalilea ketika menyadari bahwa apa yang sudah ia perbuat telah menyakiti hati kekasihnya.Merapikan pakaiannya yang lusuh, Varell kembali ke tempat duduknya di dalam mobil dengan wajah bersemu merah. "Pakai kembali pakaianmu, mari pergi ke rumah sakit."Wajah Lea tak berekpresi, ia hanya menurut dengan segala perintah dari Varell. Tanpa banyak bicara, ia merapikan pakaiannya dengan tangan bergetar. Sudah menjadi kebiasaan Varell jika ia marah maka ia akan melampiaskan perasaannya saat itu juga. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini apa yang dirasakan Lea terasa begitu hambar dan kosong."Kenapa kau hanya diam? Apa kau marah denganku?" tanya Varell seraya menoleh ke arah Lea. Wanita itu tak mampu menjawab, ia melempar pandangan keluar jendela mobil.
****Perasaan cinta yang mendalam dalam hati Varell Damington memang tidak bisa ditutup-tutupi lagi. Sejauh apapun pria itu berlari, ia tetap akan menerima kenyataan bahwa hati kecilnya telah digenggam wanita kecil itu. Ya, Lea Khalilea.Mengembuskan napas dengan resah, Varell terus menahan dirinya untuk tidak pergi mencari wanita pujaannya. Rasa takut yang membuncah dalam hatinya terlalu besar dan mampu mengalahkan niatnya untuk meminta maaf.Sekilas pikiran pria itu melayang pada sosok Lea. Wanita yang ia kagumi sepanjang hari, seperti apakah dia saat ini?Ada rasa sesal ketika mengingat kembali keadaan Lea Khalilea. Setelah Varell mengusirnya, terbersit perasaan tak nyaman dalam hati Varell. Seharusnya ia tidak mengusir wanita itu. Sekarang, dimanakah wanita itu tinggal? Apakah dia sudah makan?Kembali menarik napas dengan berat, perhatian Varell kini ia alihkan pada layar laptop di meja kerjanya. Men
****Malam itu, Bella akhirnya angkat kaki dari kediaman serba mewah milik Varrell Damington. Wanita itu tidak cukup mengerti apa yang tengah menimpanya kini. Kesabaran yang selama ini coba ia tanam kini akhirnya runtuh sudah. Baginya, jika tidak ada Lea Khalilea maka Varrell tidak akan berubah sedrastis ini. Wanita bermata cokelat itu belum juga mengerti bahwasanya Varell memang sedari dulu tidak pernah mencintainya.Dengan ditemani sang sopir, Bella mengubah haluannya yang semula ingin pulang ke kediaman Brandon menjadi ke kediaman si wanita jalang yang selama ini telah mempengaruhi suaminya. Dengan kemarahan tak kalah menggebu, ia berharap kali ini bisa membabat habis parasit yang selama ini menggerogoti jalinan rumah tangganya."Nyonya, malam ini kita mau kemana? Apakah tidak sebaiknya besok pagi saja?" saran John, sang supir pribadi Bella Brandon.Sembari menghapus air mata kekecewaan, Bella menatap luar jendela