LOGINMASA DEPANUsai menerima panggilan telepon dari Antonius Mathew yang tidak lain merupakan ayah dari Priscilla dan Jonathan, Priscillapun mulai menyerukan nama kakaknya.“Kak Jonathan?” panggil Priscilla dengan lirih sembari membuka mata.“Priscilla? Kamu sudah bangun?”
MASA LALUUsai berdebat mengenai pengakuan yang baru saja Leonardo katakan kepada Priscilla. Leonardo berinisiatif untuk mengajak Priscilla berjalan-jalan.Pukul 15.30“Priscilla apakah kau sudah bersiap sayang?”
MASA DEPANPriscilla masih saja merasakan tubuhnya menggigil. Priscilla memutuskan untuk menyudahi agenda berendamnya pagi itu. Priscilla membalut tubuhnya dengan kimono mandi yang dia simpul dengan ikatan rapat. Priscilla berusaha membuat tubuhnya hangat dengan balutan kimono itu.“Ceklek..”Priscill
MASA LALUUsai kepergian wanita iblis itu, suhu ruangan kamar yang sedang ditempati oleh Priscilla berubah drastis menjadi dingin. Priscillapun masih saja menggigil hingga kedatangan Leonardo yang sebelumnya entah pergi kemana itu.“Sayang?” sapa Leonardo dari balik pintu kamarnya.“Bbrrr..&rdqu
MASA DEPANKeesokan harinya.Priscilla kembali terbangun kesiangan karena mimpi buruk yang lagi-lagi menyelimuti tidurnya.“Gila aja, gue udah berapa kali mimpi buruk kayak gitu. Kalau dibiarin lama-lama bisa gila kali gue ini!” gumam Priscilla dengan kesal.
MASA DEPANUsai memasuki lobi, Jonathan menyapa beberapa petugas administrasi di sana. Mereka berduapun langsung masuk ke ruangan konsultasi milik Gerry tanpa membuat appointment terlebih dahulu. Para petugas klinik di sana bahkan sudah hafal dengan sosok Jonathan yang terkenal tampan dan ramah itu.“Silahkan pak, kami akan mengantar bapak ke ruangan dokter Gerry.” ucap salah satu perawat dengan sigap saat menyambut kedatangan mereka berdua.