Home / All / ROY (Indonesia) / Chapter 8

Share

Chapter 8

Author: Mom_hensu
last update publish date: 2020-10-02 08:03:43
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • ROY (Indonesia)   Chapter 18

    Mas Roy ¦ 18*****Pagi ini untuk pertama kalinya aku bisa datang ke kantor dengan perasaan sedikit lega. Tidak biasanya yang hampir setiap pagi aku selalu bad mood atau terkadang seperti orang yang takut ketahuan mencuri, mengendap-endap keluar dari rumah pagi-pagi sekali hanya untuk menghindari Kak Bie. Kuhembuskan nafas lega saat aku berhasil menginjakkan kaki di lobi kantor. Suasana kantor sudah tampak ramai karena kedatangan beberapa karyawan.Ini sudah dua minggu berlalu , tepatnya sejak perdebatanku dengan Kak Bie malam itu. Sejak saat itu juga Kak Bie masih saja tak mau menerima kenyataan dan masih berusaha merecoki

  • ROY (Indonesia)   Chapter 17

    Mas Roy ¦ 17*****Rasanya aku tak percaya jika sebentar lagi akan menikah. Tidak pernah terlintas di benak ku sedikit pun untuk merencanakan menikah muda. Tapi ya sudahlah, aku tidak boleh menyesali semua keputusan yang telah kubuat. Semua demi masa depan ku juga demi keluarga besarku. Beberapa model baju pengantin yang terlihat sangat cantik terpajang di butik ini. Aku dan Mas Roy sudah berada disini sejak setengah jam yang lalu. Melihat-lihat diantara sekian banyak model baju yang membuatku bingung untuk menentukan pilihan. "Bagaimana, sudah ada yang sesuai seleramu? " tanya Mas Roy yang berdiri di samping. "Entahlah Mas. Semua cantik-cantik, aku jadi bingung. Menurut Mas Roy lebih cantik mana? Yang itu atau yang ini? " jari telunjuk ku menunjuk baju yang ada di display.

  • ROY (Indonesia)   Chapter 16

    MAS ROY ¦ 16*****Mataku rasanya sudah tidak dapat diajak kompromi. Perut kenyang dan mata mengantuk sepertinya sudah menjadi satu paket komplit. Ini baru jam dua siang , lewat satu jam after lunch . Aku berdiri merenggangkan otot tubuh yang terasa kaku, lalu berjalan gontai keluar dari ruangan menuju pantry.Membuka rak kabinet atas mencari cangkir beserta kopi instans yang biasanya tersimpan di dalam sana. Kakiku sedikit berjinjit , kepala mendongak dengan tangan terulur agar bisa meraih benda yang kutuju." Cari apa ? "Aku menoleh kebelakang mendapati Mas Roy yang berjalan kearahku. Dan aku tak menyangka karena kini tubuh menjulang Mas Roy sudah mendekat berada di belakang tubuhku. Melewati samping kepalaku , tangan nya terulur menggapai cangkir ku.

  • ROY (Indonesia)   Chapter 15

    MAS ROY ¦ 15*****" Zie, biar kakak antar."Aku membeku di tempat mendengar tawaran yang terlontar dari mulut Kak Bie. Aku sudah berniat meninggalkan meja makan setelah sebelumnya mencium punggung tangan mereka, papa,mama juga kak Bie. Pagi ini semua anggota keluarga sedang berkumpul untuk sarapan bersama. Ada papa, mama, aku dan tentu saja Kak Bie. Akan tetapi sedari tadi Kak Bie lebih banyak diam tak menimpali obrolan kami yang didominasi seputar rencana pernikahanku dengan Mas Roy. Papa dan Mama tampak begitu antusias. Berbeda sekali dengan Kak Bie yang Sedari tadi tampak menahan amarah. Itu menurut penglihatan ku. Dan semoga saja pemikiran ku ini salah. Aku ingin Kak Bie merelakanku menikah dengan Mas Roy. Karena tujuanku menikah hanyalah untuk menyadarkan nya bahwa aku dan dia adalah saudara yang sela

  • ROY (Indonesia)   Chapter 14

    MAS ROY ¦ 14*****" Zie...!" lelaki itu memanggilku kala aku keluar dari dalam coffe shop. Awalnya aku tak berniat menghampiri nya, akan tetapi karena Mas Roy memanggilku, baiklah, aku berbalik dan berjalan gontai menghampiri nya." Ada apa, Mas?" tanya ku." Duduklah. "" Tapi ini sudah malam. Aku mau pulang."Mas Roy mengangkat pergelangan tangan kiri nya, menatap arloji yang melingkar disana." Mau aku antar."" Tidak, terimakasih. Aku bawa mobil sendiri."" Dengan siapa kamu tadi disini?"" Sendiri. Memang kenapa? "" Eum... kenapa tak mengajak ku? "" Memang Mas Roy mau? Secara

  • ROY (Indonesia)   Chapter 13

    MAS ROY ¦ 13*****" Mas Roy, cakep bener... pagi-pagi sudah rapi begitu." celetuk Fia, membuatku tergagap dan tersadar jika sedari tadi aku begitu mengagumi Mas Roy. " Ada meeting dengan klien penting." jawab Mas Roy singkat, lalu lelaki itu melenggang masuk menuju ruang kerjanya. " Kenapa semakin hari Mas Roy semakin tampan sih. Aku mau jadi pacarnya, itupun kalau Mas Roy mau. Seingatku ya, Mas Roy itu kan tidak punya pacar. " ucapan Fia membuatku susah menelan saliva. Seandainya Fia tahu jika semalam Mas Roy melamarku, aku tak tahu apa reaksinya. Tapi yang jelas, aku belum ingin memberitahu padanya tentang rencana pernikahanku dengan Mas Roy. Seolah tersadar akan sesuatu, aku berusaha berpikir. Masa kerjaku di kantor ini baru satu tahunan. Dan saat pertama kali

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status