Home / All / Rayyan Alexander / Chapter 10

Share

Chapter 10

Author: Heni Heni
last update publish date: 2020-09-11 20:42:10
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Rayyan Alexander    Chapter 15

    " Kamu Resign? Kenapa?" tanya Firza tak percaya dengan apa yang baru saja Nabila katakan.Malam ini kebetulan sekali Firza ada di rumah dan tanpa membuang waktu Nabila segera memberitahukan niatnya yang akan pindah rumah." Mulai hari ini aku sudah tidak kerja di kantor . Kamu nggak tau?" Nabila ganti bertanya pada Firza.Firza hanya menggeleng. Nabila sudah menebak nya jika Firza pasti tidak tahu apa-apa tentang semua yang terjadi padanya." Ehm.. Fir, besok aku juga mau pindah rumah. "" Hah. "" Iya aku mau pindah rumah yang lebih dekat dari tempat kerjaku sekarang."" Kenapa kamu baru bilang sekarang padaku."" Ya karena baru hari ini ada kesempatan bertemu dengan mu. Lagipula meski kita tinggal serumah tapi intensitas pertemuan kita juga jarang kan. "Fir

  • Rayyan Alexander    Chapter 15

    " Kamu Resign? Kenapa?" tanya Firza tak percaya dengan apa yang baru saja Nabila katakan.Malam ini kebetulan sekali Firza ada di rumah dan tanpa membuang waktu Nabila segera memberitahukan niatnya yang akan pindah rumah." Mulai hari ini aku sudah tidak kerja di kantor . Kamu nggak tau?" Nabila ganti bertanya pada Firza.Firza hanya menggeleng. Nabila sudah menebak nya jika Firza pasti tidak tahu apa-apa tentang semua yang terjadi padanya." Ehm.. Fir, besok aku juga mau pindah rumah. "" Hah. "" Iya aku mau pindah rumah yang lebih dekat dari tempat kerjaku sekarang."" Kenapa kamu baru bilang sekarang padaku."" Ya karena baru hari ini ada kesempatan bertemu dengan mu. Lagipula meski kita tinggal serumah tapi intensitas pertemuan kita juga jarang kan. "Fir

  • Rayyan Alexander    Chapter 14

    Silvya yang sedang mengunyah sarapan nya di kejutkan dengan kehadiran Rayyan di meja makan dengan menyeret satu buah koper besar." Ray... Mau kemana?"" Keluar kota."" Berapa lama."Rayyan mengedikan bahu." Belum tau."" Kamu ini."Sang papa yang juga berada di meja makan hanya menggelengkan kepala melihat perdebatan antara istri dan anak nya." Bawa mobil sendiri? " tanya papa." Iya pa. Ray harus survey lokasi dulu soalnya. Adaclientyang akan melakukanprewed. " jawab Rayyan. Lelaki itu meneguk air dalam gelas yang ada di atas meja. Lalu mulai menyendok nasi juga sayur yang terhidang untuk menu sarapan mereka." Berangkat sendiri atau.... "" Berdua bareng dery. "

  • Rayyan Alexander    Chapter 13

    " Ray, kamu dimana?"Suara panik mamanya terdengar di telinga Rayyan." Di studio lah ma. Dimana lagi." Kamu tau ga. "" Enggak."" Ray... dengarkan mama dulu. "" iya iya ... apaan sih ma. Memang ada yang penting sampai mama nelpon Ray dengan suara panik seperti ini. "" Jelaslah ada yang penting. Penting banget malah."" Apaan ma."" Kamu tahu Nabila kemana. "" Nabila? Kenapa mama tanya sama Ray. "" Jadi kamu juga enggak tau. "" Mama bicara apaan. Ray ga ngerti ma. "" Ray. Dengarkan mama. Nabila menghilang."" Menghilang. Maksud mama?"" Mama baru dari kantor Nabila. Dan ternyata Nabila sudah tidak lagi be

  • Rayyan Alexander    Chapter 12

    Sepulang kerja pikiran Nabila menerawang. Sudah benarkah keputusan nya untuk resign?.Jika dia tetap bekerja disana bukan tidak mungkin mama nya Rayyan akan terus menemui nya.Dan mengenai tempat tinggal, Nabila juga sudah memutuskan bahwa dirinya akan pindah. Tak mau mengambil keputusan secara tanggung-tanggung. Tekat nya untuk menjauh dari Rayyan sudah bulat." Mbak, nasi nya pedas atau enggak." pertanyaan penjual nasi goreng membuat Nabila tersentak.Malam ini kembali dia pulang seorang diri. Firza entah kemana pergi nya. Nabila sudah tak mau memperdulikan nya lagi. Memikirkan nasibnya sendiri saja sudah membuat Nabila pusing tujuh keliling." Sedang aja mas." jawab Nabila. Dia sedang malas memasak. Jadi memutuskan mampir ke sebuah depot penjual nasi goreng tak jauh dari rumahnya.Teringat bagaimana r

  • Rayyan Alexander    Chapter 11

    " Mama mau kemana?" tegur Rayyan yang melihat sang mama seperti terburu-buru." Pagi Ray ... Mama mau ketemu Nabila."" Ketemu Nabila lagi?" tanya Rayyan tak percaya." Iyalah. Kenapa?"" Mama masih belum menyerah juga rupanya."" Tak ada kata menyerah di kamus mama. Pokok nya ya Ray mama tetap akan berusaha sampai Nabila bersedia menikah dengan mu. Dan kamu Ray, ingat ... begitu Nabila bersedia menikah, jangan coba-coba kamu lari dari mama. " ancam sang mama yang justru membuat Rayyan terkekeh." Terserah mama saja. Good luck mama. "Masih dengan kekehan nya, Rayyan berlalu meninggalkan sang mama." Ray ...! Kamu sendiri mau kemana pagi-pagi begini. " teriakan sang mama.Rayyan hanya menoleh sekilas. " studio." lalu kembali berjalan menuju garasi.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status