Beranda / Semua / Seamin Tak Seiman / Mengobrol Dengan Dia

Share

Mengobrol Dengan Dia

Penulis: Queennsa
last update Tanggal publikasi: 2020-09-14 21:44:12
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Seamin Tak Seiman   Bertemu Naura

    "Kita mau ke mana lagi, Sayang?" tanya Ahmed seraya menatap Isabel yang tengah sibuk menggulir layar ponselnya, melihat hasil jepretan mereka selama berjalan-jalan tadi.Isabel pun mengalihkan pandangannya menatap Ahmed, ia terlihat berpikir sejenak akan rencana mereka ke depannya. Ia kemudian mengangkat lengan kirinya dan melihat jam tangan yang terpasang manis di sana."Sebentar lagi waktu Dzuhur tiba, bagaimana kalau kita ke Blue Mosque dulu? Kamu harus merasakan bagaimana teduhnya beribadah di sana!" Isabel terlihat sangat antusias mengajak Ahmed.Melihat istrinya sangat bahagia, membuat Ahmed tak ada alasan untuk menolak permintaan wanita itu. Lagipula, tempat yang akan mereka kunjungi juga merupakan rumah Allah kan, pikir Ahmed."Yaudah, ayo. Nanti waktunya gak keburu kalau mau berjamaah," ajak Ahmed. Ia menggandeng tangan istrinya menuju mobil Syam yang sudah terparkir tepat waktu.Syam yang melihat mereka pun tersenyum ramah dan membukakan

  • Seamin Tak Seiman   Topkapi Place

    “Ahmed! Ayo cepat. Aku sudah tidak sabar ingin berlibur!”Pekikan Isabel yang cempreng dan nyaring itu memenuhi seisi hotel, membuat Ahmed menggelengkan kepalanya seraya menutup kedua telinganya. Kebiasaan buruk Isabel yang tak bisa dihilangkan hanya satu, berteriak.Wanita itu tak akan segan untuk berteriak sekeras-kerasnya jika ia sudah kama menunggu. Hal yang tidak biasa Isabel lakukan adalah menunggu lebih lama dari lima menit. Jika lebih dari lima menit, niscaya wanita itu akan mengeluarkan suara membahananya, hal itu sudah Ahmed hafal bahkan di luar kepalanya.Tak ingin membuat wanita itu berteriak untuk kedua kalinya, Ahmed memilih bergegas keliar dari kamar dan menghampiri Isabel yang telah berkacak pinggang di depan pintu hotel. Wajahnya tampak terlihat kesal dengan bibir yang mengerucut beberapa centimeter.“Kamu lama banget sih! Aku udah pegal berdiri di sini,” gerutu Isabel.Ahmed pun membalasnya dengan cengiran

  • Seamin Tak Seiman   Makan Malam Romantis

    Ahmed membukakan pintu mobil untuk Isabel keluar. Cuaca yang sejuk disertai angin yang berembus cukup kencang membuat kain yang menutupi kepala wanita itu seketika beterbangan saat menginjakkan kakinya keluar dari mobil.Tangan Ahmed kini sudah menunggu di hadapan Isabel untuk diraih dan digandeng oleh wanita itu. Banyak mobil maupun orang yang keluar masuk dari bangunan kukuh di hadapan mereka. Sebuah papan besar terpasang di atas, menunjukkan nama tempat tersebut.Old Ottoman Cafe & Restauran. Sebuah rumah makan mewah yang cukup terkenal dan banyak dikunjungi oleh turis di Istanbul.“Ayo masuk,” ajak Ahmed seraya menggandeng Isabel untuk menaiki tangga di hadapan mereka. Berjalan memasuki pintu kayu dengan ukiran di hadapan mereka.Saat pertama kali masuk, indra pendengaran mereka disuguhkan dengan alunan musik klasik yang menyegarkan telinga. Pemandangan yang disajikan pun tak kalah indah dan menarik pandangan semua orang yang hadir.

  • Seamin Tak Seiman   Istirahat

    Mobil yang membawa Ahmed dan Isabel pun telah berhenti di depan lobi Cheers Lightroom. Sebuah penginapan bintang lima yang terkenal di Istanbul.Terkenal bukan tanpa alasan tentunya, beberapa kamar memiliki pemandangan yang indah. Langsung menghadap ke lantai, membuat mata yang memandangnya menjadi segar seketika.Ahmed pun turun dari mobil, lalu menbukakan pintu mobil untun istri tercintanya. Mengulurkan tangannya di hadapan Isabel. "Silakan turun, Tuan Putri."Diperlakukan dengan sangat manis membuat kedua pipi Isabel memanas dibuatnya. Ia pun menundukkan kepalanya agar Ahmed tak mengetahui tentang pipinya yang bersemu merah. Ia pun menerima uluran tangan Ahmed."Teşekkür ederim Syam. Cara mengemudimu sangat bagus, sehingga kami sangat nyaman selama diantar olehmu," ucap Isabel dengan senyum manis.Syam yang mendengar Isbaek berbicara dengan bahasa Turki pun tersentak kecil dibuatnya. Tetapi, dengan segera ia menormalkan ekspresi wajahnya seperti semu

  • Seamin Tak Seiman   Perjalanan

    "Kita pergi dulu, ya, Ma, Pa."Isabel dan Ahmed menyalimi tangan Mama dan Papa mereka secara bergantian.Sementara kedua pasangan patuh baya tersebut mengelus puncak kepala anak dan menantu mereka. Melepas kepergian Ahmed dan Isabel yang akan terbang je Turki."Kalau di negeri orang hati-hati, ya, Nak. Jangan buat masalah di sana, buat cucu untuk Mama dan Papa aja," ucap Hasan bergurau.Namun, ia mendapatkan cubitan kecil di pinggangnya dari sang istri. Membuat Hasan meringis kesakitan dengan tangan yang sudah berpindah di pinggang."Aduh, Ma. Kebiasaan deh, mainnya cubit-cubitan. Papa kan bener, cuma minta cucu masa Mama gak mau sih?" ucap Hasan seraya mengelus pinggangnya yang terasa nyeri."Anak itu urusan Tuhan. Kalau Allah belum mau memberikan, ya jangan dipaksa, Pa. Biarkan mereka menikmati waktu berdua mereka dulu," omel Mama Ahmed.Suara dari pusat informasi pun terdengar, mengabarkan bahwa pesawat dengan rute Banda

  • Seamin Tak Seiman   Rencana Bulan Madu

    Saat tengah serius menonton drama Korea yang belum habis juga sedari tadi bersama Isabel. Ahmed kemudian teringat sesuatu.Ia pun menolehkan kepalanya, menatap Isabel yang telah berlinang air mata karena scane sedih yang tengah ditampilkan di layar televisi."Bel," panggil Ahmed pelan. Tak ingin merusam mood Isabel yang sepertinya tengah bagus.Merasa dipanggil, Isabel pun menolehkan kepalanya menatao Ahmed dengan salah satu alis yang naik. "Ada apa?""Kamu mau bulan madu ke mana?"Pertanyaan Ahmed sontak membuat kedua mata Isabel membulat sempurna. Ia yang tadinya tak bersemangat berbicara dengan Ahmed, kini menatap pria itu antusias."Kamu mau ajak aku bulan madu?!" pekik Isabel tertahan.Ahmed tak bisa lagi untuk menahan senyuman yang akan terbit di bibirnya. Ia pun menganggukkan kepalanya mantap. "Iya, aku mau bawa kamu bulan madu.""Aku mau ke ...."Isabel menahan ucapannya, keningnya berkerut tanda bahwa ia tengah

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status