MasukOlivia harus merelakan karir dan cintanya terkubur demi kelangsungan monarki di negaranya. Ia tidak punya pilihan lain maju atau maju. Olivia tidak di berikan dua pilihan. Menikah dengan pria yang tidak akan pernah mencintainya. Pria yang hanya mencintai sang kekasih yang tidak pernah di terima oleh istana. Putra mahkota yang menjadi suaminya, bahkan telah berikrar untuk melenyapkan nyawa Olivia ketika naik tahta nanti, tepat di hari pertama pernikahan mereka. Tapi, siapa yang menyangka takdir ternyata mampu mempermainkan kisah mereka dengan apik. Ikuti kisah yang siap membawa anda larut di dalam romansa yang mungkin akan menguras air mata. The Wounded Queen.
Lihat lebih banyakCamila merasa sedikit tenang mendengar perkataan Edward."dan kau nona.. sebaiknya pergilah sebelum aku kehilangan kesabaran," ucap Edward kepada Olivia sinis.Wajah Olivia tampak pucat ia tidak menyangka kalau niat baiknya untuk meminta maaf ternyata mendapatkan perlakuan seperti ini dari Camila dan Edward.Semua orang yang ada di ruangan itu ada yang menatap Olivia dengan tatapan prihatin dan ada yang menatap dengan bahagia. Olivia sekuat tenaga menahan agar ia tidak menangis. Namun sekuat apapun ia mencoba beberapa bulir air mata sempat lolos di pelupuk matanya. Olivia mengusap matanya kasar. Ia melangkah secepat mungkin meninggalkan kerumunan orang orang itu, menuju ruangan ganti tempat Jean dan krunya berkumpul.Edward menatap punggung gadis yang bergetar itu tajam. Ia memang akan membuat perhitungan dengan Olivia karna telah membuat wanitanya terluka. Sebuah perhitungan yang tida
You never have to say sorry to me. because, I go out of my way to make sure that you are...***Camila terlihat sangat syok dengan apa yang baru saja terjadi. Olivia tiba-tiba menarik gaun yang di pakainya hingga melorot. Otomatis semua orang yang melihat menganggapnya sebagai bahan lelucon. Pertunjukan busana ituseketika berubah menjadi pertunjukan komedi.Wanita yang menjadi kekasih putra mahkota dalam kegelapan itu menyesali kenapa dirinya harus satu stage dengan Olivia."Tenanglah Camilla, itu adalah kejadian yang tidak disengaja. Aku dengar gadis itu tidak pernah memiliki pengalaman di dunia modeling sebelumnya." Seorang wanita berambut merah yang menjadi
Olivia dan Briana berangkat dari bandara Heathrow London menuju bandara Jhon F Kennedy di New York yang memakan waktu lebih dari 8 Jam perjalanan.Sore itu bandara cukup padat. Hal itu merupakan hal yang wajar karena, bandara Heathrow London memang terkenal sebagai salah satu bandara internasiol tersibuk di dunia. Olivia dan Briana sengaja memilih penerbangan malam. Semua itu mereka lakukan agar bisa beristirahat di pesawat dan keesokan harinya bisa langsung melakukan GR. Perbedaan waktu membuat mereka tetap sampai pada malam hari di John F Kennedy Air Port. Hal itu bisa mereka manfaatkan untuk melanjutkan istirahat saat sampai di New York nanti. Rombongan Jean sudah empat hari sebelumnya lebih dulu sampai di New York. Sebenarnya Jean memakai 10 orang model untuk menampilkan desainnya di acara NYF
Olivia tidak menyangka akan bertemu kembali dengan pangeran Edward. Ia sangat yakin kalau laki- laki itu bisa mendengar dengan jelas percakapan Olivia bersama teman teman nya.Tadi restoran tempat mereka makan sangat sepi. Hanya Suara musik Karya Antonin Dvorak "symphony no 9, new world "yang terdengar mengalun lembut.Olivia baru menyadari ternyata pengunjung restoran tadi hanya Olivia beserta temannya dan Prince Edward beserta kekasihnya.Olivia baru mengetahui hal itu dari manajer restoran. Pria itu baru mengatakan semuanya setelah hal yang tidak mengenakan itu terjadi. Ternyata selang 10 menit setelah kedatangan Olivia dan teman-temannya , restoran itu telah dibooking seluruhnya oleh Prince Edward.Manejer restoran merasa tidak enak hati untuk mengusir Olivia dan teman temannya. Olivia merupakan salah satu pelanggan setia di restoran mereka. Sang manajer restoran





