Masuk“ kau sudah kenyang?” tanya Alex“ ya, tentu saja, bibi Rose memberiku banyak sekali makanan” ucap Nay sambil tersenyum “ entah kenapa Nay berubah” batin Alex
Nay membuka matanya. Seketika ia menyadari pria itu tengah memeluknya dengan erat. “ Alex” batin NayNay sedikit menggerakkan tubuhnya, namun Alex justru memeluknya lebih erat.
Alex bergegas menemui Rose sesaat setelah Rose keluar dari kamar Nay. “ apa dia baik-baik saja?” tanya Alex“ ya, dia sedang istirahat” ucap Rose
Pagi-pagi sekali, Alex mendatangi rumah Nay. Ia sudah tak sabar membawa gadis itu ke rumahnya. Setelah turun dari mobil, ia langsung mengetuk pintu rumah Nay. “ ah, bibi Valerie” ucap AlexValerie sedikit bingung dengan pria pucat dihadapannya.
Alex dengan cepat kembali ke rumah sakit. Ia tidak langsung muncul di kamar Nay, namun ia justru muncul di kamar mandi pria, tempat ia menghilang tadi. Alex melangkah dengan cepat ke ruangan Nay. Beruntung, gadis itu sedang tertidur saat Alex kembali. Tak lama seorang dokter memberitahu bahwa Nay sudah boleh pulang. Hanya saja dokter itu berpesan agar kejadian semacam ini jangan sampai terulang lagi. Alex mengerti dan mengiyakan pesan dokter, setelah itu dokter keluar dari ruangan.
Alex tetap menunggu di rumah sakit sementara Nay sedang tertidur dibawah pengaruh obat. Alex kembali berpikir tentang rencananya, dan tentang musuhnya Brad. Brad memang tidak sekuat Alex, tapi pria itu sangat licik. Dia penuh tipu daya. Tiba-tiba Nay terbangun karena batuk. Alex langsung beranjak dari tempat duduknya lalu mendekati Nay.