Cuaca malam sedikit mendung diselimuti awan tebal. Kabut awan malam itu mewakili hati seorang gadis manis yang tampak gelisah. Dia berbaring di kasurnya, uring-uringan. Sesekali memegang ponsel-nya, lalu dia letakkan lagi.Crystal, demikianlah nama gadis remaja itu. Entah apa yang dipikirkannya, tetapi mungkin masalah itu cukup berat baginya. Dia bangkit dari kasur dan mengambil diary biru. Dia menuliskan beberapa baris kalimat mewakili hatinya.Kuharap, Emerald ga marah padaku. Aku belum memberitahu dia soal perjodohanku. Aku menyayangimu, Al ...“Crystal ....” Terdengar suara panggilan dari luar. Crystal segera menutup diary-nya, lantas membuka pintu dan berkata, “Ya, Ma?”Tampak kesedihan di mata Crystal, mama merasakan kesedihan putrinya itu. Namun, yang bisa beliau lakukan hanyalah menghibur si gadis manisnya.“Crystal, soal perjodohan dengan putra Pak Alexander itu, Mama ga bisa cegah papamu. Maaf.&r
Last Updated : 2020-08-03 Read more