Ini hanyalah sebuah ungkapan kecil dariku, dari hati yang paling dalam.Untukmu, Gavin Helga...Kau tau bahwa kau adalah kekutanku. Seperti jantung yang dialiri darah.Aroma manis tentangmu masih terus berputar di dalam kepala ini. Di dalam ruang persegi di mana hanya kebahagiaan tinggal kenang dan terpendar samar, dengan harapan selalu aku tersemogakan dalam setiap doaku pada Allah. Meminta untuk bersama, memohon berakhir bahagia.Tapi takdir tidak sebaik itu. Takdir berkata lain. Meski aku memohon tidak pantas menerima takdir ini, tetap layaknya bintang yang nyaris mati—terlalu sempurna bila menolak ketidakadilan ini. Aku menggengam erat bintang yang mulai meredup nyaris mati, sangat erat. Apa yang dilakukan aku sekarang? Siapa yang aku rindukan sekarang?Mampukah aku bertahan melewati ini semua? Mampukah aku ikhlas menerima semuanya?
Last Updated : 2020-09-03 Read more