..............."Apa kamu bersedia menikah denganku, Naya?""Menikah? Apa maksud kamu, Arta?""Aku ingin menikahimu, Naya. Aku ingin kamu untuk jadi istriku. Apa kamu bersedia menikah denganku?""Kamu serius, Ta? Mana mungkin kita menikah, kita tidak pernah berpacaran atau punya hubungan spesial. Kita hanya sahabat. Aku juga tidak tahu apa kamu mencintaiku.""Aku tidak ingin pacaran, tapi langsung menikah. Aku pasti bisa mencintaimu juga seperti kamu mencintaiku setelah kita menikah, Naya. Apa kamu mau menjadi istriku?""Ak...aku ber...bersedia, Arta. Sudah sangat lama aku punya mimpi menikah bersama pria yang aku cintai, yakni diri kamu. Aku berharap semua ini nggak cuma bunga tidurku.""Hai," sapa Arta singkat sembari melambaikan tangan ke arah Nayara yang sedang membuka membuka pintu mobil.
Terakhir Diperbarui : 2020-09-19 Baca selengkapnya