Bayangan hitam itu datang. Siluet. Dia tahu itu tubuh laki-laki. Lalu rasa rindu itu membuncah. Meluap. Rasanya ingin segera berlari ke arah bayangan itu dan memeluknya. Jangan pergi! Suaranya tertinggal di tenggorokan. Selebar apapun mulutnya membuka tak ada aliran udara keluar dari sana. Bayangan itu semakin mengecil dan menjauh. Hingga ia berupa titik hitam pada selembar kertas putih.Jangan pergi! Bisikannya hanya berupa kehampaan. Air mata menuruni pipi. Rindu yang menyesak terasa di dada. Sakit. Sungguh sakit rasanya. Tapi ini rasa sakit yang lain. Bukan sakit karena rindu yang tak terpuaskan. Tapi sakit yang lebih sakit lagi. Sakit karena ditinggalkan. Dan itu nyata."Len?" Sebuah suara lembut terdengar di telinganya. Membuat matanya melebar membuka. Dia pun mencoba menyesuaikan diri dengan cahaya yang terlalu terang. Sudah siangkah? Sudah berganti harikah? Sudah berapa lama dia tertidur? Apakah sudah cukup l
Huling Na-update : 2020-09-22 Magbasa pa