Author POV."Wah kebetulan nih ada Mba Indah," ucap Bu Mutia sesaat ia sampai di warung sayur langganannya. Didapatinya tetangga samping rumahnya itu juga tengah berbelanja sayuran. Semntara wanita yang bernama Indah itu hanya acuh mendengar ucapan Bu Mutia. Ia tidak menunjukkan respon apapun. Wajahnya datar dan tetap sibuk memilih sayur dihadapannya. Sejak awal kepindahan di kampung ini, ia tidak pernah berniat untuk menanggapi tetangganya itu. "Mba Indah kok lama ngga pernah keliatan?" tanya Mbok Darmi si empunya tongkrongan. Ia hapal betul sesiapa saja tetangga yang sering berbelanja di warungnya. Termasuk jadwal rutin hutang Bu Mutia. Sudah menjadi sebuah rahasia tidak tertulis diantara mereka bahwa Bu Mutia akan berhutang padanya setiap bulan. Padahal Bu Mutia seorang pegawai negara golongan tiga dengan gaji yang termasuk lumayan. "Dapurnya berhenti ngebul, Mbok," sahut Bu Mutia sambil t
Terakhir Diperbarui : 2020-11-06 Baca selengkapnya