Seira menegang mendengar ucapan Raven. Nampaknya dia salah dengar. Ya, dia salah dengar. Bolehkab dia berharap demikian, walau dia yakin pendengarannya tak bermasalah sama sekali. "A...a...apa? Yang tadi aku kurang jelas mendengar ucapanmu," tanya Seira tergagap. Pendengarannya sangat jelas, hingga tak ayal membuatnya gugup dan berharap bahwa memang gendang telinganya yang bermasalah. Raven menarik nafasnya dalam dalam lalu menghembuskannya dengan kepasrahan. "Aku membatalkan pernikahan kita. Kau dan aku takkan menikah," ucap Raven dengan mengumpulkan segenap keberaniannya. "A...a...apa? Ke...na...pa? " Seira mulai merasakan sesak di dadanya. Sambil menggelengkan kepalanya dia mencengkeram lengan kanan Raven dengan kuat. Raven menggenggamnya untuk kemudian diturunkannya secara perlahan. Isak tangis Seira pun terdengar meluruhkan hati. "Aku punya alasan tersendiri mengenai alasannya. Dan kau t
Última actualización : 2020-10-15 Leer más