Menyusup seperti angin, entah kapan ia mulai berjalan merasuki hatiku. Ia tak berwarna tak berbau tak tampak namun nyata terasa.Tidur ku tak enak, makan tak kenyang, minum pun tak habis di buat nya.Aku namakan peristiwa ini kerasukan sayang, sayang ketika melihat dia namun sayang juga jika terus di lanjutkan, takut dosa.Ini seperti sebuah ungkapan “berlayar kapal ke laut dalam, tak bisa di tahan gelapnya malam, menghias bintang menyambut tawa, riang hati muka yang tunjukan. Berlayar rasa ke hati yang dalam, tak dapat di tahan datang nya sayang, menghias hati menyambut sayang, riang hati muka yang tunjukan”Semua berawal dari kekaguman ku kepada seorang wanita dan tanpa ku duga rasa kagum itu kemudian berubah menjadi rasa suka bahkan ini cinta. Aku paham jika cinta bukan lah sebuah kata yang mudah di ucapkan atas seorang wanita, cinta itu harus di ucapkan dan di realisasikan di atas sebuah ikrar yang dinamakan akad. Namun ragu dan takut menganggu seperti se
Last Updated : 2020-10-27 Read more