author-banner
Vithree Rosea
Vithree Rosea
Author

Novels by Vithree Rosea

Dear, Calon Tunangan!

Dear, Calon Tunangan!

Crystal, gadis SMU yg terpaksa putus dengan Emerald karena dijodohkan dengan Ruby, mahasiswa tampan dan ramah. Niat hati ingin membenci, Crystal justru terjebak dengan pesona Ruby. Bukan karena ketampanannya, melainkan mata cantik Ruby yang terlihat dingin dan menyimpan rahasia. Ya, Ruby adalah pria yang mengalami amnesia karena kecelakaan tiga tahun lalu. Akankah Crystal kembali pada Emerald, atau justru tertarik pada Ruby meskipun masa lalu kelam Ruby kembali menghantui?
Read
Chapter: GALAU
Cuaca malam sedikit mendung diselimuti awan tebal. Kabut awan malam itu mewakili hati seorang gadis manis yang tampak gelisah. Dia berbaring di kasurnya, uring-uringan. Sesekali memegang ponsel-nya, lalu dia letakkan lagi.Crystal, demikianlah nama gadis remaja itu. Entah apa yang dipikirkannya, tetapi mungkin masalah itu cukup berat baginya. Dia bangkit dari kasur dan mengambil diary biru. Dia menuliskan beberapa baris kalimat mewakili hatinya.Kuharap, Emerald ga marah padaku. Aku belum memberitahu dia soal perjodohanku. Aku menyayangimu, Al ...“Crystal ....” Terdengar suara panggilan dari luar.Crystal segera menutup diary-nya, lantas membuka pintu dan berkata, “Ya, Ma?”Tampak kesedihan di mata Crystal, mama merasakan kesedihan putrinya itu. Namun, yang bisa beliau lakukan hanyalah menghibur si gadis manisnya.“Crystal, soal perjodohan dengan putra Pak Alexander itu, Mama ga bisa cegah papamu. Maaf.&r
Last Updated: 2020-08-03
My Beloved Agent (INDONESIA)

My Beloved Agent (INDONESIA)

10
Aiden adalah putra dari seorang petinggi militer yang terjun menjadi intelijen swasta muda. Suatu hari, dia mendapat misi untuk menguak identitas mafia narkoba bernama Gruno dari putrinya yang masih SMU, Kei namanya. Tak sengaja, dia justru terlibat cinta. Di satu sisi, dia justru ditaksir oleh Irene, wartawati cantik redaksi Green-news. Mampukah Aiden menuntaskan misi dan menjadi kebanggaan Komjen Alexander, sang ayah yang selama ini membencinya?
Read
Chapter: Risk of Love (4)
"Kei...," Aiden terkejut, tapi dia sepertinya enggan memberi pembelaan atas kejadian yang baru saja terjadi. Mungkin Kei melihatnya, namun dia tak peduli. Dia hanya ingin menjejaki bintang-bintang di langit dengan tatapannya."Aiden, aku ....""Tinggalkan aku sendiri!""Kenapa kamu dengan mudahnya mempermainkan cinta? Menyatakan perasaan padaku, tapi mencium wanita lain. Memberikan harapan padanya, tapi jelas-jelas kamu sangat mencintaiku. Kamu benar-benar labil, Aiden!"Aiden tak peduli dengan perkataan sengit Kei dan membiarkan gadis itu pergi. Aiden membisu, sendiri. Dia berbaring di teras rumah dan pandangannya masih menatap langit."Kenapa seperti ini, Tuhan? Aku ga bermaksud menyakiti siapa pun. Aku cuma merasa keduanya ada di hatiku saat ini.""Kamu harus tentukan pilihan untuk masa depanmu."Aiden terkejut, kali ini Rivan menghampirinya. Pria itu duduk dan ikut menatap langit
Last Updated: 2020-08-05
Chapter: Risk of Love (3)
"Aduh!"Aiden menahan sakitnya ketika sore itu, Irene dengan sabar mengobati lukanya yang tersabet belati siang tadi.Irene hanya tersenyum, "Udah dua kali kamu korbankan lengan ini karena cinta!" sindir Irene jika mengingat beberapa hari yang lalu, Aiden juga sempat tertembak demi Kei.Aiden tertegun, tak ada sepatah kata pun lagi yang menemani mereka hingga Irene selesai membalut lengan Aiden dengan perban. Di saat Irene ingin beranjak, Aiden segera menarik lengannya. Wanita cantik itu pun kembali duduk di hadapan Aiden."Tolong, temani aku di sini," pinta Aiden memandang binar mata Irene.Namun tak lama, Aiden hanya melihat ada air mata yang menggenang di sana. Karena merasa ikut sakit melihat air mata itu, Aiden mendekatkan wajahnya, menatap serius binar mata Irene. Dia pun menyentuh dahi Irene dengan bibirnya. Kecupan hangat dari Aiden untuk pertama kalinya.Irene membisu, membiarkan Aiden memeluk dan menyandarkan kepa
Last Updated: 2020-08-05
Chapter: Risk of Love (2)
Kabar buruk menimpa Kei. Di saat Aiden sibuk berusaha meninggalkan transaksi barang haram Gruno, Kei dikabarkan menghilang. Sudah dua hari, Aiden tak melihat gadis itu di arena sekolah. Aiden sangat cemas, takut gadis yang memiliki cintanya itu sedang dalam bahaya."Irene. Tolong bantu aku. Tolong muat foto Kei di surat kabar besok. Kita harus segera menemukannya," sahut Aiden ketika dia menghubungi Irene.“Maaf Aiden, aku ga bisa membantumu. Lebih baik kamu hubungi saja surat kabar lain. Mungkin masih ada yang bernyali besar memampangkan putri mafia besar itu.”"Please, Irene. Aku takut terjadi sesuatu pada Kei. Kamu, kan, seorang wartawan, seharusnya sebagai teman yang baik, kamu bisa membantuku."“Aku ga mau sakit hati, Aiden. Lebih baik kamu urus saja gadis itu. Aku ga peduli apa pun tentang Kei.”Ucapan ketus Irene membuat rasa kesal timbul di hati Aiden, seakan dia kecewa atas ucapan dan tindakan yang diambil oleh wart
Last Updated: 2020-08-05
Chapter: Riak of Love (1)
Keheningan menyela di antara Rivan, Aiden, dan Irene. Malam itu, Irene dan Rivan sedang sibuk menyiapkan resepsi pernikahan yang hanya tinggal beberapa hari lagi. Sementara itu, Aiden masih larut dalam buaian pikirannya sendiri. Masalah Gerald memenuhi benaknya."Aiden, kenapa kamu diam saja? Apa kamu ga mau menyumbangkan ide utuk resepsi pernikahanku dengan Yuli?" tanya Rivan serius.Aiden menghela napas, "Hm. Maaf. Oh iya, Rivan. Kamu tahu, kan, kalau siang tadi Gerald sudah bebas dari tahanan? Itu artinya, dia lepas dari jeratan hukum.""Ya, dan kita ga bisa berbuat apa-apa.""Tapi, kenapa bisa semudah itu?" Irene ikut nimbrung. "Padahal setahuku, banyak lawyer yang enggan menangani kasus drugs. Setidaknya, minimal kurungan 3 tahun. Tapi, Gerald hanya ditahan dalam waktu beberapa minggu saja."Aiden tersenyum kecut, "Tentu saja. Dia itu berasal dari keluarga hebat. Bermasalah dengannya hanya akan memperumit hidup saja!"Aiden
Last Updated: 2020-08-05
Chapter: Hati yang Terluka (2)
Nicho sama sekali tak peduli. Hingga akhirnya tendangan keras tepat menghantam punggungnya. Aiden dan Kei muncul. Aiden melihat Irene yang masih ketakutan dan berlinang air mata."Brengsek! Pengkhianat!"Aiden mengerahkan tenaga yang masih tersisa, meski darah segar telah menodai seragam putihnya. Tendangan gesit mendarat di sisi lambung Nicho, Aiden mulai menampakkan aksi beladirinya.Nicho terduduk santai sambil menyeka darah yang mengalir di sudut bibirnya."Lihat saja, aku akan menghancurkan kalian semua. Terutama kamu, Aiden! Kamu sudah merebut Irene dariku!" ancam Nicho.Nicho meninggalkan mereka. Pandangan Aiden beralih pada Irene yang masih bersandar dengan raut ketakutan. Kei tak mau ikut alih, dia membiarkan Aiden dan Irene berbicara serius. Aiden sangat sedih melihat air mata Irene, jemarinya pun menghapus tiap tetes bening kristal di pipi wartawati itu."Jangan takut! Ada aku bersamamu," hibur Aiden.Irene menghentikan tan
Last Updated: 2020-08-05
Chapter: Hati yang Terluka (1)
Suasana kantin yang riuh, namun tak mampu menyela keseriusan Aiden yang masih asyik membaca surat kabar terbitan Green-News. Berita yang hangat masih menghampiri seisi Kota Green, kericuhan antara mahasiswa, juga berita kriminal lainnya.Mata elang Aiden mengangkap headline di koran Green-News tersebut.BISNIS GRUNO MERAJA, POLISI BELUM AMBIL TINDAKAN"Ini ga bisa dibiarkan!" Aiden merogoh sakunya, nomor ponsel Nicho segera terhubung lewat earphone yang selalu setia di telinga kanannya. Namun, Aiden mengetahui kalau Nicho sedang tidak mengaktifkan ponsel-nya."Rivan, sudah baca berita koran pagi ini?" Aiden mengalihkan kontak ke ponsel Rivan.“Sudah, mafia itu semakin bermain-main dengan kita. Hh, pagi ini saja kita sudah mendapat teguran langsung dari pemerintahan!”"Oh ya, Nicho ada di kantor, ga? Aku hubungi dia ternyata ga aktif!"Aiden mendengar helaan napas Rivan dari seberang telfon, "Sudah tiga hari ini Nicho ga ad
Last Updated: 2020-08-05
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status