Mag-log inAiden adalah putra dari seorang petinggi militer yang terjun menjadi intelijen swasta muda. Suatu hari, dia mendapat misi untuk menguak identitas mafia narkoba bernama Gruno dari putrinya yang masih SMU, Kei namanya. Tak sengaja, dia justru terlibat cinta. Di satu sisi, dia justru ditaksir oleh Irene, wartawati cantik redaksi Green-news. Mampukah Aiden menuntaskan misi dan menjadi kebanggaan Komjen Alexander, sang ayah yang selama ini membencinya?
view more"Kei...," Aiden terkejut, tapi dia sepertinya enggan memberi pembelaan atas kejadian yang baru saja terjadi. Mungkin Kei melihatnya, namun dia tak peduli. Dia hanya ingin menjejaki bintang-bintang di langit dengan tatapannya."Aiden, aku ....""Tinggalkan aku sendiri!""Kenapa kamu dengan mudahnya mempermainkan cinta? Menyatakan perasaan padaku, tapi mencium wanita lain. Memberikan harapan padanya, tapi jelas-jelas kamu sangat mencintaiku. Kamu benar-benar labil, Aiden!"Aiden tak peduli dengan perkataan sengit Kei dan membiarkan gadis itu pergi. Aiden membisu, sendiri. Dia berbaring di teras rumah dan pandangannya masih menatap langit."Kenapa seperti ini, Tuhan? Aku ga bermaksud menyakiti siapa pun. Aku cuma merasa keduanya ada di hatiku saat ini.""Kamu harus tentukan pilihan untuk masa depanmu."Aiden terkejut, kali ini Rivan menghampirinya. Pria itu duduk dan ikut menatap langit
"Aduh!"Aiden menahan sakitnya ketika sore itu, Irene dengan sabar mengobati lukanya yang tersabet belati siang tadi.Irene hanya tersenyum, "Udah dua kali kamu korbankan lengan ini karena cinta!" sindir Irene jika mengingat beberapa hari yang lalu, Aiden juga sempat tertembak demi Kei.Aiden tertegun, tak ada sepatah kata pun lagi yang menemani mereka hingga Irene selesai membalut lengan Aiden dengan perban. Di saat Irene ingin beranjak, Aiden segera menarik lengannya. Wanita cantik itu pun kembali duduk di hadapan Aiden."Tolong, temani aku di sini," pinta Aiden memandang binar mata Irene.Namun tak lama, Aiden hanya melihat ada air mata yang menggenang di sana. Karena merasa ikut sakit melihat air mata itu, Aiden mendekatkan wajahnya, menatap serius binar mata Irene. Dia pun menyentuh dahi Irene dengan bibirnya. Kecupan hangat dari Aiden untuk pertama kalinya.Irene membisu, membiarkan Aiden memeluk dan menyandarkan kepa
Kabar buruk menimpa Kei. Di saat Aiden sibuk berusaha meninggalkan transaksi barang haram Gruno, Kei dikabarkan menghilang. Sudah dua hari, Aiden tak melihat gadis itu di arena sekolah. Aiden sangat cemas, takut gadis yang memiliki cintanya itu sedang dalam bahaya."Irene. Tolong bantu aku. Tolong muat foto Kei di surat kabar besok. Kita harus segera menemukannya," sahut Aiden ketika dia menghubungi Irene.“Maaf Aiden, aku ga bisa membantumu. Lebih baik kamu hubungi saja surat kabar lain. Mungkin masih ada yang bernyali besar memampangkan putri mafia besar itu.”"Please, Irene. Aku takut terjadi sesuatu pada Kei. Kamu, kan, seorang wartawan, seharusnya sebagai teman yang baik, kamu bisa membantuku."“Aku ga mau sakit hati, Aiden. Lebih baik kamu urus saja gadis itu. Aku ga peduli apa pun tentang Kei.”Ucapan ketus Irene membuat rasa kesal timbul di hati Aiden, seakan dia kecewa atas ucapan dan tindakan yang diambil oleh wart
Keheningan menyela di antara Rivan, Aiden, dan Irene. Malam itu, Irene dan Rivan sedang sibuk menyiapkan resepsi pernikahan yang hanya tinggal beberapa hari lagi. Sementara itu, Aiden masih larut dalam buaian pikirannya sendiri. Masalah Gerald memenuhi benaknya."Aiden, kenapa kamu diam saja? Apa kamu ga mau menyumbangkan ide utuk resepsi pernikahanku dengan Yuli?" tanya Rivan serius.Aiden menghela napas, "Hm. Maaf. Oh iya, Rivan. Kamu tahu, kan, kalau siang tadi Gerald sudah bebas dari tahanan? Itu artinya, dia lepas dari jeratan hukum.""Ya, dan kita ga bisa berbuat apa-apa.""Tapi, kenapa bisa semudah itu?" Irene ikut nimbrung. "Padahal setahuku, banyak lawyer yang enggan menangani kasus drugs. Setidaknya, minimal kurungan 3 tahun. Tapi, Gerald hanya ditahan dalam waktu beberapa minggu saja."Aiden tersenyum kecut, "Tentu saja. Dia itu berasal dari keluarga hebat. Bermasalah dengannya hanya akan memperumit hidup saja!"Aiden