LOGINBerawal dari tubrukan tak sengaja di lobby rumah sakit dengan seorang gadis manis tapi ketus luar biasa membuat Kevin merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama pada gadis yang baru ia ketahui namanya adalah Andreana Syafira. Kevin si kapten tim basket itu berubah drastis sejak bertemu Andrea. Ia benar tergila-gila karena gadis manis itu. Namun sayang usaha Kevin untuk mendapatkan cinta Andrea tidak semudah itu. Ia harus menghadapi banyak sekali rintangan dan cobaan untuk meraih kebahagiaan itu. Halangan dan ujian kekuatan cinta mereka bertubi-tubi mulai dari ikut campurnya Hendra kakak sepupu Andrea hingga kedua orang tua Andrea yang tak merestui hubungan mereka. Bagaimana kah kisah cinta mereka yang penuh liku itu? Bisakah mereka menjalin kasih tanpa ada yang melarang? Yuk temukan jawabannya di sini.
View MoreHendra memencet tombol remote TV. Entah apa yang tengah ia cari sampai berulang kali memindahkan siaran TV. Saking kesalnya tak menemukan yang menarik perhatiannya ia membanting remote ke sofa. Ia mendecak kesal dan baru sadar kalau Andrea belum juga balik kerumah. Gadis itu pamit untuk mengambil pesanan makanan yang ia pesan dari layanan ojek online. "Mana sih ini anak. Keluar ambil pesanan makan aja lama bener." Ucap Hendra kesal. "Ambil pesanan aja lama bener. Di Baghdad gitu ngambilnya." Gerutu Hendra.
“Ya ampun Sa kita khawatir banget tahu. Kok ngga kasih kabar sih kalo elo sakit.” Cecar Andrea saat bertemu dengan Salsa di rumah sakit.“Tahu nih Salsa. Kirain gue elo mabal, Sa.
“Eugh…” lenguh Salsa yang mulai siuman. “Dek… Bangun sayang.” Seru Indah sambil mengelus lengan putrinya. Salsa menggerakkan bola matanya mencoba untuk membuka mata namun terasa berat. Kedua mata bergerak perlahan membuka sedikit demi sedikit sambil menyesuaikan diri dengan cahaya. “Ma…” ucapnya.
“Eugh…” lenguh Salsa yang mulai siuman.“Dek… Bangun sayang.” Seru Indah sambil mengelus lengan putrinya. Salsa menggerakkan bola matanya mencoba untuk membuka mata namun terasa berat. Kedua mata bergerak perlahan membuka sedikit demi sedikit sambil menyesuaikan diri dengan cahaya.“Ma…” ucapnya.