MasukAn adalah novelis yang tidak populer, bahkan penghasilannya dari menulis sangat kecil. Tidak banyak pembaca karyanya, ia hanya bisa merenung dan melihat tulisannya penuh cinta. Dia suka komposisinya sendiri, mengejar hingga selesai. Raja vampir akhirnya hidup bahagia bersama keluarganya. Tetapi sesuatu yang aneh membawanya ke tempat yang akrab. "Apakah aku di dunia novelku sendiri? Ini luar biasa, dan lebih indah dari dunia asliku!"*Bahasa Indonesia dan Inggris ringan
Lihat lebih banyakKegelapan pun mulai menguasai tempat ini, dan semua orang berkumpul di halaman untuk menghangatkan tubuh di dekat api unggun yang dibuat. Ke tiga pangeran pun segera berhenti, dan mereka bergegas mengganti pakaian di penginapan, kamar mereka.Begitu telah selesai mengganti pakaian, mereka berkumpul di ruang tamu.
Kazexian dan bawahnnya menghangatkan tubuh di dekat api unggun.“Tuan, sepertinya gadis itu sangat senang. She tidak tahu tuan telah membantunya, tuan benar-benar hebat!” puji orang bawahannya, orang yang dapat he percaya untuk melakukan tugas rahasia. Mereka adalah orang yang setia mengabdi pada Pangeran Kazexian seumur hidup mereka, dan ketiga pangeran juga memiliki orang-orang seperti mereka, ini adalah rahasia mereka.
“Aku harap kamu tidak sungguh-sungguh kecewa, brother Kim dan yang lainnya hanya ikut bermain dalam permainan. Kami tahu kamu membuat permainan yang tidak masuk akal itu, kamu ingin menghilangkan kristal naga itu dan membuangnya ke danau naga kan? Kami menyadari perbuatan guru besar berlebihan padamu, tidak seharusnya she menjelekan dirimu. Kami sepakat untuk membagi tugas, brother Kim dan yang lain melakukan tugas mereka untuk berpura-pura saja. Kamu jangan salah paham, dan jangan membenci mereka.”
Begitu aku menyingkir semua orang mulai berlari menuju danau naga begitu juga dengan Tuan Idory dan keempat pangeran. Semua orang mencari kristal naga merah itu dengan keinginan mendapatkan kekuatannya, mereka akan lupa dengan teman dan kerabat dekat.Kini hanya ada aku dan dua gadis yang mengucilkan diriku. Aku menghampiri mereka yang tampak kesal itu.