Chapter: Bab 02 — Upil yang berharga“Kurang ajar! Kenapa manajer sialan itu masih belum juga ditangkap! Apakah kinerja polisi selambat ini, sampai-sampai susah menangkap sialan pencuri uang itu!”Fayrin melempar kaca rias di studio tempatnya syuting, menggunakan botol parfum Chanel. Yang pastinya, kaca itu pecah berantakan.Beberapa MuA terlihat takut melihat wanita yang sedang naik pitam ini. Dadanya naik turun, sesekali dia menarik napas berat—lantaran degup jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Amarahnya kali ini lebih gila dari ucapannya.Ini bukanlah kemarahan pertama Fayrin. Tapi, mungkin sudah ratusan kali. Dan, yang menjadi sasaran empuk Fayrin adalah, barang-barang mahal. Tentu saja dia akan merusaknya, tanpa mempertimbangkan harga dan kerugian yang akan diderita nantinya.“Fayrin, kamu ....”“Nggak usah ikut-ikutan kalau aku lagi marah!” potong Fayrin, melirik Annya yang duduk santai di sofa ruang rias.
Last Updated: 2020-09-11
Chapter: Bab 01 — PrakataApakah memiliki sesuatu itu adalah sebuah keharusan?Mungkin, bagi seseorang, jika ingin memiliki sesuatu baik itu barang atau hal lain yang berharga, mereka harus berusaha-atau mungkin bersabar menunggu agar bisa mendapatkannya dengan membayar sebuah kompensasi.Uang, tentunya adalah jembatan yang bisa memudahkan seseorang mendapatkan apa yang dia inginkan-termasuk membeli mulut, tubuh, atau organ manusia. Tapi terlalu konyol jika harus menghabiskan uang untuk hal tidak dibutuhkan.Lalu, bagaimana dengan seorang aktris-yang dengan sengaja masuk ke dalam kehidupan seorang mahasiswa, hanya karena ingin mendapatkannya? Kata orang-orang sih, wanita semacam ini tidak tahu malu.Tapi itu tidak berlaku pada Fayrin Ayudia. Baginya, apa yang harus dia miliki, akan tetap menjadi miliknya selamanya. Apakah Fayrin perlu ke dukun, untuk memelet pujaannya, agar bertekuk lutut padanya?Haha ..., mungkin Fay
Last Updated: 2020-09-11