LOGINFayrin Ayudia dalah seorang aktris cantik yang bisa dibilang memiliki kehidupan yang sempurna. Karir aktingnya sangat mempuni, sehingga banyak tawaran film menanti dirinya. Bahkan uang yang dia terima sekali memerankan akting bernilai ratusan juta. Tapi ..., dibalik kesempurnaannya, tentu saja ada kekurangannya. Di saat itulah, Fayrin bertemu dengan Kiky Al-Rifky Ramadhan—seorang mahasiswa akuntasi sekaligus mahasiswa magang di bank ini. Pertemuannya dengan Kiky, membuat Fayrin jatuh cinta pada pandangan pertama. Fayrin percaya, cinta pada pandangan pertama akan membawa kesuksesan dalam hidupnya. Dan dia harus memiliki Kiky seutuhnya. Ya, Fayrin memiliki perangai buruk dalam hal kepemilikan baik itu benda atau barang. Fayrin harus mendapatkan apapun yang dia inginkan apapun caranya termasuk dengan cara memaksa sekalipun. Namun untuk mendapatkan perasaan Kiky, itu tidaklah mudah. Karena Kiky seseorang yang berkepribadian tidak mudah jatuh cinta pada wanita—apalagi jika wanita itu bar-bar dan kasar. Kiky memiliki sikap cuek dan jutek, itulah kenapa Fayrin harus bersusah payah dulu menghadapi Kiky. Akankah Fayrin bisa mendapatkan Kiky, lalu mengikatnya menjadi miliknya. Atau justru Kiky datang ke kehidupan Fayrin, lalu mengacaukan segalanya?
View More“Kurang ajar! Kenapa manajer sialan itu masih belum juga ditangkap! Apakah kinerja polisi selambat ini, sampai-sampai susah menangkap sialan pencuri uang itu!”Fayrin melempar kaca rias di studio tempatnya syuting, menggunakan botol parfum Chanel. Yang pastinya, kaca itu pecah berantakan.Beberapa MuA terlihat takut melihat wanita yang sedang naik pitam ini. Dadanya naik turun, sesekali dia menarik napas berat—lantaran degup jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Amarahnya kali ini lebih gila dari ucapannya.Ini bukanlah kemarahan pertama Fayrin. Tapi, mungkin sudah ratusan kali. Dan, yang menjadi sasaran empuk Fayrin adalah, barang-barang mahal. Tentu saja dia akan merusaknya, tanpa mempertimbangkan harga dan kerugian yang akan diderita nantinya.“Fayrin, kamu ....”“Nggak usah ikut-ikutan kalau aku lagi marah!” potong Fayrin, melirik Annya yang duduk santai di sofa ruang rias.
Apakah memiliki sesuatu itu adalah sebuah keharusan?Mungkin, bagi seseorang, jika ingin memiliki sesuatu baik itu barang atau hal lain yang berharga, mereka harus berusaha-atau mungkin bersabar menunggu agar bisa mendapatkannya dengan membayar sebuah kompensasi.Uang, tentunya adalah jembatan yang bisa memudahkan seseorang mendapatkan apa yang dia inginkan-termasuk membeli mulut, tubuh, atau organ manusia. Tapi terlalu konyol jika harus menghabiskan uang untuk hal tidak dibutuhkan.Lalu, bagaimana dengan seorang aktris-yang dengan sengaja masuk ke dalam kehidupan seorang mahasiswa, hanya karena ingin mendapatkannya? Kata orang-orang sih, wanita semacam ini tidak tahu malu.Tapi itu tidak berlaku pada Fayrin Ayudia. Baginya, apa yang harus dia miliki, akan tetap menjadi miliknya selamanya. Apakah Fayrin perlu ke dukun, untuk memelet pujaannya, agar bertekuk lutut padanya?Haha ..., mungkin Fay