ARUNI
Tujuh tahun lalu setelah ia dikeluarkan dari sekolah, semua ia lakukan demi menghidupi nenek dan adiknya. Terlepas dari itu, ia juga menghidupi anak yang ada di dalam kandungannya.
Laki-laki yang masih berseragam SMA itu memperkosanya saat study tour daerah Lombok. Ia tahu mereka berdua telah dijebak oleh sahabatnya, ah lebih tepatnya mantan sahabat.
Arunika Renjana Sekala, dulu gadis pendiam dan lumayan ceria karena ia tak banyak memiliki teman. Namun, sekarang seperti tak tersentuh dan sulit untuk masuk ke dalam kehidupannya.
Hingga takdir mempertemukan ia dengan laki-laki itu, Samudra Alpha Smith, tak pernah ia duga akan secepat ini.
Read
Chapter: Chapter OnePagi ini seperti biasa, Aruni akan direcoki dua laki-laki dan bertanya di mana dasi mereka berada."Kamu taruh mana kemarin, Dit?" ujarnya seraya melipat tangan di depan dada. Sang adik hanya menggeleng tak tahu di mana terakhir kali ia menaruh dasinya."Adit nggak ingat, mbak. Setahu Adit ada di dalam kotak tapi pas Adit cari nggak ada."Aruni berjalan mendekat ke arah lemari dan membukanya perlahan, pandangannya langsung tertuju pada bagian bawah. Sesuatu yang adiknya cari ada di sana."Ini apa, Dit? Makanya kalau cari yang teliti lagi," tegasnya sambil menyerahkan dasi berwarna abu-abu pada Adit."Kok ada perasaan Adit sudah cari di lemari tetep aja nggak ketemu." Adit berusaha membela dirinya, ya walau memang ia telah membuka lemari akan tetapi ia tak menemukan dasinya tergeletak di sana."Bunda!"Aruni menghela napasnya lantas bergegas menuju putra
Last Updated: 2020-09-21
Chapter: Chapter One"Luna!" Sontak diriku terkejut dengan teriakan yang memekakan telinga. Tak usah ditanya, pasti orang itu adalah Claudie sahabatku di toko bunga tempatku dan dia bekerja.Memutar bola mataku malas, hampir saja jantungku lepas dari tempatnya. Terhitung sudah ratusan kali Audie menjahili ku saat aku sedang berangan-angan menjadi orang kaya."Hahaha, seperti biasa mengapa kamu selalu melamun sembari melihat ke atas?" Aku hanya mengendikan bahu dan menuju ke belakang untuk mengambil bahan untuk membuat bucket.Audie terus mengikuti seraya bercanda dan menyimpulkan jika aku sedang membayangkan sesuatu yang tidak-tidak, ah maksudku hal dewasa yang bahkan aku belum pernah melihatnya sama sekali tetapi Audie itu otak mesum, jadilah telinga ku tak polos lagi."Stop, Audie! Jaga di depan siapa tahu ada yang datang," ujarku seraya mengusirnya untuk tak merecoki diriku.Ya walau bagaimanapun
Last Updated: 2020-09-28
Chapter: Chapter One"Luna!" Sontak diriku terkejut dengan teriakan yang memekakan telinga. Tak usah ditanya, pasti orang itu adalah Claudie sahabatku di toko bunga tempatku dan dia bekerja.Memutar bola mataku malas, hampir saja jantungku lepas dari tempatnya. Terhitung sudah ratusan kali Audie menjahili ku saat aku sedang berangan-angan menjadi orang kaya."Hahaha, seperti biasa mengapa kamu selalu melamun sembari melihat ke atas?" Aku hanya mengendikan bahu dan menuju ke belakang untuk mengambil bahan untuk membuat bucket.Audie terus mengikuti seraya bercanda dan menyimpulkan jika aku sedang membayangkan sesuatu yang tidak-tidak, ah maksudku hal dewasa yang bahkan aku belum pernah melihatnya sama sekali tetapi Audie itu otak mesum, jadilah telinga ku tak polos lagi."Stop, Audie! Jaga di depan siapa tahu ada yang datang," ujarku seraya mengusirnya untuk tak merecoki diriku.Ya walau bagaimanapun
Last Updated: 2020-09-28
Chapter: Chapter One"Luna!" Sontak diriku terkejut dengan teriakan yang memekakan telinga. Tak usah ditanya, pasti orang itu adalah Claudie sahabatku di toko bunga tempatku dan dia bekerja.Memutar bola mataku malas, hampir saja jantungku lepas dari tempatnya. Terhitung sudah ratusan kali Audie menjahili ku saat aku sedang berangan-angan menjadi orang kaya."Hahaha, seperti biasa mengapa kamu selalu melamun sembari melihat ke atas?" Aku hanya mengendikan bahu dan menuju ke belakang untuk mengambil bahan untuk membuat bucket.Audie terus mengikuti seraya bercanda dan menyimpulkan jika aku sedang membayangkan sesuatu yang tidak-tidak, ah maksudku hal dewasa yang bahkan aku belum pernah melihatnya sama sekali tetapi Audie itu otak mesum, jadilah telinga ku tak polos lagi."Stop, Audie! Jaga di depan siapa tahu ada yang datang," ujarku seraya mengusirnya untuk tak merecoki diriku.Ya walau bagaimanapun
Last Updated: 2020-09-28
Chapter: Chapter One"Luna!" Sontak diriku terkejut dengan teriakan yang memekakan telinga. Tak usah ditanya, pasti orang itu adalah Claudie sahabatku di toko bunga tempatku dan dia bekerja.Memutar bola mataku malas, hampir saja jantungku lepas dari tempatnya. Terhitung sudah ratusan kali Audie menjahili ku saat aku sedang berangan-angan menjadi orang kaya."Hahaha, seperti biasa mengapa kamu selalu melamun sembari melihat ke atas?" Aku hanya mengendikan bahu dan menuju ke belakang untuk mengambil bahan untuk membuat bucket.Audie terus mengikuti seraya bercanda dan menyimpulkan jika aku sedang membayangkan sesuatu yang tidak-tidak, ah maksudku hal dewasa yang bahkan aku belum pernah melihatnya sama sekali tetapi Audie itu otak mesum, jadilah telinga ku tak polos lagi."Stop, Audie! Jaga di depan siapa tahu ada yang datang," ujarku seraya mengusirnya untuk tak merecoki diriku.Ya walau bagaimanapun aku tetap menerima d
Last Updated: 2020-09-29