MasukAluna George, gadis berusia dua puluh tahun tumbuh dengan paras yang anggun dan cantik. Sayang, penampilan itu tertutup dengan gaya berpakian dan ia tak pernah berhias. Tumbuh di desa terluar dari kota membuatnya merasa sentuhan make up tak perlu ia gunakan toh tidak akan ada yang mau dengan penampilan seperti seorang nerd. Hari itu ia menemukan di surat kabar kalau perusahaan Smith Group membuka lowongan untuk OG, office girl. Walaupun pekerjaan kasar ia tetap melamar karena ia baru saja dipecat oleh atasannya dengan alasan penampilan. Hidupnya berubah seiring ia diterima sebagai OG di perusahaan raksasa itu. Sampai ia bertemu dengan pemilik sekaligus CEO yang memperhatikan dirinya dengan tatapan yang menyeramkan, seolah mata CEO tadi berubah warna dalam sekejap.
Lihat lebih banyak"Luna!" Sontak diriku terkejut dengan teriakan yang memekakan telinga. Tak usah ditanya, pasti orang itu adalah Claudie sahabatku di toko bunga tempatku dan dia bekerja.Memutar bola mataku malas, hampir saja jantungku lepas dari tempatnya. Terhitung sudah ratusan kali Audie menjahili ku saat aku sedang berangan-angan menjadi orang kaya."Hahaha, seperti biasa mengapa kamu selalu melamun sembari melihat ke atas?" Aku hanya mengendikan bahu dan menuju ke belakang untuk mengambil bahan untuk membuat bucket.Audie terus mengikuti seraya bercanda dan menyimpulkan jika aku sedang membayangkan sesuatu yang tidak-tidak, ah maksudku hal dewasa yang bahkan aku belum pernah melihatnya sama sekali tetapi Audie itu otak mesum, jadilah telinga ku tak polos lagi."Stop, Audie! Jaga di depan siapa tahu ada yang datang," ujarku seraya mengusirnya untuk tak merecoki diriku.Ya walau bagaimanapun
"Luna!" Sontak diriku terkejut dengan teriakan yang memekakan telinga. Tak usah ditanya, pasti orang itu adalah Claudie sahabatku di toko bunga tempatku dan dia bekerja.Memutar bola mataku malas, hampir saja jantungku lepas dari tempatnya. Terhitung sudah ratusan kali Audie menjahili ku saat aku sedang berangan-angan menjadi orang kaya."Hahaha, seperti biasa mengapa kamu selalu melamun sembari melihat ke atas?" Aku hanya mengendikan bahu dan menuju ke belakang untuk mengambil bahan untuk membuat bucket.Audie terus mengikuti seraya bercanda dan menyimpulkan jika aku sedang membayangkan sesuatu yang tidak-tidak, ah maksudku hal dewasa yang bahkan aku belum pernah melihatnya sama sekali tetapi Audie itu otak mesum, jadilah telinga ku tak polos lagi."Stop, Audie! Jaga di depan siapa tahu ada yang datang," ujarku seraya mengusirnya untuk tak merecoki diriku.Ya walau bagaimanapun
"Luna!" Sontak diriku terkejut dengan teriakan yang memekakan telinga. Tak usah ditanya, pasti orang itu adalah Claudie sahabatku di toko bunga tempatku dan dia bekerja.Memutar bola mataku malas, hampir saja jantungku lepas dari tempatnya. Terhitung sudah ratusan kali Audie menjahili ku saat aku sedang berangan-angan menjadi orang kaya."Hahaha, seperti biasa mengapa kamu selalu melamun sembari melihat ke atas?" Aku hanya mengendikan bahu dan menuju ke belakang untuk mengambil bahan untuk membuat bucket.Audie terus mengikuti seraya bercanda dan menyimpulkan jika aku sedang membayangkan sesuatu yang tidak-tidak, ah maksudku hal dewasa yang bahkan aku belum pernah melihatnya sama sekali tetapi Audie itu otak mesum, jadilah telinga ku tak polos lagi."Stop, Audie! Jaga di depan siapa tahu ada yang datang," ujarku seraya mengusirnya untuk tak merecoki diriku.Ya walau bagaimanapun
![Wedding Doll [INDONESIA]](/pcdist/src/assets/images/book/43949cad-default_cover.png)




