"Luna!" Sontak diriku terkejut dengan teriakan yang memekakan telinga. Tak usah ditanya, pasti orang itu adalah Claudie sahabatku di toko bunga tempatku dan dia bekerja. Memutar bola mataku malas, hampir saja jantungku lepas dari tempatnya. Terhitung sudah ratusan kali Audie menjahili ku saat aku sedang berangan-angan menjadi orang kaya. "Hahaha, seperti biasa mengapa kamu selalu melamun sembari melihat ke atas?" Aku hanya mengendikan bahu dan menuju ke belakang untuk mengambil bahan untuk membuat bucket. Audie terus mengikuti seraya bercanda dan menyimpulkan jika aku sedang membayangkan sesuatu yang tidak-tidak, ah maksudku hal dewasa yang bahkan aku belum pernah melihatnya sama sekali tetapi Audie itu otak mesum, jadilah telinga ku tak polos lagi. "Stop, Audie! Jaga di depan siapa tahu ada yang datang," ujarku seraya mengusirnya untuk tak merecoki diriku. Ya walau bagaimanapun
Last Updated : 2020-09-28 Read more