Black Finger (Indonesia)
Aragon Gaultier, membangun istana Houston Hill untuk dihadiahkan kepada Puteri Elisa Denova. Sudah jelas dalam benak Elisa tentang tujuannya datang ke Slavidion. Berjalan mendatangi takdirnya. Seperti punya mata ketiga, dia bahkan tahu siapa yang kemudian dicintai dan mencintainya. Pertama kali Elisa melihat William Gaultier, pangeran itu terpukau dengan mawar yang ditanam di Houston Hill. Tanaman yang khusus dibawa Elisa dari kampungnya. Pangeran kecil ini, masih berusia dua puluh tahun saat itu, dia terlalu lugu untuk mengenal cinta. Dia tertegun melihat kecantikan Elisa, tapi kemudian ia memalingkan wajahnya untuk mawar-mawar di depannya. Masih bisa berpikir jernih ketika ingat gadis itu adalah tunangan ayahnya dan kedatangannya waktu itu untuk memperkenalkan diri sebagai calon anak tiri gadis yang mungkin berusia sama dengannya.
Read
Chapter: Chapter 16: Sang SerigalaRin, sejak setengah jam lalu ketenangan hilang. “Bagaimana mungkin aku bisa lupa soal Isabel?” gumamnya sambil gigit jari. Sudah berkali-kali Rin mengatakan pada Isabel camp malam yang menjadi tradisi Slavidion, akan dilakukan di Istana Houston. Tapi, Isabel tak terlihat di antara kerumunan yang hadir. Dia berlari ke sana kemari, bertanya sana sini dan tak ada seorang pun tahu perihal Isabel. “Kupernya itu sungguh keterlaluan,”desah Rin lagi.&n
Last Updated: 2020-11-17
Chapter: Chapter 15: PilihanCinta, mengubah seseorang menjadi setia. Tapi, Isabel tak mengerti kesetiaannya untuk siapa. Ingatannya terbelah antara kenyataan dan fantasi malamnya. Ada perasaan gugup yang mendera setiap kali bangun pagi, setelah bermimpi tentang orang yang berdiri di tengah lapangan Slavidion menghadap menara. Kali ini, perasaan gugup itu semakin menekan batinnya. Membuatnya enggan beranjak dari tempat tidur pagi itu.
Last Updated: 2020-11-12
Chapter: Chapter 14: Yellow Eyes'Apa yang kamu dengar, aku tak perlu mendengarnya dan apa yang terucap dari mulutmu, aku juga tak perlu tahu itu. Tapi, apa yang kamu lihat. Aku juga ingin melihatnya. Tahu semua yang mempengaruhi pikiranmu. Matamu telah bicara segalanya. Begitulah caraku bisa memahamimu.'&nb
Last Updated: 2020-11-07
Chapter: Chapter 13: Cahaya PerakAsrama laki-laki Slavidion, pukul empat siang. Isabel harus memastikan tidak ada satu pun yang melihatnya masuk ke asrama laki-laki. Aroma agak berbeda segera tercium di sana, diam di antara lorong-lorong yang tak terjamah wanita. Sudah diperhitungkan kalau sore itu tidak banyak yang ada di asrama. Senior sibuk mengurusi para junior yang akan melaksanakan ujian penentuan apakah mereka lulus orientasi atau tidak. Jika tidak lulus, mereka harus mengulang tahun depan dan tentu saja kehilangan kesempatan jadi senior selama tahun itu. Slavidion telah dibagi menjadi beberapa pos. Masing-masing dijaga oleh para senior. Junior wajib melewati itu semua jika ingin lulus, yang berarti mereka harus mengelilingi sel
Last Updated: 2020-11-03
Chapter: Chapter 12: Kunci PenyegelMalam itu, Isabel memberanikan dirinya berdiri di balkon kamar. Sesuatu yang tak lagi dilakukannya hampir dua bulan ini. Angin dingin segera membalut tubuhnya, dengan kejam meremas tulangnya hingga terasa ngilu. Tapi, ia tetap ingin berada di sana. Hanya malam yang mampu membuatnya melihat jelas tentang apa yang terjadi. Malam pula yang bisa mengantarnya pada seseorang yang mulai dirindukannya sejak pertama kali bertemu. Tapi, dari sana yang bisa dilihatnya hanyalah kabut tebal yang menyelimuti
Last Updated: 2020-10-31
Chapter: Chapter 11: Perasaan yang Tak TerkatakanTiga kali ketukan yang terdengar oleh Isabel di pintu kamarnya, tidak membuatnya terkejut. Ada suara hentakan kaki menyentuh telinga dari mulut tangga koridor lantai tiga hingga hampir ke kamar. Isabel kenal bagaimana Rin berjalan, langkah kakinya yang cepat dan menghentak. Gadis enerjik. Suka bicara, tapi otaknya tak kosong. Dia masuk dalam kategori jenius. Jarang yang melihatnya belajar, dia lebih banyak menghabiskan waktunya berada di tengah banyak orang. Di kelas teater, dia bisa mengekspresikan dirinya begitu lepas, berteriak sesuka hati dan bergerak ke sana kemari. Tidak banyak yang tahu, “buku” adalah satu-satunya benda yang bisa menenangkan batinnya saat tidak ada siapa-siapa di dekatnya.
Last Updated: 2020-10-28