author-banner
Renny Juldid
Author

Novels by Renny Juldid

My Name is Mawar (INDONESIA)

My Name is Mawar (INDONESIA)

Tujuannya bekerja sebagai pembantu, tetapi mengapa menjadi pemuas nafsu? Ini bukanlah kesalahan Mawar! Ia hanya korban atas hasrat majikannya, Anton.
Read
Chapter: 5. Konflik
"Isma mana?" tanyaku membuka pembicaraan.Dari tadi aku tidak melihat dirinya, entahlah dia ke mana lagi, terlalu banyak kesibukan yang dibuat untuk dirinya sendiri. Padahal dia bisa berdiam diri di rumah untuk menghabiskan waktunya dengan Keysha atau pun aku, tetapi dia tidak melakukan itu, dia malah memilih pergi keluyuran di luar sana tanpa memikirkan anak dan suaminya. Ketika pulang dia selalu membawa banyak paper bag, dan kalian tahu apa isinya? Ya, semua itu berisi pakaian dan tas branded terbarunya. Kalau kalian bingung dari mana dia mendapatkan uang untuk membeli semua itu, jawabannya adalah karena ada aku yang menjadi mesin ATM-nya. Mungkin kalau istri lain akan sangat bersyukur sekali memiliki suami sepertiku. Aku tidak pernah menyuruhnya apa pun, aku juga membiarkannya melakukan apa yang dia suka, dengan semua uangku pula, tetapi dia malah membalasku dengan seperti ini. Entah bagaimana aku bisa mencintai wan
Last Updated: 2020-11-17
Chapter: 4. Desiran Aneh
Teng teng tengAku terbangun akibat suara jam dinding rumahku yang berbunyi sangat keras. Refleks, aku melihat jam kecil berwarna hitam yang melingkar di tanganku.18:00 WIBSudah hendak magrib ternyata, tetapi tidak ada yang membangunkan aku. Secepat kilat aku ke kamar mandi untuk membersihkan diri.Setelah selesai, aku langsung turun mencari keberadaan anak dan istri tercintaku itu.Namun, masih berada di tangga bawah, aku melihat interaksi Keysha dan Mawar yang tengah asyik sekali."Lalu ke mana Isma?" batinku bertanya-tanya. Kuhilangkan lamunan itu dan kembali memperhatikan mereka.Betapa menariknya interaksi Mawar dan Keysha. Sungguh, seharusnya aku da
Last Updated: 2020-11-09
Chapter: 3. Terima Kasih Mawar
Anton's POV"Sudah. Tante Mawar yang membantu!" ucap Keysha, anak semata wayangku dengan cengiran khasnya. Aku langsung menoleh ke arah Mawar beberapa detik, ia sudah terlalu banyak mengurus Keysha selama ini. Hanya dialah yang mengerti apa yang Keysha suka atau tidak, sementara aku yang notabenenya adalah orangtua Keysha hanya bisa menafkahinya saja.Terkadang aku merasa kasihan pada Keysha, ia tidak mendapat perhatian lebih sebagaimana mestinya orangtua beri. Aku juga sedih dengan semua takdir yang kumiliki, aku ingin mengubahnya, tetapi aku tidak bisa melakukan semua itu. Tuntutanku yang lain membuatku terkadang tak bisa banyak berpikir untuk nasib Keysha di masa mendatang. Padahal, akulah orang pertama yang seharusnya memikirkan kesehatan mental Keysha saat ini. Aku tidak ingin Keysha kenapa-kenapa, tetapi bodohnya aku pun tidak bisa melakukan apa-apa.
Last Updated: 2020-11-06
Chapter: 2. Rasa untuk Keysha
CeklekKudengar suara pintu terbuka. Aku langsung berjalan ke depan untuk melihat siapa yang datang. Mungkin saja mereka sudah pulang, dengan begitu aku memiliki teman bermain nantinya."Assalamualaikum," ucap seseorang dengan suara baritonnya, tetapi masih terdengar samar karna pintu utama jauh dari tempatku berada."Waalaikumusalam." Kulihat siapa yang mengucapkan salam. "Eh, Pak Anton sudah pulang?" tanyaku langsung."Sudah, ini Keysha tolong gantikan pakaiannya dulu. Setelah itu baru siapkan makan siang," suruhnya dengan nada yang lembut."Eh, iya, Pak!" jawabku tegas, lalu berjalan menghampiri Keysha yang berdiri tak jauh dariku. "Ayo, Sayang!" ucapku pada Keysha yang nampak kelelahan. Kugenggam jemari Keysha dan segera membawa ke kamarnya untuk berbenah diri sebelum makan sian
Last Updated: 2020-11-06
Chapter: 1. Perkenalan
Perkenalkan namaku MAWAR ANASTASYA, tetapi cukup memanggilku dengan sebutan Mawar. Aku berumur 25 tahun, dengan tubuh mungil dan kulit kuning langsat. Saat ini aku bekerja sebagai pembantu di salah satu kompleks elit Jakarta. Keseharianku selalu sibuk mengurus rumah beserta isinya. Terkadang tak ada waktu untukku beristirahat, walau hanya beberapa detik saja pun tidak bisa. Namun, beginilah nasibku, bekerja dengan orang lain tanpa harus membantah sedikit pun. Demi mendapatkan uang, aku harus rela bekerja dari pagi hingga malam hari di sini. Untunglah aku diberi tempat tinggal di rumahnya, jika tidak, mungkin aku sudah pontang-panting hanya untuk bekerja sebagai pembantu di rumah ini."Mawar!" teriak seorang wanita dengan lantangnya padaku. Aku sudah terbiasa mendengar suaranya yang bernada tinggi seperti ini."MAWAR!" teriaknya lagi dengan nada yang lebih tinggi, aku segera b
Last Updated: 2020-11-06
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status