Chapter: Harga diri yang terbuangMira keluar dari dalam rumah dengan tangannya memegang piring plastik berisi nasi goreng, tangan kecilnya berusaha memasukan sesuap demi sesuap ke dalam mulut mungilnya. Ada banyak butir nasi yang menempel berantakan di baju Mira .Aaaaa.... Hana membuka mulutnya minta disuapiMira mengangguk dengan senang hati, ia terlihat berusaha menyuapi kakaknya dengan satu sendok penuh nasi goreng ke dalam mulut Hana"Mmmmm.... enaknya, nasi goreng ibu memang paling enyyakk sedunia " puji HanaIbunda Hana tersenyum melihat tingkah kedua putri yang amat disayanginya itu , lalu ibunda Hana mengeluarkan selembar lima ribu yang terlihat basah dari saku dasternya, ia memberikannya pada Hana"Maafin ibu ya Hana, uang jajanmu hari ini hanya segini "Hana menerimanya dengan senang hati meski ia tahu nominal uang segitu hanya cukup untuk membeli sekantung plastik es teh manis di kantin sekolahnya, Hana tak ingin membuat ibundanya bersedi
Last Updated: 2020-11-13
Chapter: Awan mendung di kehidupan Hana3 tahun sebelum kematian ibunda HanaHari masih terlalu gelap untuk memulai beraktifitas namun keributan di rumah Hana sudah dimulai . Dari balik kamar Hana mendengar suara piring yang dilemparkan berkali-kali dibarengi teriakan ayah Hana.Hana berusaha menenangkan kedua adik perempuannya Sita dan Mira . Mira , adik Hana yang paling kecil merangkul kedua kakaknya dengan lengan kecilnya, ia menatap kedua kakaknya seakan bertanya apa yang sedang terjadi"Aku harap ayah secepatnya pergi ke neraka , agar dia tak mengganggu tidur kita setiap malam " jawab Sita penuh amarah"Sita.... Bicara apa kamu, dia itu ayah kita" Hana menegur adiknya yang berwajah manis itu"Kita tidak butuh ayah pemabuk yang tidak berguna seperti dia" Sita melanjutkan kembali tidurnyaHana menggendong mira dipangkuannya mengintip dari sedikit pintu yang terbuka , disana pemandangan yang menyakitkan . Ayahnya sedang marah karena peng
Last Updated: 2020-11-13
Chapter: Apakah kekerasan itu cinta?Pecutan itu berhenti setelah tuan Dalih melenguh dengan teriakan yang keras, kedua bola matanya berputar setelah mendapatkan kemenangannya. Ikat pinggang itu ia lemparkan ke sembarang arah lalu bibirnya yang penuh nafsu menciumi dan menjilati kulit punggung Faiza yang sudah memar-memar sampai ke lekukan leher lalu dengan satu tangannya ia membalik wajah dan tubuh Faiza .Fiza dapat melihat dengan jelas wajah kakaknya yang sembab berurai airmata.terlihat dengan jelas wajahnya menahan sakit yang amat perihTanpa terasa bulir-bulir airmata menetes dari sudut kedua mata Fiza kejadian menegangkan penuh gairah sekaligus mengiris hati. Dadanya terasa sesakKakaknya bukan saja rela menahan malu dan cibiran karena mau menjadi isteri ketiga tetapi jauh lebih itu, kekerasan seksual yang didapatkan dari suaminya sendiriFiza berlari ke lantai atas,mengunci dirinya ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang melaporkannya kepada oran
Last Updated: 2020-11-15
Chapter: Kakak ipar Tuan dalih tertawa melihat tingkah Fiza yang polos, di dalam hati lelaki berperawakan kekar itu ia tahu Fiza pasti takut melihatnya. Tubuh yang menjulang tinggi, perawakan yang tegap dan wibawa seorang juragan tentu saja membuat ciut nyali orang-orang rendahan seperti FizaTuan Dalih membenarkan posisi duduknya,mengambil beberapa lembar uang seratus ribu lalu menyodorkannya kepada FizaFiza menatap kakaknya Faiz meminta persetujuan,Faiz tersenyum " ayo diambil, itu uang jajan dari kakak iparmu, jangan ditolak, buat jajan baso besok disekolahan "Fiza menerima uang itu dengan hati-hati"Te...rima...kas...ih tu...tuan Dalih" ucap Fiza terbata-bataTuan Dalih tertawaHa ha ha ha ha suaranya memenuhi seisi ruangan rumah."Kak, Fiza naik ke kamar atas ya"Faiz mengangguk mengiyakan.Fiza sudah terbiasa menginap di rumah Faiz kakak perempuannya untuk sek
Last Updated: 2020-11-15
Chapter: Gadis desa yang polosMatahari berada di puncaknya dengan panas yang tercurah hampir sepanjang tahun menjadikan hamparan yang terlihat hijau dan rindang. Mereka bilang negeri tanah kelahiran Fiza adalah tanah surga , apapun yang dilemparkan ke dalam tanah, tanah akan menghadiahi hasil alam apapun yang bisa dimakan dan dimanfaatkan manusia.Tapi benarkah seperti itu? Fiza seorang gadis desa yang tahun ini memasuki usia 18 tahun selalu bertanya-tanya , kenapa kehidupan keluarganya dan sebagian penduduk di desanya terlihat merana .Fiza hanyalah anak dari keluarga buruh tani. Sejak dulu orang tua Fiza dan generasi sebelumnya hanyalah buruh tani. Mereka hanya mengandalkan tenaga untuk bertani di sawah milik orang lain dengan hasil yang tak seberapa untuk mengisi perut mereka. Fiza selalu bertanya sejak kecil kepada ayahnya kenapa mereka tak punya lahan sendiri untuk dikerjakan . Sang ayah tak menjawab nya, ia hanya seorang lelaki seperti kebanyakan di desanya yang hanya meneri
Last Updated: 2020-11-15