LOGINMira keluar dari dalam rumah dengan tangannya memegang piring plastik berisi nasi goreng, tangan kecilnya berusaha memasukan sesuap demi sesuap ke dalam mulut mungilnya. Ada banyak butir nasi yang menempel berantakan di baju Mira .Aaaaa.... Hana membuka mulutnya minta disuapiMira mengangguk dengan senang hati, ia terlihat berusaha menyuapi kakaknya dengan satu sendok penuh nasi goreng ke dalam mulut Hana"Mmmmm.... enaknya, nasi goreng ibu memang paling enyyakk sedunia " puji HanaIbunda Hana tersenyum melihat tingkah kedua putri yang amat disayanginya itu , lalu ibunda Hana mengeluarkan selembar lima ribu yang terlihat basah dari saku dasternya, ia memberikannya pada Hana"Maafin ibu ya Hana, uang jajanmu hari ini hanya segini "Hana menerimanya dengan senang hati meski ia tahu nominal uang segitu hanya cukup untuk membeli sekantung plastik es teh manis di kantin sekolahnya, Hana tak ingin membuat ibundanya bersedi
3 tahun sebelum kematian ibunda HanaHari masih terlalu gelap untuk memulai beraktifitas namun keributan di rumah Hana sudah dimulai . Dari balik kamar Hana mendengar suara piring yang dilemparkan berkali-kali dibarengi teriakan ayah Hana.Hana berusaha menenangkan kedua adik perempuannya Sita dan Mira . Mira , adik Hana yang paling kecil merangkul kedua kakaknya dengan lengan kecilnya, ia menatap kedua kakaknya seakan bertanya apa yang sedang terjadi"Aku harap ayah secepatnya pergi ke neraka , agar dia tak mengganggu tidur kita setiap malam " jawab Sita penuh amarah"Sita.... Bicara apa kamu, dia itu ayah kita" Hana menegur adiknya yang berwajah manis itu"Kita tidak butuh ayah pemabuk yang tidak berguna seperti dia" Sita melanjutkan kembali tidurnyaHana menggendong mira dipangkuannya mengintip dari sedikit pintu yang terbuka , disana pemandangan yang menyakitkan . Ayahnya sedang marah karena peng