LOGIN
Hari-hari kembali berjalan normal. Matahari masih dengan hangatnya menyambut pagi, sedang bulan bersinar begitu manis menghantar malam. D
“Kenapa gak ngomong dulu sih kalo mau dateng? Kan acara saya sama Evelyn jadi terganggu.”&nb
Lova menguap lebar dengan baju kemeja berwarna biru tua yang di masukkan asal ke dalam paduan celana putih yang sedikit longgar. Setelah sedikit bertengkar dengan Arnav yang mengantarnya pagi ini, Lova berjalan menuju gedung tempat dia bekerja.
Lova meletakkan hasil terjemahan yang sudah di print-nya di atas meja pak Gustian.
“What the fuck! Are you kidding me?”
“Will you marry me?” Kerjapan mata perempuan dengan daster selutut beserta sejinjing belanjaan di tangan kanannya itu menandakan bahwa apa yang baru saja terjadi seperti sebuah mimpi baginya.