Share

Bab 5 - Meminjam Buku

Penulis: Vina Andriyani
last update Tanggal publikasi: 2020-08-24 01:32:12
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • 1912-1932: I Love You, Maria Van Der Wijk   Bab 15 - Maria Akan Dipingit

    Arya tak kuasa menahan air mata yang pelan-pelan menetesi pipinya. Sekarang ia mengerti mengapa ibunya sangat sakit hati.Selama dua tahun terakhir ini ibunya telah menahan diri dan puncaknya ketika Ayah memilih mengorbankan diri untuk menyelamatkan Maria, seorang anak orang asing, dengan meninggalkan istri dan anaknya sendiri...Ibu merasa sangat terpukul dan terluka.Di sisi lain, ia bisa mengerti situasi dan kesedihan ayahnya yang terpaksa harus meninggalkan perempuan yang ia cintai dan anak mereka, demi berbakti kepada orang tuanya...Ia sangat membenci tradisi kolot masyarakatnya yang masih melakukan perjodohan seperti itu... Sungguh, sudah ada begitu banyak hati tersakiti dan menderita hanya karena keegoisan orang tua.Tiba-tiba kepalanya terasa sakit karena memikirkan sebentar lagi Maria juga akan kembali dijodohkan. Dan kini setelah ia mengetahui alasan kebencian Ibu terhadap Maria, Arya menyadari Ibu tidak akan pernah ada di pihaknya.***

  • 1912-1932: I Love You, Maria Van Der Wijk   Bab 14 - Rasa Sakit Hati Ibu

    Sejak memenuhi undangan ibu Hermand waktu itu, baik Arya maupun Maria teratur menjadi tamu di istana Residen. Nyonya Residen sangat menyukai keduanya dan sering mengundang mereka datang ke rumahnya untuk sekadar bercakap-cakap.Kadang ia akan membawa Maria menemaninya berbelanja pakaian gaun bagus-bagus. Hermand tentu saja senang melihat perkembangan ini. Pelan-pelan Maria pun terlihat mulai membuka diri kepada keluarganya.Melihat Maria disukai oleh istri residen, Ibu tak kuasa memperlakukannya dengan buruk. Ia tak berani menyinggung istri residen bila Maria mengadu kepadanya."Arya... kamu jangan sering-sering membawa Maria ke Ciwidey atau membiarkan Maria berkunjung ke rumah residen terlalu sering," kata Ibu pada suatu hari. "Ibu mengerti kau ingin menjauhkan Maria dari Ibu karena kau takut Ibu akan memperlakukannya dengan buruk."Arya tertegun mendengar Ibu bicara tanpa tedeng aling-aling seperti itu. Ah, ibunya sangat mengenalnya."Uhm... aku

  • 1912-1932: I Love You, Maria Van Der Wijk   Bab 13 - Persahabatan Bertiga

    Demi Maria, Hermand dan Arya bersikap baik di depan satu sama lain. Sepulang sekolah Hermand mengajak mereka ke Gedung Sate dan mempersilakan keduanya memilih buku-buku yang ingin dibaca.Hermand bukan kutu buku seperti keduanya, tetapi ia senang melihat wajah kagum Arya saat melihat koleksi di perpustakaan tersebut dan pandangan Maria yang berseri-seri saat membuka lembar demi lembar buku ilmu pengetahuan yang ada di rak khusus.Karena Maria sering sibuk dengan dunianya sendiri, apalagi saat ia tengah khusyuk membaca, mau tak mau Hermand hanya bisa mengobrol dengan Arya. Ia mula-mula menanyakan kabar mereka setelah ditinggalkan ayahnya dan situasi di rumah. Ia tak dapat membayangkan bila ayahnya sendiri meninggal dan ia harus menjadi kepala keluarga di usia demikian muda.Kalaupun itu terjadi, Hermand masih mempunyai dua orang kakak, sehingga bagaimanapun ia tetap akan memiliki pengayom bila orang tuanya tiada."Hmm... tidak terlalu baik. Ibuku menyalahk

  • 1912-1932: I Love You, Maria Van Der Wijk   Bab 12 - Kembali Bersekolah

    Suasana di rumah Adinata tidak pernah sama lagi sejak Ayah meninggal. Maria mengurung diri selama berhari-hari dan Ibu tampak sangat terpukul. Yang paling membuat Arya sedih adalah kenyataan bahwa pelan-pelan Ibu menyalahkan Maria atas kematian Ayah."Kalau Maria waktu itu tidak menghilang, Ayah pasti masih hidup..." kata Ibu berulang kali saat air matanya kembali mengalir mengingat kepergian suaminya."Sshhh... Ibu, jangan berkata begitu. Nanti Maria dengar..." bisik Arya sambil geleng-geleng kepala, "Maria sudah cukup menyalahkan dirinya sendiri, dan dia sama kehilangannya dengan kita. Kenapa Ibu harus menambah luka yang sudah ada? Menyalahkan seseorang tidak akan membawa ayah kembali....""Tapi itu benar!" tukas Ibu dengan mata merah dan bengkak, "Seandainya ia tidak pernah masuk ke rumah ini, keluarga kita tidak akan ditimpa kemalangan.""Astaga...! Ibu, aku tahu ibu sedang sangat sedih... Tapi tolong jangan pernah berkata begitu lagi... Maria itu ana

  • 1912-1932: I Love You, Maria Van Der Wijk   Bab 11 - Kesedihan Maria

    Ibu tiba tidak lama kemudian dan jeritannya yang pilu membuat hati Arya teriris-iris. Ia tak bisa menangis walaupun ia merasakan kesedihan yang sama seperti ibunya dan Maria. Saat ini ia harus kuat demi mereka.Ia memeluk ibunya yang menangis pilu sambil membenamkan wajahnya di dada Ayah yang bidang, kini terbujur kaku. Arya bisa melihat betapa ibunya sangat mencintai Ayah, walaupun selama 20 tahun hidup bersama, ada kesenjangan pemikiran di antara mereka.Ibu mengabdikan hidupnya untuk melayani Ayah dan mengurus keluarga. Ia sangat mencintai Raden Panji. Walaupun mereka menikah karena dijodohkan, di dalam hatinya tidak ada pria lain selain suaminya.***Pemakaman berlangsung khimad dan digelayuti kesedihan yang teramat sangat. Raden Panji adalah jaksa yang sangat dihormati dan rekan kerjanya banyak yang merasa kehilangan. Terlebih ia adalah menantu mantan bupati, sehingga sangat banyak pejabat dan bangsawan yang melayat ke acara pemakaman. Bahkan residen

  • 1912-1932: I Love You, Maria Van Der Wijk   Bab 10 - Kabar Buruk

    Saat mereka tiba di tempat itu 5 menit kemudian sudah banyak kerumunan orang dan beberapa mobil polisi. Arya yang panik segera melompat turun sebelum mobil berhenti sempurna. Ia berusaha berlari menerobos penjagaan polisi tetapi berhasil ditahan oleh beberapa petugas yang ada di sana.Untunglah Kapten Jannsen segera tiba dan memberi tanda agar mereka melepaskannya. Hermand mengikuti langkah Arya masuk ke dalam gudang gelap itu, polisi telah membawa obor dan menaruhnya di beberapa tempat sehingga pelan-pelan mereka bisa melihat apa yang terjadi.Di sebuah sudut mereka melihat Maria berlinangan air mata sedang memeluk ayahnya. Raden Panji terkulai tak bergerak dalam dekapan Maria yang terlihat kusut dan semrawut. Darah terlihat mengalir mengotori pakaiannya dan lantai tanah di bawah tubuhnya."Maria...." Arya cepat menghampiri Maria dan memeluknya. Di dalam kepalanya ia segera dapat memperkirakan apa yang terjadi. Maria diculik penjahat dan mereka mengirim surat k

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status