Mag-log inSemua ini berawal dari keinginan heejin dan keraguan heejin antara memilih lelaki yang selalu ada untuknya. Atau lelaki yang terlihat jahat, tapi peduli padanya. Tentang heejin yang meninggalkan sang tunangan hanya demi keinginan sesaatnya. Sampai suatu momen membuat heejin diharuskan memilih. Mundur dari posisinya atau terus lanjut dan meninggalkan banyak luka. "Ayahmu saja masih mengusap sepatu ayahku. Berani sekali kau bertanya hargaku berapa." Heejin "Bahkan setelah 1 tahun, kau lebih memilih dia daripada aku. Heejin." Jeno "Mungkin kau benar, Heejin memang tidak bisa diajak bahagia." Winwin
view more"mau kemana?""Pulang.""Pulang? Canada?." tanya heejin shock.Somi mengangguk. Tangannya sibuk melipat pakaian dan memasukkan semuanya ke koper."Kenapa mendadak sekali?" Heejin duduk di samping somi. Melihat apakah sahabatnya ini sakit atau bagaimana."Normal." Heejin mengecek suhu kepala somi dan mencocokannya dengan suhu pantat."Aku sehat Heejin." lirik somi yang membuat bulu kuduk heejin merinding."Lalu kenapa kau pulang?." Heejin bertanya keheranan. Somi terlihat aneh sekali. Somi yang ia kenal akan menendang atau bahkan mengumpatinya jika ia berperilaku kurang ajar. Tapi Somi di hadapannya bukanlah somi yang ia kenal."Kau ada masalah? Punya hutang? Katakan padaku berapa. Akan kulunasi asal kau tidak bertingkah aneh." Heejin berkata randomSomi menghela nafas panjang. Menarik resleting koper yang ia bawa. Menyelesaikan urusan kemas mengemas barang. Menatap Heejin dengan mata sayu.
Seminggu lebih berita tentang heejin dan jeno tak terdengar. Mereka nampak menghindari satu sama lain. Heejin yang akan pergi saat jeno berada di ruangan yang sama, sedangkan jeno juga akan melewati heejin seperti tak pernah kenal."apa kalian berdua bertengkar?" Tanya seungkwan pada heejin.mereka sedang berada di kediaman heejin diamana ada jadwal kerja kelompok. Memang sial saja seungkwan, ia harus satu kelompok dengan heejin. Sebenarnya tak masalah juga, heejin baik jika sedang belajar dan jadi jahat lagi jika di waktu tertentu.Min young yang berada di samping seungkwan langsung mencubit perut gendut seungkwan dengan kukunya yang tajam."Sakit kentang." Ringis seungkwan yang merasakan nyeri di perut gendutnya."Kami tidak bertengkar. Hubungan kami memang begini." Jawab heejin menggantung yang makin menimbulkan begitu banyak pertanyaan di wajah seungkwan dan minyoung."Jane, kau sibuk?" Winwin masuk ke ruang perustakaan itu. Tak lu
"Aku minta maaf jika anak ku suka menyusahkan"."Tidak apa, anak anak memang suka begitu. Aku masih ingat waktu dulu Jeno bertengkar dengan heejin.
Tok..Tok..Tok





