LOGINTak selamanya cinta pertama itu membawa kebahagiaan dan juga kebaikan untuk sang pemilik hati. Ada kalanya yang muncul malah sebuah penolakan, rasa sakit dan juga ... keinginan balas dendam. Berawal dari perkenalan singkat Julia dengan Jacob di akun Instagram miliknya, siapa sangka hal itu kelak akan menimbulkan malapetaka besar dalam hidupnya yang semula damai dan terlihat baik-baik saja. Dialah sosok yang secara tak langsung akan mengungkap segala teka-teki dalam kehidupan Julia, hingga membuat semua misteri yang saling terhubung itu pun perlahan muncul ke permukaan.Akibat rasa cinta yang berlebihan terhadap sang kekasih, membuat Julia tak bisa lepas dari pesona pemuda itu meskipun telah disakiti berulang kali. Dimulai dari pemaksaan yang menyakitkan, pengkhianatan yang menjemukan dan luka yang menganga telah tertancap begitu dalam di hatinya. Hanya kekerasanlah yang gadis itu dapatkan selama berada di dalam hubungan cinta dengan seorang Jacob Leckner. Namun, mengapa Julia sama sekali tak bisa membenci kekasihnya itu walau sudah mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan? Apakah Julia sudah menumpulkan mata hatinya, ataukah justru sebaliknya? Satu-satunya cara untuk memastikan suatu kisah adalah dengan cara menonton dan menyaksikannya sampai habis. Dan kini, dimulailah sudah kisah penuh pembelajaran kehidupan anak-anak manusia beserta lingkungan di sekitarnya. Tak bisa berhenti; dari cinta maupun rasa kecewa.
View MoreTak ada seorang pun yang bisa menebak kemana perginya seseorang dari rumah. Kecuali mereka ada memberitahukan kepergian mereka kepada orang-orang terdekat sesaat sebelumnya, atau meninggalkan teka-teki di atas tempat tidur. Hal itu pulalah yang menjadi teka-teki kepergian Julia Peterson dari rumahnya yang kini mendadak dipadati oleh orang-orang yang penasaran dengan kehadiran mobil polisi di rumah besar tersebut. "Huu ... tolong, Pak Polisi! Tolong ... tolonglah aku, tolong bantu kami mencari anakku .... Anakku Julia!" Meggan bersimpuh di atas lantai dengan wajah yang terhalangi oleh kedua tangannya. Menutupi wajah memerah yang basah karena air mata. "Kumohon! Tolonglah! Bantu aku mencari anakku! Hu hu hu.... Julia!" Suasana di kediaman keluarga Peterson tampak ramai oleh orang-orang yang datang karena rasa pena
"Aku masih merasa sedikit ngantuk," ucap Charlie sambil menarik kursi di meja makan. Meggan, sang istri pun datang membawakannya secangkir kopi dan menaruhnya di hadapannya. Charlie menatap kopi dan wanita yang puluhan tahun lalu dinikahinya ini secara bergantian. "Terima kasih, Sayang." Siapa yang menyangka, jika kedua orang ini dulunya menikah bukan karena cinta melainkan perjodohan yang sudah diatur oleh kedua orang tua masing-masing. Meggan dan Charlie tak pernah terlibat dengan perasaan seperti cinta. Mereka menikah karena paksaan dari kedua orang tua yang sama-sama menginginkan kekayaan dari keluarga yang berbesan dengannya. Saat awal pernikahan pun, tak terdengar adanya ucapan manis yang romantis keluar dari bibir keduanya. Seolah memang tak ada cinta di antara mereka. Namun, kini semua telah berbeda. Keduanya sekarang bak pecinta ulung yang
Tak menunggu sampai hari Sabtu tiba, pasangan suami istri dari keluarga Peterson telah kembali dari luar negeri pada hari Kamis pagi. Sepertinya, Meggan dan Charlie sudah benar-benar merindukan rumah dan anak-anak kesayangan mereka. Teman lama yang sudah mereka anggap keluarga sendiri pun, sempat meminta untuk bertemu di kediaman mereka setelah kepulangan keduanya dari perjalanan bisnis. Walau tiba di pagi hari buta, tampaknya hal itu tak membuat mereka lupa menghubungi putra kesayangan mereka, Louis, untuk menjemput mereka di bandara. Mereka sudah menyiapkan banyak sekali buah tangan yang pasti akan disukai oleh anak gadis kecil kesayangan mereka, Julia. Tentu saja oleh-oleh yang mereka bawa ini hanya untuk Julia seorang, sebab mereka tahu, Louis bukan anak yang suka meminta barang-barang bagus dari mereka. Jadi, tak ada salahnya jika mereka hanya pergi membelikan barang-barang bagus s
Orang-orang sering mengatakan, apa saja akan dilakukan oleh orang-orang jika segala sesuatu itu menyangkut dengan masalah uang. Alat tukar yang bisa dipakai untuk membeli sesuatu itu pun menjadi daya tarik orang di masa sekarang. Tidak, bahkan dulu pun, semua orang saling berlomba mengumpulkan uang yang banyak. Sama halnya dengan dua orang sahabat baiknya Javier, kedua orang itu langsung bergerak cepat ketika mendengar tentang adanya bayaran. Pemuda itu mengernyit seketika. "Masalah uang saja, kalian berdua langsung secepat kilat ya?" kekehnya sambil tertawa kecil. Sesaat kemudian, ponsel di dalam sakunya pun berdering dengan sangat nyaring. Sampai-sampai raut wajahnya pun berubah seketika. "Kenapa?" Daniel bertanya, lalu mendekat ke arah sahabatnya. Dengan malas, Javier mengangkat ponsel dan memperlihatkan siapa sang penelepon. "Orang berengsek itu menghubungiku sekarang," ucapnya data