LOGINMenurut Nitya. Bungkam itu bukan kalah. Bungkam itu kadang diperlukan untuk menghindari lidah yang bisa saja menyakiti orang lain. Bungkam itu sangat diperlukan dalam hidup. Nitya kira selama ini dia menang sendirian, ternyata bukan hanya ia yang selama ini harus bungkam, Nero pria yang tiba-tiba harus menikah dengannya pun seakan tak memiliki kuasa apapun terhadap suaranya padahal ia memiliki semua pada tangannya.
View MoreNitya suka pertemuan asal tidak ada perpisahan. ***Memang terasa agak bodoh mengajak orang yang baru dikenal beberapa menit yg lalu untuk menginap di rumah kita. Kalian mungkin berfikir bisa saja Nenek ini rampok atau psychopat. Tapi entah mengapa Nitya merasa wanita ini tidak akan melakukan hal jahat kepadanya, mungkin. "Maaf ya bu, agak sedikit berantakan saya tinggal sendiri orang tua saya di Lampung, jadi harus membenahi semua sendiri sambil bekerja" Tersenyum malu karna keadaan rumahnya yang tidak terlalu rapi. "Kamu ga takut Nduk tinggal sendiri? ""Kadang kala ada takutnya sih bu, kalo say
Mimpi jangan terlalu tinggi, terjatuh, lalu sakit dikala pagi.***Nitya, gadis berusia dua puluh lima tahun merasa hidupnya yang sekarang cukup untuk dinikmati. Hidup sendiri dalam sebuah rumah sederhana hasil bekerja sebagai sekretaris pribadi seorang designer kondang Rivan Gunawan, menjalani hidup secara teratur tanpa ada gangguan apapun walau kadang merasa kesepian dan butuh kasih sayang tidak membuat Nitya putus semangat menjalani hidup keras ibu kota.Nitya yang sudah terhitung tujuh tahun hidup sendiri meninggalkan orang tua dan keluarga di kota kelahirannya Lampung, kadang merasa keputusan nya untuk tinggal mandiri tidak selalu benar. Contohnya saat ini, ia merasa hidupnya yang tenang terasa sungguh kacau balau setelah ia membantu seorang wanita tua yang sedang dalam kepungan dua pria berbadan besar berkepala plontos. Natya bisa menebak dua pria ini adalah seorang penodong takkala tempat yang saa