Home / All / CHAIN / Bab 1 : Pregnant

Share

CHAIN
CHAIN
Author: ricasari575

Bab 1 : Pregnant

Author: ricasari575
last update publish date: 2020-10-24 13:17:21

Pagi itu
Ruang CEO JK Group nampak lengang. Allice duduk menunggu Jungkook yang tengah rapat. Hari ini mereka dijadwalkan melakukan pemotretan majalah bisnis. Jadi, Lisa berinisiatif menjemput Jungkook duluan. Tapi, karena kedatangan seseorang mungkin membuat pemotretan harus ditunda.

"Aku hamil Nona"

Lisa membulatkan matanya. Tapi kembali normal seperti biasa. Baru datang berbincang sebentar dan wanita didepannya bilang ia hamil.

"Lalu apa hubungannya denganku?"

"Ini anak tuan Jungkook, nona. Aku ingin tuan bertanggung jawab! Aku tidak mau bayi ini tidak punya ayah" Ucap wanita itu lirih.

Kriettt

Suara pintu kantor terbuka lebar. Menampakkan lelaki yang sudah sangat Lisa tunggu sedari tadi. Lelaki tampan dengan kemeja putih tanpa jas. Jungkook selalu melepas jasnya, ia tak suka karena terlalu gerah. Padahal di tempatnya di kantor adalah tempat paling dingin.

"Tuan" wanita itu memandang Jungkook

"Tuan" wanita itu memandang Jungkook.

Jungkook melangkah dengan pasti menghampiri Lisa yang masih duduk di sofa berhadapan dengan wanita yang tak ia ketahui namanya. Mencium pelipis kiri lisa Tanpa memperhatikan orang disekitarnya. Jungkook sama sekali tak tertarik dengan eksistensi wanita lain yang tengah duduk di lain sisi. Jangan lupakan air mata yang membasahi pipinya.

"Itu anakmu?"

"Anak apa sayang?"

"Dia bilang dia hamil anakmu"

Jungkook mengerutkan kening. Sedikit bingung. Dirinya baru datang kurang dari semenit. Tapi sudah ditanyai yang tidak tidak.

Jungkook menatap wanita itu. Berfikir lagi. Mengingat ingat, tapi satu nama pun tak tersirat pada ingatannya.

"Tidak sayang, aku tak kenal dengannya"

Wanita itu membulatkan matanya. Wajahnya memerah marah. Semudah itu lelaki ini melupakan perhelatan panas mereka bulan lalu.

"Tuan jeon, aku yang tidur denganmu di club gangnam"

Jungkook memasang wajah berfikir lagi. Jujur saja ia tak terlalu ingat. Terlalu banyak, sampai ia lupa. Di otaknya hanya perlu satu nama yang harus ia ingat, yaitu Choi allice tunangannya. Dia tak perlu ingat yang lain. 
"Ah, aku ingat sayang. Dia yang kutiduri di Gangnam"

"Lalu?"

"Aku pakai kondom, serius. Rasa strawberry yang kau belikan untukku"

Wanita di depan mereka tak habis fikir, apa yang dibicarakan pasangan dihadapannya. Bagaimana bisa mereka dengan santai mengucapkan hal hal seperti itu.

"Kau dengar, tunanganku memakai kondom. Apa mungkin kau hamil karena kondomnya? Minta tanggung jawab saja dengan bekas kondom yang menghamilimu."

"Nona, bagaimana bisa anda berkata begitu. Saya benar tidur dengan tunangan anda?"

"Lalu kenapa? kau minta dinikahi karena ditiduri sekali? Jangan mimpi."

Jungkook memejamkan mata sejenak. Ucapan Lisa terlalu kejam untuk didengar.

Wanita itu terlihat terkejut. Kaget mungkin dengan kata kata Lisa. Ia bangkit lalu undur diri dari hadapan mereka.

Sebelum pergi, wanita itu sekilas melihat ke arah Jungkook. Jungkook yang membenamkan wajahnya ke ceruk leher Lisa. Memeluk Lisa dari belakang sofa. Lalu wanita itu pergi.

....

Jungkook beralih duduk di sofa yang lebih panjang. Menepuk sofa di sampingnya.

"Duduk sini"

Lisa menghampiri Jungkook. Duduk di samping sofa yang kosong.

Jungkook memiringkan kepala, bersandar di bahu Lisa. Tempat paling nyaman saat ia merasa lelah. Lelah bekerja, lelah belajar dan Lelah tidur dengan wanita lain.

"Biarkan aku tidur sebentar, aku ngantuk sekali"
Setelah mengatakan nya Jungkook langsung memejamkan mata. Tanpa peduli adanya sahutan atau tidak. Mencoba tidur di bahu nyaman Lisa. Tak berapa lama nafas Jungkook mulai teratur. Menandakan si empunya benar telah tertidur.

Ngantuk? Apa yang Jungkook lakukan semalam sampai ia bisa mengantuk hari ini. Pikiran Lisa bercabang kemana mana. Matanya menerawang ke jendela kosong, menatap pemandangan kota Seoul dari tempatnya berada.

"Wanita mana lagi yang menghabiskan malam denganmu Koo, kenapa kau terus melakukan ini padaku        

"Wanita mana lagi yang menghabiskan malam denganmu Koo, kenapa kau terus melakukan ini padaku." bisik Lisa yang tak mungkin didengar oleh objek yang tengah tersandar di bahunya.

Lisa POV

Pagi sekali sekitar pukul 09.00 aku menjemput Jungkook. Hari ini waktunya pemotretan majalah tahunan. Fotoku dan dia harus terpampang jelas di sampul majalah itu. Alasannya hanya satu, agar nilai saham kami naik. Bagaimana tidak, dua pewaris kerajaan bisnis dan politik bersatu.

Aku melakukan ini semenjak bertunangan dengan Jungkook. Jangan tanya kenapa, karena memang seharusnya begitu. Menurut Jung, hanya aku wanita yang pantas untuknya. Tak ada yang lain. Tapi menurut ku, hubungan ini tak lebih dari sebuah simbiosis.

Baru saja aku datang, ada wanita lain juga yang masuk ke ruangan ini. Kukira tamu, jadi aku menyambutnya dengan baik.

"Perkenalkan aku hyerin."

Aku menyambut dengan senyum yang masih bersahabat. Dari yang kulihat hyerin wanita baik. Terlihat dari bajunya yang sopan. Dandanan natural serta jangan lupakan aksesoris mahal yang ia pakai. Nampak tidak berlebihan. Aku suka wanita ini.

"Silahkan duduk nona hyerin."

"Jadi, apa yang membawa anda kemari?"

Gadis itu menautkan tangannya. Gugup mungkin. Pelipisnya sudah keluar keringat. Fiks dia gugup.

"Ak ak aku, hamil nona"

Sebentar, apa yang kudengar. Hamil? Aku wanita tak mungkin aku bisa menghamili wanita lainnya. Hyerin ini pasti bercanda.

"Lalu apa hubungannya denganku?"

"Ini anak tuan Jungkook, nona. Aku ingin dia bertanggung jawab! Aku tidak mau bayi ini tidak punya ayah" Ucap wanita itu lirih.

Rasanya jantungku seperti ditekan dengan sangat keras. Dihimpit sampai sesak. Bagaimana bisa.

Kriettt

Pria yang kutunggu datang. Menghampiri ku, menciumku seperti biasa.

"Itu anakmu?"

"Anak apa?"

Lalu Jungkook menjelaskan jika ia memang tidur dengannya. Tapi ditambahi memakai kondom yang aku belikan untuknya. Memang benar, tak ada yang salah dengan apa yang ia ucapkan.

Tapi ucapan hyerin mengganggu ku. Kulihat tidak ada kebohongan dari sorot matanya.

Aku melirik ekspresi cookie saat aku menghinanya. Ia tak biasa menutup mata. Cookie suka keributan. Tapi ia memilih menutup mata saat aku menghina wanita itu.

Aku menghinanya, 2-3 kalimat sampai wanita itu pergi. Tapi cookie tetap sama. Ada yang tak beres sampai ia duduk dan tidur di bahuku sekarang.

Pov end

...

Suasana di ruangan Sehun yang tadinya hening berubah menjadi seperti pasar. Bagaimana tidak, satu satunya sahabat wanita yang ia punya. Datang, menangis tersedu sedu.

Sehun, Chanyeol, DO, Kai, serta Chen yang sebenarnya sibuk. Duduk memutari hyerin. Ingin mendengar penjelasan hyerin.

"Oppa aku benar hamil karenanya. Tapi di_ dia tidak mau tanggung jawab." hyerin menangis sesenggukan.

"Apa yang dia katakan padamu?" DO to the point.

"Di_ dia bilang jika aku minta tanggung jawab. Disuruh minta ke kondom strawberry bekas yang kami pakai oppa. Padahal aku dengannya kan tidak pakai kondom" hyerin menangis lagi. Terpukul dengan apa yang menimpanya. Jika tau begini, harusnya ia meminta Jungkook memakai kondom. Dasar saja hyerin yang bodoh menghiraukan Jungkook yang mencari kondom di bajunya.

Sungguh jika bukan karena hyerin punya rasa kemanusiaan tinggi. Ia pasti akan langsung meluruhkan kandungannya. Tapi sayang, hatinya tak tega. Hyerin itu penakut. Setelah melihat resiko menggugurkan kandungan di internet. Nyalinya sudah pasti ciut dan memilih mundur. Untuk itu ia tak pikir panjang saat menemui Lisa untuk mengatakan keadaan yang sesungguhnya. Tapi sangat disayangkan, respon yang ia dapat sangat mengecewakan.

"Jungkook yang bilang itu padamu?" Kali ini Chanyeol angkat suara.

Hyerin menggeleng
"Tunangannya oppa, Choi Allice. Dia menghinaku. Dia mengerikan oppa"

"Ch_ Cho_Choi Allice?" Pupil mata kai membulat. Ucapannya gagap.

Hyerin mengangguk. Air mata masih membasahi pipinya. 
"Kau kenal dia kai?" Chen bertanya. Dengan wajah penasaran.

"Kau tak tau Hyung?"

"Sehun kau juga tak tau?"

"Kudengar dia pewaris Zeus, itu saja" Sehun mengeluarkan apa yang ia tau.

"Ck, wawasanmu sedikit sekali" remeh kai.

"Jangan banyak bicara jongin, katakan saja" geram Chen.

"Dia Choi Allice, anak tunggal pemilik Zeus Group. Ayahnya CEO tentu saja, dan ibunya jaksa terhormat"

"Itu saja?" Tanya Chanyeol.

Kai menggeleng
"Choi Allice adalah tentara, pangkatnya tinggi. Jika dilapangan saja bisa menghilangkan banyak nyawa. Aku takut hyerin akan jadi sasaran selanjutnya. Kalian tahu kan, wanita jika sudah cemburu. Teman atau bukan pasti kena pelajaran."

Bughhh

Chanyeol memukul lengan jongin. Tak habis fikir dengan pemikiran pendek jongin. 
"Tidak bisakah lebih serius. Jika pegawai negara yang digaji dengan uang pajak berani melukai warga sipil, apalagi dengan keadaan mengandung. Pangkatnya pasti dicopot bodoh"

Kai melebarkan matanya
"Ah maaf, aku cuma bercanda hehe"

Krieett

"Teman teman, ini aku membawa apa yang kalian inginkan" suara pria China menginstruksi gerombolan itu.

Membawa berkas biodata 2 pewaris besar perusahaan dan politik negeri ini. Yang ia serahkan ke masing masing orang.

Terlihat foto wanita berseragam tentara Korea yang tersenyum cantik menatap kamera. Tertulis di dadanya, LISA.

"Wanita ini lumayan juga" Chanyeol angkat suara. "Andai saja Wendy mau jadi tentara, pasti ia akan lebih cantik dari wanita ini" gumam Chanyeol yang dilempari tatapan sebal dari teman temannya.

"Hiraukan dia"

Choi AlliceTentara AD Korea Selatan, status aktif bertugas di jalur Gaza        

Choi Allice
Tentara AD Korea Selatan, status aktif bertugas di jalur Gaza. 
Saat ini tengah cuti, selama 1 bulan. 
Anak tunggal keluarga Choi
Ayahnya Choi Young Do, CEO Zeus Group
Ibunya Shin Min Ah, Jaksa Agung

Status: Bertunangan dengan Jeon Jungkook semenjak __

"Sejak kapan?, Jika tak lama kita bisa memisahkan mereka dengan mudah" Chanyeol angkat bicara.

"Bertunangan Semenjak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)."

"Apa apaan?" Chanyeol emosi. Mana ada orang yang bertunangan Semenjak paud. Wah orang tua mereka pasti gila.

Lay membalik halaman selanjutnya. Tertulis Nama Jeon Jungkook.

Jeon JungkookCEO JK GroupAnak tunggal keluarga Jeon


Jeon Jungkook
CEO JK Group
Anak tunggal keluarga Jeon.
Ayahnya Jeon ingko, Presdir JK group.
Ibunya Yun yonju, Duta Besar Korea untuk Kanada.

Status Bertunangan dengan Choi Allice. Sejak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Lembar berikutnya
Berisi foto foto Jungkook dan Lisa yang terlihat sangat mesra dan menjadi bumbu berita. Serta foto terbaru mereka bersama yang memenuhi headline majalah pebisnis.

"Ada sedikit rumor yang mengatakan jika Jeon Jungkook sering berganti ganti teman tidur. Tapi Choi Allice tidak pernah mempermasalahkan nya."

"Gila, mana mungkin."

"Buktinya jelas di depan mata kalian" 
Mereka serentak melihat hyerin yang menghawatirkan. Wajahnya Merah, matanya sembab. Hidungnya mengembang.

Do menggeleng 
"Jadi apa yang bisa kita lakukan untuk hyerin?"

"Tidak ada, terlalu beresiko melawan Jungkook. Kalian tak tau tamengnya Choi Allice. Kim Jumnyeon saja menghindarinya" kai angkat bicara.

"Sehun, pikirkan sesuatu! Jangan hanya diam saja"

Sehun nampak berfikir
"Bagaimana jika kudekati saja allice. Jungkook bodoh itu tak mungkin akan menghalangi. Dia saja selingkuh. Kita balas saja dengan cara yang sama"

Kai menggeleng
"Benar benar bunuh diri"

"Apa maksudmu?"

"Kau tau, jika saja allice mau selingkuh. Bukankah sudah ia lakukan sedari dulu. Bukannya malah bertahan dengan lelaki sialan itu"

"Kita coba temui dia, dan lihat apa yang akan ia lakukan"

"Aku tak yakin. Kuharap kalian bisa sabar saat bertemu dia nantinya"

"Memangnya kenapa? Dia tak terlalu buruk kan? Wajahnya cantik. Tapi maaf, tetap Wendy yang di hatiku" Chanyeol menimpali.

"Mulut wanita itu jahat. Kau dengar kan apa yang sudah ia katakan pada hyerin.

Aku yakin dia pasti akan memainkan emosi kalian. Aku bahkan tak yakin kalian pulang dalam kondisi masih sama ketika pulang." Ucap jongin yang sama sekali tak dianggap dengan 2 orang yang tengah bersiap pergi.

...

"Apa benar dia yang kita temui?" Chanyeol nampak kaget. Membulatkan kedua matanya yang sudah bulat. Semakin bulat.

"Dari foto di biodata Lay sih benar. Dia. Choi Allice" jawab Sehun.

Kedua orang itu menatap gadis cantik yang tengah memberi makan atau kalimat baiknya melakukan kegiatan sosial. Senyumnya manis, tatapannya menyejukan, sikapnya ramah. Jauh seperti yang di katakan orang orang.

"Kurasa dia memang benar allice__ Lihat itu" Sehun menunjuk lelaki yang berdiri tak jauh dari Lisa.

"Jeon brengsek"

"Sebentar kawan, kita tak bisa menghakimi mereka. Kita harus menunggu"

Beberapa lama kemudian

"Maaf aku kotor, bisa kalian tunggu sebentar. Aku akan membersihkan diri" Lisa tersenyum hangat pada dua orang itu.

"Ya nona"

"Jadi, apa yang ingin kalian bicarakan denganku?" Ucap Lisa antusias. Dengan senyum yang masih tercetak indah di bibirnya.

"Begini, tunanganmu telah menghamili teman kami. Kami ingin dia bertanggung jawab" jelas Chanyeol to the point tanpa basa basi.

"Bukankah sudah ku katakan, jika Jung memakai kondom. Dia sendiri yang bilang kemarin. Apa telinga wanita itu tuli sampai tak bisa dengar"

"Nona, jaga bicaramu" Chanyeol naik pitam. Ucapan allice keterlaluan. Terlalu kasar.

"Tapi bukan itu jawaban yang kami inginkan. Hyerin benar mengandung anak Jungkook" ganti Sehun yang bicara.

"Tidak mungkin, Jung bilang dia memakai kondom. Dia selalu ingat. Aku bahkan menyediakan yang terbaik untuk kondomnya. Tak mungkin sampai bocor membuahi rahim temanmu" ucap Lisa santai.

Mata Sehun membulat. Apa apaan ini, apa sehun tak salah dengar dengan apa yang Lisa katakan. Sudah gila atau bagaimana. Wanita mana yang memfasilitasi pasangannya berselingkuh kecuali wanita dihadapannya.

"Kami tak peduli dengan alat seks kalian, aku hanya ingin Jungkook bertanggung jawab"

"Apa yang harus dipertanggungjawabkan? Apa mungkin orang yang memakai kondom bisa menghamili rahim wanita. Apa kau tak pernah baca artikel Internet. Apa perlu kudatangkan dokter, agar kalian banyak wawasan?"

"CHOI ALLICE" teriak Chanyeol tidak terima. Tapi tak digubris sama sekali dengan yang punya nama.

"Bagaimana jika jungmu itu tak memakai kondom. Dia bohong padamu" Sehun menimpali.

"Bagaimana jika dia bohong. Bagaimana jika anak itu benar anaknya. Apa yang bisa kau lakukan Choi allice."

Tubuh Lisa yang menegang. Lalu menggeleng

"Tak mungkin"

"Apanya yang tidak mungkin?"

"Jung tak akan pernah bertanggung jawab. Meskipun bisa, aku juga tak akan mengijinkan nya. Jadi kuharap kalian pergi saja"

...

Ckrek

.

Ckrek

.

Ckrek

.

Ganti pose,

.

Lebih mesra

.

Cukup

Photographer itu mengecek hasil fotonya        


Photographer itu mengecek hasil fotonya. Menekan nekan tombol next di kameranya. Wajahnya nampak puas.

"Okay, bagus. Ini cocok jadi sampul majalah bulan ini"

"Terima kasih, lain kali kami akan mengundang mu makan malam"

"Saya sangat tersanjung nona Choi"

"El" cengraman tangan Jungkook dipundak Lisa mengalihkan kegiatan mereka.

"Bisa aku bicara dengan tunanganku?" Mata Jungkook memincing marah.

Lisa melirik malas ke lelaki disampingnya. Cengkraman tangan Jungkook tak lepas sama sekali dari sana.

"Bisa kau lepaskan tangan kotormu, dariku koo?"

"El, kenapa lagi"

"Wanita itu hamil anakmu"

"Sudah kukatakan aku memakai kondom"

Lisa tak menghiraukan Jungkook. Berpaling menatap ponsel di tangannya. Memeriksa hasil jepretan photografer yang ia pekerjakan tadi.

"Jangan mengabaikanku El" Jungkook memalingkan wajah Lisa. Tangannya berada di kedua sisi wanita itu sekarang. Jungkook tak suka diabaikan.

"Aku mencintaimu. Sungguh. Aku hanya main main saja. Jadi tolong percaya padaku" ucapnya tulus menatap Lisa yang berbalik datar menatap Jungkook.

"Cinta? Jika cinta harusnya tidak tidur dengan mereka koo." Lisa menepis tangan Jungkook. Mengalihkan diri ke hasil foto yang tadi.

"El, tolonglah. Aku lelaki normal, sehat dan punya hormon tinggi. Aku tak suka sperma ku menggumpal dan mengering begitu saja" Jungkook frustasi.

Hening

Beberapa saat ruangan make up itu berubah hening. Bahkan suara jam bisa terdengar saking heningnya.

Lisa mengerjap ngerjapkan mata. Mengumpulkan udara.

"Jadi karena seks ya?__ apa karena hormonmu yang tinggi aku jadi harus terima apapun yang kau lakukan di luar sana koo? Kau terus menyakitiku dan aku harus sabar begitu?"

"Kau tau jawabannya. Kita setuju dari awal El

Terima saja. Dari awal kita juga sudah sepakat. Kau bahkan tak mencintaiku!

Kau lebih memilih ikut abdi negara bodoh itu daripada menikah denganku" Jungkook berucap kesal. Mengeluarkan segala unek unek yang ia pendam sejak lama.

Lisa berbalik menatap Jungkook yang duduk tak jauh darinya. Meremat tangan sampai kuku jari memutih. Menahan sabar. Ucapan Jungkook tak benar ataupun salah. Tapi apa dengan terus menyalahkan dirinya, Jungkook merasa puas. 
Lisa memeluk Jungkook. Dengan amat lembut. Berbeda seperti biasanya. Mencoba memadamkan amarah Jungkook. Padahal Jungkook yang salah. Tapi Lisa yang harus mengalah.

"Sekali saja Koo, sekali saja, tidak kah kau kasihan padaku Koo. Aku mencintaimu, serius. Sangat cinta. Aku terus merindukanmu di perbatasan sana. Berusaha tidak mati agar bisa menemuimu kembali. Tapi saat aku kembali, kau malah seperti ini. Kau terus mengeluh. Kau tak pernah mendukungku! Kau tidur dengan banyak wanita, dan kali ini kau benar benar mengecewakan ku koo" Air mata Lisa meleleh. Tak terbendung lagi. Persetan dengan riasan mahal. Ia tak tahan lagi sekarang. Menangis di bahu Jungkook lebih baik daripada menangis sendirian.

Jungkook melepaskan pelukan Lisa.

"Jadi aku yang salah. Aku yang salah karena tak menunggu?

Sudah lama aku menunggu El. Sudah berapa hari, bulan, tahun yang aku habiskan menunggumu. Aku sampai muak menghitungnya. Aku bahkan lupa kapan kita menikmati waktu bersama.

Saat disana kau bahkan tak ingat aku. Apa pernah kau menemaniku di hari ulang tahun ku. Perayaan pertunangan kita. Apa pernah kau menulis surat. Kau pulang pergi sesuka hati. Beralasan menyematkan, tapi disini ada hati yang tak bisa kau selamatkan lagi El"

Jungkook menghirup nafas memenuhi dadanya. Air mata menggenang di pelupuk matanya. 
"Aku hampir gila memikirkanmu. Hanya ini yang membuatku bertahan. Tapi kau berucap seolah aku tak pernah memberi dukungan"

"Aku terus memberimu dukungan, sampai aku muak. Sampai aku tak tahan lagi" Jungkook beranjak.

"Aku ingin kau berhenti. Ayo menikah. Bersenang senang. Aku tak akan lagi selingkuh jika kita menikah nanti. Aku tidak ingin jawaban cepat, karena aku tau kau pasti memilih pergi. Kuberi waktu sampai liburan kita habis. Pilih aku atau tugasmu"

Jungkook pergi dari ruangan itu. Tanpa menoleh sedikitpun. Membiarkan wanita yang ia cinta menangis terisak.

"Kau egois Jung. Aku sungguh mencintaimu. Bagaimana bisa kau memintaku memilih menukar jutaan nyawa hanya untuk menikah denganmu." Lisa menangis frustasi.

" Lisa menangis frustasi        

To Be Continued
.
.
.
To Be Continued

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • CHAIN   Bab 1 : Pregnant

    Pagi ituRuang CEO JK Group nampak lengang. Allice duduk menunggu Jungkook yang tengah rapat. Hari ini mereka dijadwalkan melakukan pemotretan majalah bisnis. Jadi, Lisa berinisiatif menjemput Jungkook duluan. Tapi, karena kedatangan seseorang mungkin membuat pemotretan harus ditunda."Aku hamil Nona"

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status