Beranda / Semua / CONECTION / 7. CONECTION A

Share

7. CONECTION A

last update Tanggal publikasi: 2020-11-15 14:33:39
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • CONECTION    9 CONECTION

    Pukul sembilan pagi.Seharusnya Arjuna masih berada di kantor. Berkutat dengan beberapa dokumen penting yang harus segera teliti dan ditanda tangani.Tapi tidak untuk pagi ini. Kali ini untuk yang kedua kalinya ia datang berkunjung kerumah Julia.Arjuna cuma ingin memastikan kalau Julia baik-baik saja. Karena di kantor ia tidak melihat kehadiran Julia, dan Julia juga tidak mengkonfirmasi perihal dia tidak masuk hari ini. Hal itu membuat Arjuna agak was-was.Pintu tidak terkunci saat Arjuna hendak mengecek rumah Julia. Bisa dipastikan si pemilik rumah ada di dalam. Tanpa permisi Arjuna main masuk begitu saja."Julia?" panggil Arjuna pelan. Ia masih ingat sopan-santun untuk tidak berteriak di rumah orang lain.Ruang tamu sepi. Arjuna mencari keberadaan Vino yang siapa tahu berada di rumah. Sepi. Berarti Vi

  • CONECTION    8. CONECTION

    Arjuna menatap langit-langit kamar. Matanya memang terpejam, tapi pikirannya melayang entah kemana. Jiwanya masih sepenuhnya terjaga. Kembali teringat empat hari yang lalu di mana Julia mengusirnya dengan tatapan jijik campur benci.Pria itu mengusap wajahnya gusar. Matanya kembali menatap nyalang. Ia bangun dan duduk bersimpuh diatas kasur, merenungi kesalahannya. Dengan keadaan gelisah ia menatap tanggalan di atas meja yang berada tepat disebelah kasur.Tanggal tiga belas, tercoret dengan lingkaran merah. Arjuna menandai pada tanggalannya. Hari saat dia menodainya. Hari dimana kehormatan adiknya sendiri ia renggut.Ditengah keterpurukan rasa bersalah itu, ponselnya berbunyi nyaring.Klik.Arjuna menggeser tombol warna hijau. Mengangkat telpon dengan perasaan jengkel.Siapa malam-malam begini yang berani mengangguku?“Ada apa?”“Arjuna,

  • CONECTION    7. CONECTION B

    “Kan udah Kakak bilang jangan bawa masuk orang asing.”“Tapi dia bukan orang asing.”“Namanya siapa?”“Hehe... Vino nggak tahu, Kak. Tapi katanya dia pacarnya Kak Julia.”Merasa semakin tidak enak, Arjuna memilih melangkah keluar untuk menghormati privasi pertengkaran antara kedua saudara tersebut. Pria itu juga membutuhkan banyak persiapan untuk menemui Julia, bahkan sekarang ia masih gugup memikirkan sapaan yang pas untuk Julia nanti.“Siapa, Dewa? Kakak udah putus sama dia.”“Bukan..... Pacar Kakak yang baru.”“Kakak nggak punya pacar baru, Dek. Siapa tahu kalau dia orang jahat yang lagi nyamar.”“Iya, sih Kak. Wajahnya agak serem gitu.”“Mana orangnya?” Julia menatap ruang tamu yang kosong. Begitu juga dengan Vino yang menatap sofa dengan heran. Arjuna sud

  • CONECTION    7. CONECTION A

    Dua minggu berlalu dengan cepat. Selama itu pula Arjuna tidak pernah lagi melihat batang hidung Julia di perusahaanya. Gadis itu pergi entah kemana seperti ditelan bumi. Mungkin saja gadis itu bersembunyi atau trauma setelah kejadian yang menimpanya waktu itu.Seharusnya gadis itu sudah mendapatkan sanksi, atau lebih buruk ia dipecat secara tidak terhormat. Bolos bekerja tanpa meminta izin, tentu saja melanggar aturan perusahaan.Tapi Arjuna menyadari dia juga ikut andil dari apa yang menimpa Julia sekarang. Sedikit campur tangannya, ia mudah saja menyelamatkan karir Julia, dan Arjuna bertekat akan menebus kesalahannya.Arjuna sadar ia telah salah menilai Julia selama ini.Arjuna menatap arloji di pergelangan tangannya. Pukul delapan malam. Masih ada waktu untuk bertamu. Meski ia tahu bertamu malam-malam di rumah seorang

  • CONECTION    6. CONECTION

    "Mama benar-benar keterlaluan!" Arjuna berteriak marah dengan suara yang terdengar nyaring."Apa maksud kamu? Tiba-tiba datang dan langsung marah-marah tidak jelas." Lauren ikut berdiri, bertanya degan intonasi yang sama kerasnya. Tatapannya menatap buas kepada putra kandungnya yang semakin kurang ajar itu. Hati kecilnya tidak terima ketika Arjuna terus-terussan membentaknya.Kali ini Lauren tidak menyuguhi air untuk Arjuna seperti biasa saat Arjuna mengunjungi apartemennya. Firasat seorang ibu merasakan kalau anaknya akan berkunjung, dan rasanya itu bukanlah hal yang baik untuk hari ini. Tapi sebelum Lauren bergegas keluar, Arjuna sudah terlanjur membuka pintu dengan kasar dengan kemarahan yang ketara. Masuk kedalam dan langsung marah-marah. Firasat buruknya benar terjadi."Mama..... Mama kenapa tega menjual putri Mama, hah?!" pria itu menatap mamanya dengan nana

  • CONECTION    5. CONECTION

    "Aku di mana?!" Julia berteriak marah ketika seorang pria asing berkemeja putih datang memasuki kamar dan membuka lapban di mulut Julia secara paksa. Gadis itu memekik, mulutnya terasa panas.Julia terus bergerak-gerak gelisah, menatap pria yang tengah memakai masker warna hitam di depannya dengan penuh waspada. Tanganya terikat dari belakang. Gadis itu jelas tidak bisa melakukan perlawanan. Dibalik kepasrahannya Julia terus berusaha melepas ikatannya.Pria di depannya tertawa menatap Julia yang malang. Ia membelai pipi Julia pelan. "Tenang saja Nona cantik. Aku tidak akan menyakitimu kalau kau mau diam," ujarnya hendak mengecup bibir Julia, tapi Julia segera mengelak sehingga kecupan pria itu berakhir di pipi kiri Julia."Lepaskan aku!" bentak Julia dengan geram. Pria itu terus tertawa tidak peduli."Tidak akan!""Lepaskan, atau aku akan teriak!

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status