แชร์

Kamu, Jogja, Candu dan Rindu

ผู้เขียน: Philia
last update วันที่เผยแพร่: 2020-11-04 18:46:00
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Cerita Perjalanan Pikiran    Langkah Keluar, Selamat Tinggal Semua

    Seorang gadis dengan tinggi semampai dan rambut berwarna cokelat gelap dengan model keriting gantung itu sedang menatap dirinya di cermin. Sandra tersenyum bangga melihat dirinya yang sedang menggunakan sweater berwarna abu-abu dan bergambar Mickey Mouse, skinny jeans berwarna biru gelap, dan sepatu calf length boots cokelat muda yang membuat kakinya terlihat lebih jenjang dan postur tubuhnya lebih tinggi. Setelah puas bercermin dia duduk di atas kasurnya, mengusap-usap bedcover halus berwarna rose gold kesukaannya, lalu memandangi ruang kamarnya yang sangat girlydengan cat light pink, beberapa motif bunga tulip merah muda, dan sedikit sentuhan aksen vintage di beberapa furnitur dan barang-barangnya. Ini adalah kamar yang ditempati Sandra sejak kecil, banyak kenangan ada di kamar ini karena Sandra memang lebih banyak menghabiskan waktu di kamar daripada keluyuran. Kamar ini diberikan oleh ayah dan ibunya sebagai hadiah kare

  • Cerita Perjalanan Pikiran    Kamu, Jogja, Candu dan Rindu

    Sandra dan Byakta bukanlah pasangan drama yang sedang melawan hawa dingin dan hiruk pikuk kota Jakarta dengan menaiki mobil sport mewah atau motor gede sekelas Harley Davidson seperti kebanyakan pasangan di novel pada umumnya. Mereka hanyalah sepasang remaja yang cintanya berpadu di kota kecil, Jogja. Tidak ada fine dining di restoran mewah dengan pakaian elegan atau melihat pemandangan dari atas gedung pencakar langit, yang mereka lakukan adalah jalan-jalan memutari tiap sudut kota Jogja dengan motor matic kesayangan Byakta, kalau lapar mereka akan pergi ke angkringan favorit mereka yang terletak di sekitar Tugu Jogja. Memesan nasi kucing, berbagai macam sate-satean, dan soda gembira, ah ini sih favorit Sandra, kalau Byakta dia akan memesan jahe susu hangat favoritnya. Sederhana, bukan? Namun suasana hangat kota Jogja, kenikmatan makan di angkringan, dan sentuhan Byakta tiap kali menggandeng tangan dan menghelai rambutnya tak akan pernah ia dapatkan dimana-mana dan semua i

  • Cerita Perjalanan Pikiran    Sebelum Keberangkatan

    Saat ini Sandra sedang mengemasi beberapa barangnya, tetapi dia tidak sendiri, dibantu oleh Byakta yang sedang mengecek ulang barang bawaannya. Lusa, Sandra akan segera meninggalkan Indonesia dan terbang ke Italia. Memang perkuliahanya masih akan dimulai pada bulan Oktober, namun tetap saja Sandra harus berangkat lebih awal untuk menyiapkan berbagai keperluan di sana. Pindahan kan tidak hanya memakan waktu satu hari, belum lagi jika ada masalah-masalah lain yang harus diurus, begitu pikirnya. Barang-barang yang harus dibawa cukup banyak terutama pakaian untuk beberapa musim, kecuali pakaian musim dingin, ia memutuskan untuk membeli di sana saja karena kalau bawa dari rumah pasti akan repot karena barang bawaannya akan semakin banyak. Tak lupa barang-barang kesayangannya seperti lampu tidur kecil berbentuk bintang dan boneka beruang kecil pemberian Byakta. Ia juga membawa beberapa foto keluarganya dan juga foto saat berpose bersama Byakta. Itu akan membantu Sandra untuk tetap menging

  • Cerita Perjalanan Pikiran    Kehidupan di Negeri Sendiri (5) Tentang Di Sini

    Point of View SandraAku sedang antre membeli bakso dorongan yang biasa lewat dan mangkal di depan rumah. Bakso ini adalah bakso terenak dan legendaris di kampung ku, aku tidak pernah absen membelinya kalau kata penjualnya sudah langganan. Oh iya, ini bakso ini sudah ada sejak pertama kampung ini dibangun loh. Wah sudah lama sekali sekitar puluhan tahun tahun yang lalu. Aku antre bersama ibu-ibu kampung sini juga, aku tertawa kecil mendengar obrolan dan perdebatan mereka, walau aku tidak mengerti karena mereka menggunakan bahasa daerah masing-masing seperti sunda, batak, dan betawi, rasanya tetap saja lucu mendengar obrolan mereka. Ah senang sekali rasanya melihat kita semua bisa hidup berdampingan dengan damai dan rukun di kampung sini. "Ini mbak baksonya sudah siap", abang penjual bakso membuyarkan pikiranku. Aku segera membayar lalu berpamitan pada ibu-ibu yang masih menunggu dan segera masuk ke dalam rumah. Aku mengantar satu mangkuk bakso untuk ayah yang

  • Cerita Perjalanan Pikiran    Kehidupan di Negeri Sendiri (4) Lingkaran Pertemanan

    Rasanya pasti menyenangkan bisa memiliki teman dimana-mana, banyak tongkrongan, dan relasi. Itu lah yang dulu Sandra rasakan, betapa menyenangkannya diinginkan kehadirannya oleh orang-orang. Tetapi, yang datang pasti pergi bukan? Seperti dimakan waktu, satu persatu teman-teman Sandra pergi, entah dengan cara apapun, mereka pergi. Sakit rasanya jika diingat, namun bukankah sudah hukum alam kalau yang datang akan pergi. Semua orang pasti merasakan kok, jadi rasanya terlalu lama bersedih juga tidak berguna sama sekali. Semakin lama, sepertinya Sandra mulai mengerti esensi dari keberadaan seorang teman yang sebenarnya. Memiliki banyak teman dimana-mana memang menyenangkan, tapi itu semua tidak penting jika tujuannya hanya saling kenal, menambah pengikut di Instagram, atau hanya sekadar untuk bergosip saja. Saat ini, Sandra membutuhkan teman-teman yang bisa mendukungnya dalam situasi dan kondisi apapun, selain itu memiliki teman yang bisa ia ajak berdiskusi mengenai isu-isu yang sedang t

  • Cerita Perjalanan Pikiran    Kehidupan di Negeri Sendiri (3) Keluarga Cemara

    Point of View SandraKeluarga ku bukanlah keluarga yang sempurna. Tidak sempurna jika tolak ukurnya adalah harta dan benda atau status sosial. Keluarg ku memang biasa saja jika nampak dari luar, hidup yang biasa saja, pekerjaan orangtua ku yang tidak se-wah pengusaha atau bos perusahaan, dan tidak ada hal-hal hebat yang bisa ditonjolkan. Keluarga ku jika dilihat biasa saja, tapi di dalamnya, sempurna. Akan ku ceritakan pada kalian.Ayah ku bernama Janu, adalah seorang Pegawai Negeri Sipil, terdengar wah bagi sebagian orang, tapi percayalah, kesulitan pun masih sering dihadapi oleh keluarga kami. Keluarga kami pernah ada di posisi makan pun harus berhemat, jadi tidak semena-mena mengatakan kehidupan seorang PNS itu enak. Aku ini anak kedua dari empat bersaudara, bisa bayangkan perjuangan ayah ku dalam mengurus anak-anaknya terutama mengenai akses pendidikan. Sampai banting tulang dan terpontang-panting untuk memperjuangkannya. Namun, ayah ku adalah soso

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status