MasukAlexandrie Gilberta, seorang mahasiswa yang paling disegani oleh kalangan kaum Adam karena keparasan yang dimiliki oleh Lexa dengan body bak gitar spanyol, dan prestasi yang diraih selama menjalani kuliah di kampus dengan nilai yang selalu memnuhi standar c*m laude. Kehidupan yang selama dijalani dengan damai, mulai terusik dengan sosok pria tampan yang merupakan senior di salah satu organisasi yang ditekuni bersama.Richard Marcus Hosea, pria tampan sebagai senior di sebuah organisasi dengan paras wajah bak dewa yunani, dengan wajah datar dan dingin sekaligus banyak mengundang pesona para kaum hawa. kehidupan dengan segala tuntutan oleh orang tua untuk melanjutkan bisnis yang sudah dirintis oleh sang ayah.Bagaimana kisah cinta mereka?
Lihat lebih banyakLexa 35 “Lin … dengarkan aku dulu..” James mencoba untuk berbicara yang sebenarnya. “Baiklah jika kau ingin tetap disini… tak apa.. biar aku yang pergi dari sini…” Selin beranjak dari tempatnya namun Kembali ditahan James.
Lexa 34 “Ahh! Marcus! Aku l-lelah!” Posisi Lexa berada di atas Marcus yang menghujam dari bawah. Ia sudah tidak tahan lagi memompa tubuhnya namun Marcus juga tersiksa dari bawah karena miliknya yang tidak dihujam dari atas. “Ayo sayang.. bantu aku ahh… kamu benar-benar nikmat…” Marcus terus membantu Lexa menghujam dari bawah memegang pinggul Lexa untuk naik turun. Padahal mereka benar-benar sudah basah karena keringat dan wangi percintaan yang semakin kentara. Tapi Marcus tidak peduli lagi.
Lexa 33 Tidur Lexa Kembali terusik karena mencium aroma masakan yang menusuk ke luba hidungnya. Aroma yang sangat wangi dan menggiurkan membuat perutnya terus berbunyi minta diisi. Lexa beranjak dari ranjang menuju ke kamar mandi sebentar untuk membasuh wajahnya dan kemudian keluar dari kamarnya menuju dapur. Disana, Lexa melihat Marcus sedang sibuk di depan kompor sambil mengaduk sesuatu bahkan sesekali mengambil sedikit untuk mencicipi apakah rasanya sudah pas atau belum. Lexa memutuskan untuk duduk diatas kursi bar dan terus memandang Marcus yang jarang sekali ia lihat seperti ini.
Lexa 32 Keesokan paginya Lexa dan Marcus sedang bersiap-siap untuk memulai kegiatan mereka masing-masing yang kebetulan keduanya juga sedang berlibur. Jadi mereka memutuskan untuk memenuhi tugas mereka masing-masing. Lexa memutuskan untuk mengerjakan tugas kuliah bersama teman-temannya di sebuah kafe. Sedangkan Marcus memilih untuk datang ke kantor Dirk untuk ikut turun tangan dalam menjalankan perusahaannya yang kebetulan letak kantornya tidak jauh dari tempat Lexa belajar nanti. Hal itu membuat Marcus senang karena ia akan mengantar Lexa sebelum ia berangkat menuju kantor Dirk. Setelah Marcus menurunkan Lexa di depan kafe sesuai janj